Selasa, 30 Agustus 2016

Berpegang Teguh 

Keluaran 8:28 "Lalu kata Firaun: "Baik, aku akan membiarkan kamu pergi untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di padang gurun; hanya janganlah kamu pergi terlalu jauh. Berdoalah untuk aku."

Musa bisa saja tergoda untuk berkompromi dengan permintaan Firaun itu. Tapi Allah telah menyuruh Musa untuk pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada-Nya (lihat Keluaran 3:18), dan Musa pun melaksanakannya tak kurang dan tak lebih. Saya suka fakta ini. Musa berpegang teguh melaksanakan perintah-Nya. 

Begitu banyak orang percaya yang terjatuh oleh strategi sama seperti yang dilancarkan Firaun. "Oh saudaraku, berdoalah untukku. Jadilah perantaraku kepada Tuhan Allahmu."

Ini ibarat seorang pemuda Kristen yang memutuskan untuk melakukan yang namanya "misi lewat kencan." Pemuda ini bertekad pada dirinya sendiri, "Aku akan membawa wanita ini kepada Kristus. Aku akan mengajaknya ngobrol. Aku akan membuka obrolan tentang imanku. Lalu aku akan membawanya ke gereja."

Jadi begini rencana pria ini: ia akan mengajak si wanita makan malam dan membuka obrolan tentang imannya. Jika si wanita tak begitu meresponnya, maka di kencan berikutnya ia akan berbicara lebih banyak tentang imannya- lagi dan lagi di kencan selanjutnya sampai akhirnya si wanita itu setuju untuk pergi ke gereja bersama-sama. Tapi yang terjadi, entah kenapa, makan malamnya ternyata malah menjadi lebih penting dari misinya dan jadi terlalu lama dari yang diperkirakan pemuda ini, dan akhirnya ia tak berhasil mengajak kencannya itu ke gereja. 

Anda tidak membimbing orang kepada Kristus dengan cara membuat kompromi dengan mereka atau pada diri Anda sendiri. Jangan beri pengecualian atau kelonggaran. Tetaplah berpegang teguh pada misi Anda. Kuatkan iman percaya Anda. 

Yesus berkata, "Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu" (Yohanes 15:14). Jika Allah berfirman sesuatu, Ia mengatakan untuk sebuah alasan. Dia mengatakan apa yang benar, dan Ia melakukan apa yang Ia katakan. Kita perlu melakukan apa yang Ia katakan sama seperti Ia yang juga melakukan apa yang Ia katakan. 

Berikut adalah garis besarnya: Jika Anda ingin menjadi orang Kristen, maka jadilah orang Kristen. Jika Anda tidak ingin menjadi orang Kristen, maka jangan jadi orang Kristen. Pilihlah salah satu: melakukan atau tidak melakukan Firman-Nya. Ambil keputusan dan laksanakanlah. 



Dia mengatakan apa yang benar, dan Ia melakukan apa yang Ia katakan

Senin, 29 Agustus 2016

UANG

Uang seringkali menjadi penguasa dalam kehidupan manusia. Hati nurani akan lebih mementingan uang daripada nilai-nilai kebenaran itu sendiri. Terkadang uang dapat menggeser posisi Allah dalam kehidupan kita, sehingga uang merupakan segala-galanya dalam kehidupan kita.

Ada sebuah kisah tentang dua orang pendaki gunung. Kedua orang ini merupakan orang-orang terkaya di kotanya. Saat mereka sedang dalam pendakian, tiba-tiba turunlah badai salju yang menghambat perjalanan mereka. Karena tidak ingin mati membeku, akhirnya mereka mencari tempat perlindungan. Tidak lama kemudian mereka menemukan sebuah gua yang di dalamnya terdapat setumpuk kayu. Mereka ingin menyalakan api akan tetapi tidak ada sesuatu yang dapat mereka gunakan untuk menyalakannya.

Salah satu dari mereka sadar bahwa masih memiliki banyak uang kertas di dalam dompetnya. Segera orang itu mengeluarkan lembaran-lembaran kertas dan membakarnya di antara tumpukan kayu itu. Kini mereka tidak lagi kedinginan sampai badai salju itu reda.

