Rabu, 30 Maret 2016

Menunggu Allah? Jangan Takut, Jangan Resah, Jangan Lemah

Mazmur 103:2 Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

Ketika mimpi kita tertunda, itu menyebabkan kita lupa banyak hal. Kita cenderung lupa dengan impian kita. Kita lupa dengan apa yang telah dilakukan Allah dalam hidup kita dan juga kebaikan-Nya pada kita di masa lalu. Kita cenderung lupa bahwa Tuhan selalu menyertai kita. Kita lupa dengan kuasa Allah.

Ini kesalahan keempat yang dilakukan bangsa Israel di padang gurun: "Tidak ingat besarnya kasih setia-Mu, tetapi mereka memberontak terhadap Yang Mahatinggi di tepi Laut Teberau. Namun diselamatkan-Nya mereka oleh karena nama-Nya, untuk memperkenalkan keperkasaan-Nya. Tetapi segera mereka melupakan perbuatan-perbuatan-Nya, dan tidak menantikan nasihat-Nya; (Mazmur 106:7b-8, 13).

Sulit dipercaya, betapa pendeknya ingatan mereka! Di Mesir, Allah telah mengirimkan 10 tulah kepada orang Mesir guna menyelamatkan umat-Nya, namun hanya beberapa hari kemudian orang-orang Israel ini lupa dengan pertolongan Allah itu ketika berdiri di hamparan Laut Merah. Kata mereka, "Kita semua akan mati!" Mereka lupa dengan apa yang sudah Allah lakukan untuk mereka. Namun Allah tetap membuat satu mujizat dan membelah Laut itu. Mereka pun berjalan ke seberang tapi segera setelah itu lupa dengan apa yang baru saja terjadi dan menangis, "Kita akan mati kehausan!" Allah pun secara ajaib menyediakan air. Tapi lagi-lagi, bangsa Israel lupa dan mengeluh, "Kita akan mati karena kita tak punya makanan!" Mereka selalu lupa.

Tapi kita tak boleh terlalu cepat menilai mereka sebab kita pun melakukan hal yang sama persis. Ketika penundaan datang dalam hidup kita, kita mulai bertindak seakan-akan Tuhan tidak pernah berbuat apa-apa bagi kita. Sudahkah Tuhan melakukan banyak hal untuk Anda di masa lalu? Tentu saja. Dan Anda bisa mengandalkan-Nya untuk Ia melakukannya lagi besok dan di hari berikutnya dan berikutnya lagi.

Supaya tidak lupa, Anda perlu mengingat-ingat janji-janji Allah. Ada lebih dari 7.000 janji Allah di dalam Alkitab. Setiap kali Anda punya masalah, temukan satu janji, seperti tertulis dalam 2 Timotius 2:13: "Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya. Janji-janji-Nya selalu lebih besar dari masalah yang sedang Anda hadapi!

Allah mungkin tidak memenuhi janji-Nya atas hidup Anda karena Ia tengah menunggu Anda. Dia tengah menunggu Anda belajar untuk tidak takut, tidak khawatir, tidak lemah, dan tidak lupa. Dia ingin Anda belajar akan hal itu sebelum Ia membebaskan Anda.

Allah dapat melakukan banyak perkara dengan seketika, namun Ia bekerja untuk rencana yang lebih besar. Penundaan-penundaan yang muncul dalam hidup Anda tidak akan merusak tujuan Allah. Penundaan-penundaan ini justru mewujudkan tujuan Allah untuk hidup Anda.

Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! (Mazmur 103:2).

Renungkan hal ini:

Apa yang telah Tuhan lakukan bagi Anda yang membuktikan kesetiaan-Nya?

Bagaimana Tuhan telah memperbaiki Anda melalui impian Anda yang tertunda?

Sikap apa yang perlu Anda ubah saat berada di ruang tunggu Tuhan?

Allah dapat melakukan banyak perkara dengan seketika, namun Ia bekerja untuk rencana yang lebih besar.

