Selasa, 30 September 2025

Serahkan Perbuatanmu

"Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu." Amsal 16:3 TB

Kedengarannya cukup sederhana, menyerahkan pekerjaan Anda kepada Tuhan. Tapi itu membutuhkan upaya yang disengaja, penyerahan terus-menerus, dan kepercayaan yang tulus.

Di sepanjang Firman Tuhan, kita melihat segala jenis pekerjaan: bertani, membangun, menjadi pendeta, mengasuh anak, memancing, menjadi dokter, memimpin, merancang, menyanyi, menulis, menjadi insinyur, menggembalakan, dan banyak lagi. 

Dalam suratnya kepada orang percaya di Roma, Paulus membahas bakat dan karunia ketika dia berkata:

"Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut anugerah yang diberikan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan belas kasihan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita."

Roma 12:6-8 PBTB2

Anda dapat menyerahkan pekerjaan Anda kepada Tuhan dengan:

- menghormati Dia dengan upaya Anda

- menghargai orang yang berinteraksi dengan Anda

- dengan setia mengembalikan persepuluhan

- mempromosikan kebenaran dan kasih 

- hidup dengan ramah dan murah hati

- menggunakan waktu Anda dengan bijaksana

- memanfaatkan kreativitas yang diberikan Tuhan untuk memuliakan Dia

Anda dapat menanam benih di tanah yang baik, menempatkannya di sinar matahari yang ideal, dan menyiraminya secara konsisten, tetapi—di atas semuanya—Tuhanlah yang memberi Anda benih dan Tuhanlah yang membuat benih itu tumbuh.

Pekerjaan kita adalah ketaatan, pekerjaan Tuhan adalah segalanya yang lain. Jadi, apa pun yang Anda lakukan, serahkan pekerjaan Anda, usaha Anda, dan hidup Anda kepada-Nya—dan saksikan Dia bekerja melalui Anda.


Bagaimana Anda dapat berserah kepada Tuhan hari ini?
Saya dapat melepaskan kendali masa depan.
Saya dapat meminta-Nya menghilangkan keengganan untuk mengikuti-Nya.
Saya dapat meletakkan rencana saya untuk memberi ruang bagi rencana-Nya.


Tuhan, aku ingin hidupku memuliakan-Mu. Ketika sulit bagiku menyerahkan rencanaku kepada-Mu, tolonglah aku untuk fokus pada tujuan-Mu akan masa depan. Dalam nama Yesus, Amin.


Tugas Anda adalah menaati. Selebihnya adalah tugas Tuhan.

Apapun yang Anda lakukan, persembahkanlah perkerjaan, usaha, dan hidup Anda kepada-Nya-dan lihat Ia bekerja melalui Anda.

Senin, 29 September 2025

Tindakan Kasih

Efesus 4:32 (TB) Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. 

Alkitab banyak memaparkan tentang cara kita memperlakukan orang lain. Jika kita telah diselamatkan oleh Tuhan, dan telah menerima belas kasihan dan kebaikan Tuhan, maka kita perlu menunjukkan belas kasihan dan kebaikan kepada orang lain. Pada dasarnya…
 …iman kita seharusnya menentukan tindakan kita. 

Kita semua, yang telah menerima anugerah dengan cuma-cuma dari Allah, harus juga memberikan anugerah dengan cuma-cuma kepada orang lain. Dalam surat Paulus kepada jemaat di Efesus, dia mendorong mereka untuk bersikap baik dan berbelas kasih kepada orang lain. Gagasan ini tersebar di seluruh Firman Tuhan… 

“Saudara-saudaraku yang terkasih, jikalau Allah demikian mengasihi kita, maka kita juga harus saling mengasihi.”  1 Yohanes 4:11 PBTB2 

“Akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara seiman, penyayang dan rendah hati…”  1 Petrus 3:8 PBTB2 

“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu murah hati.”  Lukas 6:36 PBTB2 

Menunjukkan belas kasihan merupakan salah satu cara utama kita menyampaikan kasih Tuhan kepada orang lain. Jika kita gagal mengasihi orang lain, kita juga gagal dalam menunjukkan kasih Tuhan kepada mereka. 