Dari cerita diatas dapat dikatakan bahwa uang bukanlah segala-galanya. Uang tidak dapat membeli sebuah nyawa. Terkadang Tuhan ijinkan kita untuk menempatkan harta itu pada posisi yang sebenarnya, seperti pada kedua orang diatas yang membakar uang untuk mempertahankan hidup mereka.

Uang merupakan fasilitas yang Tuhan berikan pada kita untuk membantu agar kita dapat melayani Tuhan secara maksimal. Jangan jadikan uang sebagai Tuhan dalam kehidupan kita karena uang merupakan sesuatu yang fana. Hanya Tuhanlah yang mampu memberikan kehidupan kekal kepada kita.

Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”

Lukas 12:15

Minggu, 28 Agustus 2016

Tempat Yang Paling Mudah Membuat Kita Berkeras Hati

Ibrani 3:12-13 "Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup. Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa."

Di mana salah satu tempat yang paling mudah membuat kita berkeras hati? Di tempat mana pun dimana umat Tuhan berkumpul, bukan di bar atau di sekitar orang-orang yang melakuakn hal-hal jahat. Tidak, tempat yang paling mudah membuat kita berkeras hati ialah di mana Anda mendengar pengajaran Firman Tuhan. Pengetahuan mendatangkan tanggung jawab. Matahari yang melelehkan lilin adalah matahari sama yang mengeringkan tanah liat. Pesan sama yang mengubahkan kehidupan seseorang bisa membuat yang lain berkata, "Saya tidak percaya."

Bila Anda datang ke gereja atau mengikuti studi Alkitab minggu demi minggu, Anda mendengar Firman Tuhan tetapi menolak untuk percaya, kian hari hati Anda akan benar-benar mengeras hingga tak bisa diperbaiki lagi. Saya bukan bermaksud menganjurkan Anda untuk tidak pergi ke gereja, tapi maksud saya adalah Anda harus pergi ke gereja dengan hati yang benar, dengan hati yang terbuka. Jika tidak, Anda malah jadi berkeras hati. Ambillah pesan Firman yang bisa memerdekakan Anda dari jerat pemikiran yang jahat.

Itulah sebabnya kebanyakan anak-anak pendeta dan mereka yang dibesarkan di lingkungan gereja seringkali adalah para pendosa yang parah. Mereka menyepelekan Firman Tuhan dan mengeraskan hati mereka dan kemudian menentangnya. Terjemahan J.B Phillips untuk Ibrani 3:12-14 mengatakan, "Oleh karena itu saudara-saudaraku, waspadalah, jangan boleh ada di antara siapa pun dari kamu yang memiliki hati yang jahat, yang menolak untuk percaya dan meninggalkan Allah yang hidup. Setiap hari, bantulah satu sama lain untuk berdiri teguh di dalam iman, selagi 'hari ini' masih disebut hari ini, dan waspadalah agar tak satu pun dari kamu yang menjadi tuli dan buta kepada Allah. Sebab, kita harus terus berbagi segala yang telah Kristus siapkan untuk kita sembari kita berpegang teguh sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula."

Kiranya Allah membantu kita menjaga agar hati kita tetap lembut.

Sabtu, 27 Agustus 2016

Fakta tentang Berkeras Hati

Matius 16:4 "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus." Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi."

Ada orang-orang yang mengetahui bahwa Allah itu nyata. Mereka tahu bahwa Allah itu berkuasa. Dan mereka juga tahu bahwa Allah mengubah kehidupan. Tapi hati mereka begitu keras sehingga mereka tidak mau percaya pada-Nya.

Itulah Firaun. Kita membaca lagi dan lagi dalam kitab Keluaran bahwa Firaun mengeraskan hatinya. Keluaran 8:15 mengatakan, "Tetapi ketika Firaun melihat, bahwa telah terasa kelegaan, ia tetap berkeras hati, dan tidak mau mendengarkan mereka keduanya--seperti yang telah difirmankan TUHAN." Kemudian kita membaca, "Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah menghadap Firaun, sebab Aku telah membuat hatinya dan hati para pegawainya berkeras, supaya Aku mengadakan tanda-tanda mujizat yang Kubuat ini di antara mereka," (Keluaran 10:1). Kedua hal ini bukan hal yang bertentangan, tapi hanya saja ini adalah dua sisi mata uang yang sama. Memang benar bahwa Firaun mengeraskan hatinya. Tetapi juga benar bahwa Allah mengeraskan hati Firaun.