Selasa, 29 Maret 2016

Berdoalah: Tuhan, Tolong Aku Untuk Bersabar dan Tak Menyerah

Galatia 6:9 "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."

Ketika Anda mengalami penundaan-penundaan dalam hidup, jangan merasa putus asa. Jangan hilang harapan. Jangan menyerah!

Bangsa Israel tidak seperti itu dan itu membuat mereka tak bisa memasuki Tanah Perjanjian. Bilangan 14:2-4 "Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: "Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?" Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: "Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir." Mereka menyerah mengejar impian mereka. Mereka telah dibebaskan setelah 400 tahun perbudakan tapi kemudian malah ingin kembali ke Mesir karena harus menunggu.

Sama seperti bangsa Israel, beberapa orang lebih senang tinggal dalam perbudakan ketimbang menghadapi rasa takut akan kebebasan. Mereka tak mau dipaksa untuk mengatasi masalah sampai mereka menyelesaikannya. Mereka ingin menyerah. Mereka malah memilih kehidupan yang biasa-biasa saja.

Jangan memilih kehidupan yang tanpa berkat terbaik dari Tuhan untuk Anda. Jika itu berarti Anda harus melewati terowongan konflik, lewati terowongan itu. Di tengah-tengah terowongan itu akan gelap dan Anda akan ingin berlari kembali ke ujung cahaya. Tetapi Anda harus tetap berjalan hingga Anda keluar di sisi lain cahaya tersebut.

Ketimbang berkecil hati, tetaplah gigih dan berdoa. Galantia 6:9, "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."

Inilah hukum tabur tuai: Akan selalu ada masa penundaan antara menabur dan menuai. Anda menanam di satu musim, dan Anda akan menuai di musim yang lain. Tuhan ingin melihat apakah Anda akan terus menggemburkan, menanam, dan menabur. Bila Dia melihat konsistensi dalam hidup Anda, maka masa panen akan datang. Masa panen tidak akan datang segera, karena itu tak akan membuktikan apa-apa jika Ia melakukannya seketika itu juga - tak akan ada pertumbuhan karakter atau merentangakan iman Anda.

Yesus berkata dalam Lukas 18:1 "Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu." Inilah dua pilihan yang Anda punya dalam kehidupan: Berdoa terus-menerus, atau hilang harapan. Anda pasti akan melakukan salah satunya. Bila Anda berdoa tanpa henti, Anda tak akan patah semangat. Jika Anda tidak melakukannya, Anda akan hilang harapan. Anda akan berkecil hati oleh masalah yang tengah Anda hadapi- apakah itu di tempat kerja atau di sekolah atau di keluarga Anda. Anda harus terus berdoa!

Apa yang Anda doakan selama fase penundaan hidup Anda? Berdoalah, "Tolong aku untuk bertahan dan tak menyerah." Allah akan mendengar Anda, dan Ia akan menolong Anda. Anda tak sendiri, jadi jangan berkecil hati meskipun Anda ditunda.

Renungkan hal ini:

Pelajaran apa yang sudah Anda petik dalam masa penundaan Anda? Bagaimana Anda bisa mengaplikasikannya pelajaran itu dalam pengejaran mimpi Anda?

Apa artinya berdoa tak jemu-jemu atau "selalu berdoa?" Bagaimana itu mungkin?

Bagaimana Tuhan telah menunjukkan pada Anda di masa lalu bahwa Ia setia? Ingatkan diri Anda akan pengalaman itu ketika Anda mulai meragukan kesetiaan-Nya dalam masa penantian Anda.

Selama masa penundaan teruslah berdoa!

PIKIRAN NEGATIF TERNYATA TDK BAIK BAGI KESEHATAN.

INFO: untuk kita yg masih di berkahi umur sampe 50th lebih semoga bermanfaat disisa hidup kita.  Pakar kesehatan Jepang menuliskan 80% org sakit bukan krn fisiknya tapi krn EMOSInya.
 

