Kencana Utama III M8 No.32 C, RT.3/RW.7, South Kembangan, Kembangan, West Jakarta City, Jakarta 11610
Jumat, 31 Januari 2025
SIAPA YANG BISA MENGALAHKAN KITA ???
Kamis, 30 Januari 2025
HIDUP ADALAH KESEMPATAN
Kenapa Jangan Sampe Bolos Gereja?
Kenapa Jangan Sampe Bolos Gereja?
Tidak dateng ke gereja tidak bikin kamu otomatis masuk neraka.
Tapi kalo tidak gereja, berarti kamu melewati kesempatan belajar Firman dan menyembah Tuhan sama keluarga rohani.
Ibadah bersama adalah sesuatu yang baik, dan ini dilakukan terus oleh gereja mula mula.
Iman mereka kuat karena mereka beribadah bersama.
Begitu pula gereja bisa membantu menjaga dan bahkan mengembangkan imanmu.
7 Tips ibadah gereja yang benar dan maksimal
1. Fokus ke Tuhan
2. Jangan datang dengan hati sombong
3. Mau berkontribusi buat gereja
4. Konsisten tiap minggu
5. Mencatat firman yang diberi
6. Bangun hubungan sama orang-orang di gereja
7. Tetap bersyukur walau gereja ga sempurna
Ibadah di gereja bukanlah kewajiban yang menyusahkan, melainkan berkat yang bisa dinikmati
Jika mindset salah, akan sulit kita melakukannya.
Tapi jika mindset benar, tentu akan lebih ringan kita melakukannya.
Ibrani 10:25
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
Senin, 27 Januari 2025
Masalah ada, tapi Tuhan juga ada
Kenapa Sih Tuhan Izinin Kita Punya Masalah Seberat Ini?
Capek Tau!
Kalo Tuhan baik, kenapa Dia ga bikin kita 100% tanpa masalah aja?
Kan lebih enak.
Pertumbuhan Terbaik Seringkali Hanya Bisa Terjadi Lewat Masalah
Melalui masalah Tuhan mau membentuk karakter kita, kemampuan kita, dan iman kita. Ada banyak hal yang hanya bisa sungguh sungguh berubah ketika kita melewati masalah.
Ingat, masalah ada, tapi itu bukan berarti Tuhan jahat
Masalah ada, tapi Tuhan juga ada. Tuhan tidak akan membiarkan masalah itu menghancurkan kita. Justru Tuhan akan pakai masalah itu untuk kebaikan kita di masa depan. Percaya sama Tuhan.
Lewat masalah kamu akan melihat keajaiban Tuhan
Banyak orang suka doa "aku mau mujizat Tuhan." Nah kita harus ngerti bahwa keajaiban terbesar hanya bisa dinyatakan ketika ada masalah terbesar.
Masalah membantu menjaga kita agar tetap rendah hati
Di tengah keadaan yang tidak ada masalah dalam jangka waktu panjang, seringkali membuat manusia lupa diri. Masalah seringkali membantu kita teringat bahwa kita ini kecil dan tidak bisa apa apa tanpa pertolongan Tuhan.
1 Korintus 10:13 (TB) Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Rabu, 08 Juni 2022
Selasa, 20 Agustus 2019
Renungan: Rabu, 21 Agustus 2019 - MENYALAHKAN KEADAAN
Bacaan : Yohanes 5:1-18
Setahun: Yeremia 26-28
Nats: Jawab orang sakit itu kepada-Nya, "Tuan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu ketika airnya mulai terguncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." (Yohanes 5:7)
Renungan:
MENYALAHKAN KEADAAN
Yuki Kawauchi merupakan juara Boston Marathon 2018. Dalam perlombaan yang menempuh jarak 42, 195 km ini, banyak pelari yang bertumbangan karena mengeluhkan cuaca ekstrem yang terjadi saat perlombaan berlangsung. Saat itu cuaca begitu dingin mencapai 3 °C. Alih-alih sama seperti pelari lain yang menyalahkan cuaca, Yuki justru dalam sesi wawancara berkata, "Cuaca ini adalah kondisi yang terbaik. Saya tidak pernah menyerah."