Paulus juga mengatakan kita harus mengampuni orang lain dalam hidup kita, seperti kita telah diampuni oleh Yesus. Pengampunan dan belas kasihan berjalan bersamaan. Saat kita tidak mengampuni orang lain, kita gagal menunjukkan kepada mereka belas kasihan serupa yang Yesus tunjukkan kepada kita. Sebuah kasih yang, menderita bagi kita dan karena kita, masih membuat Yesus berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka–sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Kita perlu berhati-hati agar kita tidak menolak memberikan pada orang lain kasih yang sama yang telah kita terima dengan cuma-cuma. 

Jika Anda ingin belajar lebih lagi bagaimana bersikap baik, penuh kasih, dan mengampuni terhadap orang lain, Anda bisa membaca kisah hidup dan pelayanan Yesus yang tertulis dalam kitab Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. 

Tapi saat ini, ambil beberapa waktu memikirkan kesempatan Anda dapat menunjukkan kasih kepada orang-orang dalam hidup Anda. Adakah seseorang yang membutuhkan bantuan? Adakah orang yang bisa Anda ampuni? Adakah orang yang bisa Anda berikan semangat? 

Hari ini adalah hari yang luar biasa untuk menunjukkan kasih, belas kasihan, dan pengampunan yang sama yang telah Anda terima.

Apa yang Tuhan bagikan kepada Anda hari ini?
Dia meminta saya mengampuni seseorang dalam hidup saya.
Dia meminta saya bersikap ramah dan berbelas kasih kepada semua orang.
Dia mengingatkan bahwa saya diampuni oleh-Nya.

DOA
Tuhan, terima kasih karena Engkau telah mengampuniku.
Aku tidak layak menerima pengampunan-Mu, tapi aku tahu Engkau baik dan penuh kasih.
Aku mau seperti-Mu, dan sebagaimana Engkau telah mengampuniku, aku mau memaafkan orang lain.

Ingatkanlah aku setiap hari akan anugerah pengampunan-Mu, dan bebaskan aku dari amarah terhadap mereka yang pernah berbuat jahat kepadaku. Dalam nama Yesus, Amin.

Kita semua butuh karunia. Kita butuh kesempatan lebih. Kita semua butuh Yesus!
Hari ini adalah hari yang baik untuk menunjukkan cinta, belas kasihan, dan pengampunan yang sama yang telah Anda terima

Minggu, 28 September 2025

Dia Akan Memimpin

Musa memimpin bangsa Israel selama empat puluh tahun. Dia memimpin mereka keluar dari perbudakan di Mesir, melewati Laut Merah, memberi mereka Sepuluh Perintah Allah sejak masa-Nya di Gunung Sinai, dan berjalan bersama mereka melewati padang gurun sampai mereka mencapai tepi batasan Kanaan. 

Namun, saat ia mendekati akhir hidupnya, Tuhan menunjukkan kepada Musa bahwa sudah waktunya untuk menyerahkan kepemimpinan kepada orang lain. Dalam pesan terakhirnya kepada bangsa Israel, ia menyampaikan kata-kata terakhir ini kepada penggantinya, Yosua:

“Sebab Tuhan, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.” Ulangan 31:8 TB

Ini adalah catatan terakhir yang kita miliki tentang Musa berbicara dengan Yosua. Perhatikan bahwa dia tidak berkata, “Semoga berhasil, umat ini sangat melelahkan,” atau, “Ini adalah situasi yang sedang terjadi, saya akan menanganinya dengan cara ini.” Musa tidak memberi tahu Yosua tentang cara melakukan sesuatu, melainkan cara melihat segala sesuatu.

Musa menarik perhatian Yosua pada bagian terpenting dari kisah ini, yaitu Tuhan. Musa adalah seorang pemimpin yang penting, tetapi hanya karena Tuhanlah Israel dapat maju. Hanya karena Tuhanlah mereka bisa sampai sejauh ini. Dan karena Tuhan adalah pencipta kisah ini, maka penyediaan-Nya akan terus berlanjut setelah Musa tiada. 