1. MARAH 😡😾👈 selama 5 menit akan menyebabkan sistem imun tubuh kita mengalami depresi selama 6 jam.

2. DENDAM & MENYIMPAN KEPAHITAN 😩😭👺😟akan menyebabkan imun tubuh kita mati.. Dari situlah bermula segala penyakit, spt STRESS, KOLESTEROL, HIPERTENSI, SERANGAN JANTUNG, RHEMATIK, ARTHRITIS, STROKE (perdarahan / penyumbatan pembuluh darah). 👹💀👹

3. Jika kita sering membiarkan diri kita STRESS, 🙅🙍😣maka kita sering mengalami GANGGUAN PENCERNAAN..

4. Jika kita sering merasa KHAWATIR,😥😖😁 maka kita mudah terkena penyakit NYERI PUNGGUNG.

5. Jika kita MUDAH TERSINGGUNG, 👊💪maka kita akan cenderung terkena penyakit INSOMNIA (susah tidur). 💀😴

6. Jika kita sering mengalami KEBINGUNGAN,😯🙊 maka. kita akan terkena GANGGUAN TULANG BELAKANG BAGIAN BAWAH. 👎

7. Jika kita sering membiarkan diri kita merasa TAKUT yg BERLEBIHAN, 😱😵 maka kita akan mudah terkena penyakit GINJAL.

8. Jika kita suka ber-NEGATIVE THINKING, 😠😒 maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna).

9. Jika kita mudah EMOSI & cenderung PEMARAH, 😡👺maka kita bisa rentan terhadap penyakit HEPATITIS.

10. Jika kita sering merasa APATIS (tdk pernah peduli) 🙈🚶 terhadap lingkungan, maka kita akan berpotensi mengalami PENURUNAN KEKEBALAN TUBUH.

11. Jika kita sering MENGANGGAP SEPELE semua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit DIABETES.. ☝☝

12. Jika kita sering merasa KESEPIAN, 😔😕 maka kita bisa terkena penyakit DEMENSIA SENELIS (berkurangnya memori dan kontrol fungsi tubuh). 😦😮

13. Jika kita sering BERSEDIH & merasa selalu RENDAH DIRI, maka kita bisa terkena penyakit LEUKEMIA (kanker darah putih) 👻

Sumber : Buku “The Healing & Discovering the Power of the Water”. (by : Dr. Masaru Emoto)
Semoga bermanfaat☺

Marah? 10 Ayat Alkitab Dapat Membantu Anda …

Salah satu dari emosi manusia umumnya, dan kadang-kadang ada alasan yang baik untuk itu. Namun, jika tidak terkendali, kemarahan bisa sangat merusak mental dan kesehatan spiritual Anda … dan walaupun fisik Anda sehat. Untungnya, Firman Tuhan memberikan petunjuk besar tentang emosi yang kuat ini, apakah akhirnya Anda memberi ataupun menerima.

1) “Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya.” (Amsal 29:22). Sangatlah mudah untuk membuat kesalahan saat hati Anda penuh dengan kemarahan untuk melakukan atau mengatakan hal-hal yang nantinya Anda akan menyesal.

2) “ ‘Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa’: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.” (Efesus 4:26, 27). Seringkali, dibutuhkan waktu untuk meredakan setelah kemarahan Anda mencapai puncaknya, tetapi Alkitab menyarankan Anda untuk melepaskan kemarahan Anda sesegera mungkin agar terjaga dari dosa.

3) “Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.” (Amsal 29:11). Menahan diri akan lebih menguntungkan Anda dari pada melepaskan amarah Anda.

4) “Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.” (Amsal 15:1). Pada saat seseorang datang pada Anda dengan cakar diperpanjang, cobalah merespon dengan lembut.

5) “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.” (Amsal 16:32). Salah satu senjata yang paling ampuh memerangi kemarahan adalah perlengkapan kesabaran.