Apakah itu berarti Firaun tidak punya pilihan lain dalam hal ini? Tidak. Anda tahu, Allah memberi kita masing-masing kehendak pribadi. Dia tidak akan melanggar kebebasan yang telah Ia berikan itu, tapi sekali kita menentukan pilihan, Allah, pada intinya, akan "menguatkan" kita dalam menjalankan pilihan kita tersebut.

Kata "berkeras hati" dalam ayat di atas bisa lebih baik diterjemahkan menjadi "meneguhkan" atau "memperkeras," dan itulah yang terjadi dalam kasus Firaun. Dia memutuskan untuk tidak mau percaya pada Allah, dan semakin hari hatinya kian mengeras, mengeras, dan mengeras. Firaun sudah memiliki begitu banyak bukti yang seharusnya cukup untuk meyakinkannya untuk percaya pada kebenaran Firman. Pikirkan: Firaun telah melihat mujizat-mujizat besar. Firaun telah mendengar Firman Allah. Pengetahuan tersebut seharusnya bisa mendatangkan tanggung jawab atas dirinya. Berpaling dari kebenaran artinya menjadi satu kubu dengan kegelapan lebih dalam dari sebelumnya.

Terkadang kita berpikir, "Seandainya saja saya bisa membuat mujizat-mujizat, saya yakin semua teman saya pasti akan percaya pada Yesus. Tidak, mereka tak akan percaya. Bukan mujizat, melainkan pesan Injillah yang hanya akan membuat mereka percaya.

Sekali kita menentukan pilihan, Allah, pada intinya akan "menguatkan" kita dalam menjalankan pilihan kita tersebut

Rabu, 24 Agustus 2016

Bersiap-Siap Menghadapi Pertentangan

Keluaran 5:22-23 "Lalu Musa kembali menghadap TUHAN, katanya: "Tuhan, mengapakah Kau perlakukan umat ini begitu bengis? Mengapa pula aku yang Kauutus? Sebab sejak aku pergi menghadap Firaun untuk berbicara atas nama-Mu, dengan jahat diperlakukannya umat ini, dan Engkau tidak melepaskan umat-Mu sama sekali."

Kadang kita berpikir bahwa ketika kita mengikuti kehendak Tuhan, segalanya akan berjalan mulus. Tapi sekarang saya mengerti bahwa yang terjadi biasanya malah yang sebaliknya. Maka, ketika saya ada dalam kehendak Allah, itu artinya saya harus bersiap-siap menghadapi pertentangan. Saya melihat pertentangan sebagai satu konfirmasi bahwa saya tengah melaksanakan kehendak Allah. Malah, jika tidak ada penolakan, saya jadi bertanya-tanya apakah yang saya buat ini benar atau salah.

Ketika Allah mengutus Musa untuk kembali ke tanah Mesir setelah 40 tahun bersembunyi di Midian, Musa mungkin berharap bahwa ia bisa masuk istana, menyampaikan apa yang harus ia katakan kepada Firaun, dan mendengar sang raja menjawab, "Tidak masalah. Ayo, mari kita lakukan itu. Segalanya akan baik-baik saja."

Tapi bukan itu yang terjadi. Sebaliknya, Firaun menjawab, "Siapakah TUHAN itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak kenal aku TUHAN itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi"(Keluaran 5:2).

Kemudian Firaun ikut memperparah keadaan. Dia mengatakan kepada mandor-mandor Israel (yang mengawasi kerja paksa bangsa Israel) bahwa pantas saja mereka bermalas-malasan, sebab mereka punya Musa yang kembali ke istana dan meminta mereka semua dibebaskan. Firaun kemudian memerintahkan agar bangsa Israel tidak lagi diberikan jerami untuk membuat batu bata. Itu artinya, mereka harus mencari jerami mereka sendiri tetapi tetap harus menyetor jumlah batu bata yang sama tanpa pengecualian.

Ketika para pemimpin Israel mengetahui perkara ini, mereka berkata kepada Musa, "Kiranya TUHAN memperhatikan perbuatanmu dan menghukumkan kamu, karena kamu telah membusukkan nama kami kepada Firaun dan hamba-hambanya dan dengan demikian kamu telah memberikan pisau kepada mereka untuk membunuh kami" (Ayat 21). Itu sungguh bencana besar buat Musa.