Karena Tuhan menyertai Israel, Yosua tidak perlu takut apa pun. Dan ketika Tuhan bersamamu, tidak ada yang perlu ditakutkan. Dia akan memimpinmu.

Bagian mana dari ayat hari ini yang menghibur Anda?

Tuhan berjalan di depanku.
Tuhan akan menyertaiku.
Tuhan tidak akan meninggalkanku.

DOA
Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang sama yang memimpin bangsa Israel.
Engkau menyertaiku! Kau tidak pernah meninggalkanku. Aku tidak merasa takut menghadapi tantangan apa pun. Kuserahkan hidupku sesuai kehendak-Mu. Pimpinlah aku ke tempat yang Engkau inginkan. Terima kasih. Dalam nama Yesus, Amin.


Anda dapat yakin bahwa Tuhan tidak hanya berjalan di depanmu, namun juga berjalan di sisimu. Apapun yang Anda hadapi, Anda tidak perlu takut. Dia bersamamu!

Tantangan: Bagikan Ayat Hari Ini! Bisa jadi itulah penguatan yang sedang dibutuhkan seseorang.

Kamis, 25 September 2025

Siapa yang Anda percayai?

Yesaya 26:4 (TB)  Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.

Mungkin ada impian yang Anda pegang erat, atau janji yang diberikan kepada Anda. Mungkin Anda menunggu seseorang atau situasi untuk berubah. Mungkin Anda menantikan jawaban doa, harapan yang akan datang, sukacita untuk menggantikan dukacita, atau kepastian dan harapan untuk menggantikan kebingungan dan kekacauan.

Tatkala berada di tengah-tengah rasa sakit, kehilangan, dan penderitaan, terkadang sulit untuk menantikan Dia yang telah berjanji kepada kita dengan sabar.

Yesaya adalah nabi bagi para pemimpin Yehuda di masa korupsi dan kebobrokan rohani. Dia meramalkan bangsanya akan dibawa ke pembuangan karena mereka percaya kepada berhala, pemimpin politik, dan hal-hal fana lainnya.

Tapi Yesaya juga mengingatkan orang-orang bahwa Tuhan itu Maha Kuasa, Tuhan akan membawa mereka keluar dari pembuangan, dan pada suatu hari Tuhan akan mengirimkan Sang Juru Selamat yang akan menyelamatkan mereka selamanya.

Yesaya tidak dapat melihat semua nubuatan ini digenapi–tapi dia terus berpegang pada pengharapan yang dia nubuatkan, dan perkataannya kepada bangsa Israel dapat terus menguatkan kita hari ini.

Percaya kepada Tuhan bahkan saat keadaan tidak masuk akal.
Percaya kepada Tuhan bahkan saat Anda menderita.
Percaya kepada Tuhan bahkan saat hati Anda hancur.
Apa pun yang terjadi, percayalah kepada Tuhan.

Musim mungkin berganti, situasi mungkin berubah, orang-orang mungkin mengabaikan, meninggalkan, atau mengkhianati Anda–tapi Dia yang tetap ada sepanjang zaman adalah Tuhan yang melampaui sejarah. Tuhan tidak berubah dan tidak tergoyahkan. Tidak ada satu pun yang dapat bertahan melawan-Nya atau mengalahkan-Nya.

Dia tahu bagaimana rasanya menderita sebab Dia telah menderita bagi kita. Dan kita bisa memercayai Tuhan karena Dia menepati janji-Nya–dan Dia telah berjanji untuk berperang bagi kita, tidak pernah meninggalkan kita, membuka jalan bagi kita, mengasihi kita, melindungi kita, dan tetap setia kepada kita.

Karena Tuhan adalah Penyelamat kita, kita bisa percaya kepada-Nya dan tak perlu takut.

Jadi apa pun yang terjadi, mari kita memilih untuk tetap percaya kepada-Nya.


Bagaimana Anda memercayai Tuhan hari ini?
Saya memercayai Dia dengan keadaan saya yang tidak pasti.
Saya memercayai Dia dengan masalah saat ini dan rencana masa depan.
Saya percaya bahwa Dia cukup bagi saya.