6) “Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran.” (Amsal 19:11). Dibutuhkan kebijaksanaan dan kekuatan dari surga untuk membiarkan kekasaran dan ketidaksopanan orang lain berlalu tanpa pembalasan.

7) “Pemberian dengan sembunyi-sembunyi memadamkan marah, dan hadiah yang dirahasiakan meredakan kegeraman yang hebat.” (Amsal 21:14). Jika seseorang dengan siapa Anda marah, memberikan Anda hadiah yang bagus, mungkinkah itu akan melembutkan hati Anda?

8) “Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri.” (Mazmur 37:8, 9).

Bahkan kemarahan hanya karena kemakmuran sementara bagi orang fasik, itu dapat memiliki pengaruh negatif pada umat Allah dan harus dihindari.

9) “sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.” (Yakobus 1:20). Inilah alasan yang terbaik bagi pengikut Kristus untuk menghindari kemarahan.

10) “Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.” (Kolose 3:8).Ingat setiap perintah Alkitab adalah juga janji-Nya; Tuhan berjanji untuk memberikan kekuatan untuk melakukan yang benar!

Tuhan siap dan bersedia untuk membantu Anda menaklukkan emosi yang berpotensi meledak ini dan mengalahkan kemarahan yang belum terselesaikan dalam hidup Anda hari ini!

Senin, 28 Maret 2016

Dalam Penundaan, Percayalah Pada Waktu Tuhan

Mazmur 37:7-8 Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.

Ketika Anda mengejar mimpi Allah atas hidup Anda, Anda pasti akan mengalami penundaan-penundaan. Dia memakai periode menunggu ini untuk mempersiapkan dan menguji Anda sehingga Anda dapat menghadapi apa pun yang akan muncul di fase berikutnya dalam iman Anda.

Sebagian besar kita cenderung khawatir ketika ada perkara yang tertunda. Kita menjadi stres. Kita mengeluh. Kita menjadi tegang. Bangsa Israel, ketika Allah menunda perjalanan mereka dari Mesir ke Tanah Perjanjian, menunjukkan reaksi yang sama: Maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa (Bilangan 21:4b-5a).

Keluhan dan keresahan bangsa Israel merupakan dosa yang menahan mereka sampai di Tanah Perjanjian. Apa pun yang Allah lakukan buat mereka, mereka mencari-cari sesuatu yang bisa dikeluhkan. Mereka tak punya air, maka Allah menyediakan air. Kemudian mereka tidak punya makanan, tapi ketika Allah memberi makanan, mereka juga mengeluhkannya. Sangat mudah untuk mengeluh ketika kita dipaksa untuk menunggu, bukan? Kita tidak keberatan menunggu jika kita bisa mengeluhkannya.

Amsal 19:2 mengatakan, "Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah. Tergesa-gesa membuat kita frustasi, tapi Tuhan tidak. Tuhan tidak pernah tergesa-gesa! Alkitab mengatakan bahwa bagi Tuhan, satu hari itu bagaikan seribu tahun dan seribu tahun bagaikan satu hari. Dia lebih besar dari waktu. Salah satu hal yang paling sia-sia untuk kita lakukan ialah mendesak Tuhan untuk bekerja lebih cepat. Saat kita mencoba untuk mengambil alih masalah ke dalam tangan kita sendiri dan berusaha ikut campur dengan pekerjaan-Nya, kita pasti akan mendapat masalah.

Ketika Anda mendapatkan mimpi dari Tuhan dan mengambil keputusan untuk mengejarnya tapi kemudian Ia mengharuskan Anda untuk menunggu, yang sering terjadi ialah Anda mencoba mencari cara untuk mewujudkan impian yang dari-Nya itu dengan cara Anda sendiri.

Namun Alkitab mengatakan untuk percya kepada waktu Tuhan: Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan (Mazmur 37:7-8).