Jangan berkecil hati apabila Anda sudah berusaha melayani Allah atau melakukan sesuatu untuk kemuliaan-Nya tapi masih mendapati bahwa orang-orang tidak mendukung Anda, atau bahkan melecehkan Anda. Sebab itu juga yang terjadi pada Musa.


Tetap setia dalam melayani Tuhan, segala jerih lelah Anda tidak akan pernah sia-sia.

HIDUP YANG BERMAKNA

Pada waktu kita memasukkan sebuah BATERAI ke dalam sebuah Jam Dinding,

m a k a Jam Dinding itu mulai bekerja menjalankan tugasnya.

Detik demi detik,

Menit demi menit,

Jam demi jam,

ia terus bekerja & bekerja,

sampai BATERAI itu habis...

Jam dinding itu bekerja tanpa pamrih,

di liat orang atau tidak,

ia tetap berdenting;

Di hargai orang atau tidak,

ia tetap berputar;

Walaupun tak seorangpun mengucapkan terima kasih,

ia tetap bekerja.

Pada waktu bekerja,

ia tetap mnyuarakan KEBENARAN,

ia selalu bicara apa adanya.

Ketika jarum menunjukkan angka tujuh,

ia pun berbunyi tujuh kali.

Begitu seterusnya,
tanpa di lebihkan atau di kurangi sedikitpun juga.

Ketika TUHAN menciptakan manusia,
DIA juga memberi BATERAI,
yaitu Nafas Kehidupan.

Dgn Nafas Kehidupan itu,
maksudnya agar kita bisa bekerja & terus berkarya,
serta memberi se-banyak²nya Manfaat bagi sesama seperti halnya Jam Dinding tadi.

Selama BATERAI itu masih berfungsi,
biarlah kita terus Melakukan Hal² yg Baik & Berguna bagi sesama.

Tak usah memusingkan diri dgn Pujian & Penghargaan,

sekalipun hal² baik yg kita lakukan tidak di liat & tidak di hargai oleh orang lain,
kita harus terus melakukannya.

MAKNA HIDUP ADALAH HIDUP YG BERMAKNA,

Sudahkah hidup anda Bermakna ?

“Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.”
(1Samuel 16:7b)

Apakah Hidup Anda seperti Kopi Tanpa Kafein Yang Rendah Lemak?

2 Korintus 5:10 "Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat."

Apakah Anda tahu bahwa satu hari nanti orang-orang Kristen akan diadili?

Jangan panik, ini bukan penghakiman tentang apakah kita akan masuk Surga atau tidak. Ini tentang apa yang akan pantas kita peroleh pada akhirnya.

Lukas 14:14 mengatakan, "Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar." Dan dalam Wahyu 22:12, Yesus berkata, "Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya."

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan takhta pengadilan Kristus?

Alkitab mengatakan di 2 Korintus 5:10, "Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat." Kata "jahat" yang dibicarakan di sini bukanlah sesuatu yang buruk secara moral dan etika. Kata "jahat" yang dimaksud artinya adalah "keburukan dalam bentuk yang berbeda." Ini bisa juga diterjemahkan sebagai "kesia-siaan." Tak berharga. Pemborosan waktu, tenaga, dan kehidupan. Apakah saat ini Anda menyia-nyiakan hidup Anda untuk hal-hal yang tak berguna?

Ini ibarat minuman soda yang sudah hilang gasnya. Atau kopi tanpa kafein yang rendah lemak. Apa esensinya?

Kualitas pekerjaan setiap manusia akan diuji: "Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api" (1 Korintus 3:12-15).

Di kursi pengadilan Kristus, masing-masing kita harus memberi penjelasan atas apa yang telah kita lakukan dengan hidup kita, dengan karunia kita, dan dengan panggilan Tuhan atas kita. Lalu apa yang tidak Anda kerjakan tapi seharusnya Anda kerjakan?

Mari kita gunakan karunia, talenta, dan berkat penghasilan yang telah Allah berikan pada kita untuk melakukan pekerjaan-Nya selagi kita masih punya kesempatan.

Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.