Pada saat itu, Tuhan Yesus menanyakan sebuah pertanyaan yang sederhana saat Ia berjumpa dengan seorang yang sudah 38 tahun lamanya sakit, "Maukah engkau sembuh?" Sebuah pertanyaan yang bisa dijawab dengan "Ya" atau "Tidak". Namun yang menarik adalah orang tersebut justru menjawab, "Tuan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu ketika airnya mulai terguncang" (ay. 7). Sepertinya ia sedang nenyalahkan keadaan, atau mungkin ia sudah putus asa karena pengalaman hidup yang dialaminya mengajarkan bahwa dia hanya bisa menonton kalah tak berdaya, dan tak ada seorang pun yang mau peduli kepadanya.
Bukankah kita hampir sama seperti orang sakit ini? Saat mendapatkan masalah, apa yang pertama kali kita lakukan? Kecenderungan kita adalah menyalahkan orang lain atau keadaan. Jarang sekali kita mengintrospeksi diri kita sendiri. Tuhan Yesus rindu agar kita tidak menyalahkan keadaan atau orang lain.
SAAT MASALAH MENDERA PASTIKAN UNTUK MENGINTROSPEKSI DIRI KARENA MENYALAHKAN KEADAAN BUKANLAH SOLUSI.
Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Yeremia+26-28
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yeremia+26-28
Senin, 19 Agustus 2019
Renungan: Selasa, 20 Agustus 2019 - MEMANFAATKAN KESEMPATAN
Bacaan : Matius 26:69-75
Setahun: Yeremia 23-25
Nats: Petrus pun teringat akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya, "Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya. (Matius 26:75)
Renungan:
MEMANFAATKAN KESEMPATAN
Petrus beberapa kali menyalahgunakan kesempatan hidupnya. Ia bermulut besar dengan mengatakan bahwa imannya tidak akan pernah terguncang (Mat. 26:33). Ia menggunakan waktu di taman Getsemani untuk tidur alih-alih berdoa dan berjaga-jaga seperti yang Yesus harapkan. Ia menghunuskan pedang saat Yesus hendak ditangkap, seakan-akan hal itu adalah tindakan yang tepat dan hebat. Mungkin ia berpikir itulah saatnya membuktikan diri bahwa ia rela mati bagi Sang Guru. Sayang, ia keliru. Ia mengikuti Yesus saat Ia ditangkap. Namun alih-alih menemani dan memberi pembelaan, ia menyangkal Yesus.
Kegagalan Petrus dalam mempergunakan kesempatan hidupnya terjadi karena ia tidak siap dengan konsekuensi atas ucapannya sendiri. Ia terlalu percaya diri, namun takut pada penderitaan. Ia tidak memegang komitmen karena tidak memahami misi Yesus. Ia berharap Yesus tampil sebagai pahlawan menurut alur pikirannya. Karena itu peristiwa penangkapan Yesus membuatnya tergagap. Beruntung Petrus mempergunakan kesempatan berikutnya sebagai titik balik. Ia bertobat dan menjalani hidup benar sebagai saksi Kristus.
Haruskah kita menyalahgunakan kesempatan sebelum bertobat pada akhirnya? Bagaimana jika tidak ada kesempatan lagi? Terlebih mengingat hidup kita hanya satu kali dan waktu tidak akan pernah terulang. Jika kesempatan telah berlalu, menyesal pun tiada guna. Menangis, meratap, bersedih dan mengutuki diri sendiri pun tidak akan membuat keadaan berbalik. Daripada menunda lebih baik segera berbalik kepada-Nya.
GUNAKAN KESEMPATAN KETIKA IA NAMPAK DI HADAPANMU, KARENA IA DATANG BAGAI AWAN BERLALU.
Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Yeremia+23-25
Mobile:
http://alkitab.mobi/tb/passage/Yeremia+23-25