Beristirahat ialah tindakan iman. Itu berarti Anda sedang menunggu Tuhan. Ketika Yesus dan para murid berada di perahu yang sedang terjebak dalam badai besar, Yesus terus tidur tak menghiraukan semua keributan itu, sementara para murid panik. Mereka pun membangunkan-Nya untuk bertanya, "Mengapa Engkau tidur?!" Ia menjawab, "Apakah menurutmu Allah akan membiarkan perahu ini tenggelam sementara Aku ada di dalamnya?" Dengan tidur di tengah-tengah badai, Yesus ingin menyampaikan bahwa kita bisa percaya pada Tuhan, bahkan di tengah-tengah badai masalah.

Ketika kita terjebak di dalam masalah, biasanya kita memikirkannya semalaman dan mengkhawatirkannya. Reaksi ini menunjukkan jika kita tidak hidup dalam iman. Kita tidak bisa tidur sebab kita tidak benar-benar mempercayakan Tuhan untuk mengatasinya. Ingatlah kata-Nya, "Jangan khawatir. Ingatlah bahwa Aku selalu menyertaimu, dan percayalah pada waktu-Ku."

Khawatir hanya akan membuat Anda sengsara. Jadi berhentilah khawatir dan mulai mempercayakan Tuhan untuk bekerja di dalam Anda dan melalui Anda selama berada di masa penantian dalam perjalanan menuju impian Anda tersebut.

Renungkan hal ini:

Mengapa beristirahat begitu sering membuat kita merasa bersalah?

Menurut Anda apa yang sedang Tuhan coba ajarkan ketika Anda mengalami penundaan? Apa yang telah Anda pelajari tentang diri Anda dan tentang Tuhan mengenai penundaan yang terancang ini?

Apa satu hal yang dapat Anda ubah dengan jadwal kegiatan atau ekspektasi Anda supaya Anda tak tergoda untuk memburu-burui Tuhan dalam fase iman Anda ini?

Jangan khawatir ketika masalah datang, Ia memberi pertolongan pada waktu yang tepat

Minggu, 27 Maret 2016

Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar.

BEKERJA BAGI ALLAH

Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar (Mazmur 92:15)

Sebuah ungkapan mengatakan bahwa: "Jika masa tua tidak menjadi pikiran, maka masa tua tidak menjadi masalah."

John Kelley dahulu pasti memegang pepatah tersebut. Kelley yang meninggal tahun 2004 dalam usia 96 tahun, telah mengikuti 58 kali lari Maraton Boston (42 kilometer setiap kalinya) -- termasuk yang terakhir pada tahun 1992 ketika ia berumur 84 tahun.

Penampilan Kelley yang tak terlupakan merupakan teladan bagi kita agar kita tetap aktif selama kita masih mampu. Begitu banyak orang yang berusia paruh baya yang mulai mengistirahatkan tubuhnya.

Orang kristiani juga sering meninggalkan pelayanan kepada Yesus dengan cara yang sama. Kita masing-masing memiliki tanggung jawab kepada Allah selama Dia memberi kita kekuatan tubuh dan mental, untuk bekerja sepenuh hati "seperti untuk Tuhan" (Kolose 3:23).

Kita tidak pernah dipanggil untuk meninggalkan kehidupan dan berlayar pulang ke surga. Sang pemazmur mengatakan bahwa orang benar "pada masa tua pun mereka masih berbuah" (Mazmur 92:15).

Bagi orang yang masih kuat secara fisik, itu artinya mereka harus terus melayani secara aktif. Bagi mereka yang tidak dapat lagi bekerja, hal itu berarti mereka sebaiknya aktif dalam doa dan dalam pelayanan yang tenang.

Pastikanlah bahwa masa tua tidak menghentikan kita untuk senantiasa menghasilkan buah. Kita perlu terus bergerak untuk Allah.

AGAR AWET MUDA TERUSLAH BERBUAH

Kadang Tuhan Merancang Untuk Menunda Impian Anda

Ulangan 8:2 Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.