DOA
Tuhan, Engkau sumber kekuatan dan harapanku. Engkau adalah dasar hidupku, dan Engkau menutupi ketakutanku dengan kasih-Mu. Bersama-Mu, segala sesuatu menjadi mungkin. Maka aku akan menaruh harapanku pada-Mu. Kepada-Mu, aku akan percaya. Bahkan ketika segala sesuatu di sekitarku tampak runtuh, aku akan percaya dan tidak takut-karena masa depanku ada di tangan-Mu. Engkau membuat hidupku aman. Dalam nama Yesus, Amin.

Tuhan itu dapat dipercaya. Ia menciptakanmu, Ia menyelamatkanmu, Ia mengasihimu!
Tantangan: Hubungi seseorang yang belum mengenal Kristus. Beri tahukan bahwa Anda memikirkan dan berdoa untuk mereka hari ini!

Rabu, 24 September 2025

Membagikan Kasih Allah, Bapa Kita

Maleakhi 4:6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya  dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

Nabi Maleakhi menulis untuk memperingatkan umat Allah tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Dia memberi tahu mereka tentang suatu masa ketika Tuhan akan mengirim seorang utusan seperti Elia, yang akan membawa hati orang-orang kembali kepada Tuhan.

Utusan yang dirujuk Maleakhi adalah Yohanes Pembaptis. Dan peran Yohanes adalah mengarahkan orang-orang kembali kepada Allah sebagai persiapan kedatangan Yesus (Matius 3:1-12). Yohanes mengkhotbahkan pesan pertobatan, dan membaptis orang di sungai Yordan sebagai tanda berbalik kepada Tuhan.

Bagi mereka yang percaya kepada Tuhan dan percaya kepada Yesus sebagai Mesias yang akan datang, mereka akan mengalami pemulihan dan keselamatan. Dan ini adalah bagian dari pesan Maleakhi: mereka yang percaya kepada Tuhan akan diselamatkan dari penghakiman yang akan datang.

Salah satu tanda pemulihan ini adalah bersatunya keluarga. Satuan keluarga adalah inti dari misi Allah, karena hubungan dalam keluarga mewakili hubungan Allah dengan gereja-Nya.

Tuhan ingin agar hati para ayah dipulihkan kepada anak-anaknya, dan anak-anak kepada ayahnya. 

Meskipun kita tahu bahwa tidak ada keluarga yang sempurna,bahkan, banyak keluarga yang hancur,kita semua menanti-nantikan hari ketika Allah akan sepenuhnya memulihkan kembali dunia kita yang hancur menjadi harmonis dan penuh kasih. Hingga saat itu tiba kita berusaha sebaik mungkin untuk hidup harmonis dan penuh kasih satu sama lain.

Jika Anda adalah seorang ayah, pertimbangkan bagaimana Anda dapat mengungkapkan kasih Allah melalui hubungan Anda dengan anak-anak Anda. Dan sebagai anak-anak, semoga kita menggunakan waktu yang tersisa untuk mencintai orang tua kita juga. Bagi kita semua, semoga kita memikirkan bagaimana kita dapat mengasihi orang-orang di sekitar kita dengan cara yang memuliakan Allah dan mengomunikasikan kasih-Nya.


Bagaimana Anda bisa hidup harmonis dan penuh kasih dengan sesama?
Saya bisa memaafkan seseorang dengan melepaskan kebencian dan dendam.
Saya dapat meminta maaf ketika saya tahu saya telah menyakiti seseorang.
Saya dapat melayani seseorang dengan lebih mengutamakan kebutuhan mereka.


DOA
Tuhan, aku tahu tidak ada hubungan yang sempurna. Tolong sembuhkan dan pulihkan setiap hubungan yang rusak. Terima kasih Engkau telah menjadi teladan sempurna dari seorang Bapa yang pengasih. Pakailah aku untuk membawa kasih dan keharmonisan-Mu bagi mereka di sekitarku. Aku ingin hidup sedemikian rupa sehingga keluargaku dapat melihat kasih-Mu mengalir keluar dariku. Dalam nama Yesus, Amin.