Impian tidak akan pernah bisa langsung terwujud. Selalu ada masa tunggu. Abraham punya impian untuk menjadi bapa dari bangsa yang besar, dan ia menunggu 90 tahun bahkan sebelum ia mendapatkan seorang putra. Nuh punya impian untuk membangun sebuah bahtera, tapi itu memerlukan masa penundaan selama 120 tahun. Bangsa Israel keluar dari tanah Mesir namun kemudian berputar-putar di padang gurun selama 40 tahun sebelum akhirnya sampai di Tanah Perjanjian, yang sebenarnya hanya butuh waktu sekitar dua minggu saja untuk berjalan dari Mesir ke Israel.

Sama seperti orang Israel, terkadang rencana kita tertunda sebab Tuhan telah merancangnya seperti itu. Dia menggunakan penundaan-penundaan untuk mempersiapkan kita. Setiap mimpi memiliki kesulitannya masing-masing. Dan Tuhan menggunakan penundaan itu untuk membuat kita siap menghadapinya. Dia tahu bahwa bangsa Israel belum siap berperang merebut Kanaan, mereka tidak akan mampu menghadapinya, sebab itulah Ia tahu Ia butuh waktu untuk mempersiapkan mereka menghadapi apa yang akan menghadang mereka.

Tuhan juga menggunakan penundaan untuk menguji kita. Alkitab mengatakan dalam Ulangan 8: 2, "Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.

Jadi ketika impian Anda tertunda, bagaimana Anda harus meresponnya?

Jangan takut!

Takut adalah kesalahan pertama yang dibuat bangsa Israel. Ulangan 1:28 mengatakan, Ke manakah pula kita maju? Saudara-saudara kita telah membuat hati kita tawar dengan mengatakan: Orang-orang itu lebih besar dan lebih tinggi dari pada kita, kota-kota di sana besar dan kubu-kubunya sampai ke langit, lagipula kami melihat orang-orang Enak di sana. Bangsa Israel punya iman yang cukup untuk pergi keluar dari Mesir, tetapi mereka tidak punya cukup iman untuk sampai ke Tanah Perjanjian. Mereka takut.

Masalahnya yang muncul dengan rasa takut ialah itu menahan Anda dalam ketidakpastian. Ketakutaan memperpanjang penundaan. Banyak dari impian Anda tak pernah terwujud bukan karena Allah, tetapi karena Anda sendiri, karena Anda tidak mau melangkah dengan iman.

Penawar dari rasa takut yaitu fokus pada kehadiran Allah. Sadarilah bahwa Allah sedang menyertai Anda. Ketika Anda takut mengejar mimpi yang telah berikan pada Anda, Anda hanya perlu fokus pada kehadiran-Nya. Dia mengatakan, "Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, (Yesaya 41:10a). Dia beserta Anda sekarang, dari dulu hingga selamanya.

Saat ini, mungkin beberapa dari Anda tengah berada dalam fase penundaan. Anda sudah lama mendoakan sesuatu, namun itu belum terwujud. Anda mungkin mulai berpikir jika Allah telah melupakan Anda.

Allah tidak melupakan Anda! Ini adalah penundaan yang dirancang oleh-Nya. Dia tahu apa yang akan Anda lalui. Sebab itulah, Dia ingin terlebih dulu membangun karakter Anda dan ingin Anda belajar untuk percaya kepada-Nya.

Renungkan Hal ini

Bagaimana ujian Tuhan atas iman Anda ini telah menghasilkan pertumbuhan rohani dalam hidup Anda?

Apakah Anda takut akan ke arah mana memimpin Anda atau apa yang mungkin Ia minta Anda lakukan?

Bagaimana Anda bisa memperlihatkan kepada Tuhan bahwa Anda mempercayakan Dia untuk hari ini dan masa depan?

Anda bisa mengandalkan Dia untuk membantu Anda. Jangan takut!