Kasih Allah sanggup melakukan hal-hal yang dahsyat, bahkan memulihkan hubungan yang rusak.
Siapa orang yang perlu Anda hubungi untuk meminta maaf atau memaafkan? Biarlah Tuhan bekerja melalui diri Anda untuk menghadirkan damai dan pemulihan.

Selasa, 23 September 2025

Harapan Sejati Kita

Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. Yesaya 40:31 TB

Hidup terkadang memang sulit. Kita semua pasti pernah mengalami masa-masa yang penuh dengan kesulitan, kesedihan, atau kehilangan. Dan bahkan jika Anda belum pernah mengalami hal-hal tersebut, Anda mungkin pernah mengalami saat-saat di mana Anda merasa lelah berbuat baik. Meskipun kita ingin hidup benar dan berbuat baik kepada orang lain, kenyataannya pada suatu saat kita semua akan menjadi lelah.

Dalam Yesaya 40:31, Yesaya mengatakan bahwa mereka yang berharap kepada Tuhan akan mendapatkan kekuatan baru. Kunci ketekunan di masa sulit bukan hanya dengan terus maju dan berusaha lebih keras. Kekuatan tidak dapat ditemukan hanya dengan berharap keadaan kita akan berubah.

Firman Tuhan mengatakan bahwa kekuatan sejati datang dari berharap kepada Tuhan. Karena Tuhan Maha Kuasa, hanya Dialah yang berkuasa untuk mengubah keadaan kita. Namun, Tuhan juga tahu bahwa sebagai manusia, kita dapat menjadi lelah dan gelisah. Kita sering berharap pada solusi sementara, padahal seharusnya kita mengandalkan Tuhan, yang sungguh dapat menolong kita.

Tapi ketika kita berharap hanya kepada Allah, Alkitab mengatakan bahwa kita akan menemukan kekuatan baru untuk menanggung beban hidup. Kita akan menjadi seperti burung yang terbang tinggi di angkasa, bukan dengan kekuatan kita sendiri—tetapi dengan kekuatan yang Tuhan sediakan.

Menaruh pengharapan kepada Tuhan berarti menyerahkan kendali kita dan membiarkan Dia membimbing kita. Itu berarti kita berhenti mencoba memaksakan masa depan kita dan membiarkan Tuhan bekerja dalam hidup kita pada waktu-Nya. Berharap kepada Tuhan berarti percaya akan janji-janji-Nya—bahkan jika kita tidak melihat janji-janji itu digenapi dalam hidup kita.

Luangkanlah waktu hari ini untuk memperbarui pengharapan Anda kepada Tuhan. Biarkan Dia menyelidiki hati Anda. Berdoalah agar Anda dipenuhi dengan kekuatan dan pengharapan yang hanya dari Tuhan.


Area mana dalam hidupmu yang membutuhkan kekuatan Tuhan?
Pekerjaan atau panggilan hidup saya.
Kesehatan mental atau fisik saya.
Hubunganku dengan orang lain.


Tuhan, seluruh pengharapanku ada pada-Mu. Engkaulah yang kubutuhkan. Terima kasih telah menjadi pelindungku dan sumber kekuatanku. Dalam segala situasi yang kuhadapi, aku mohon keberanian dan kegigihan dari-Mu untuk menghadapi dan mengatasi semuanya dengan baik. Bimbinglah aku dengan hikmat-Mu saat aku membuat keputusan, dan penuhi aku dengan kedamaian saat melakukan panggilan-Mu dalam hidupku. Dalam nama Yesus, Amin.

Saat kita percaya kepada Tuhan, Alkitab mengatakan bahwa kekuatan kita akan diperbarui untuk menghadapi tantangan hidup.
Kalau Firman Tuhan membawa kehidupan dan pengharapan, mengapa kita tidak membagikannya?

Cara Menciptakan Karakter yang Kuat


Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa Roma 12:12 TB

Paulus, penulis surat kepada Gereja di Roma, sering mendorong para jemaat di Roma di tengah-tengah penganiayaan dan kesulitan yang mereka alami. Paruh pertama surat Paulus mengoreksi beberapa pemikiran mereka, sedangkan paruh kedua berfokus pada karakter dan tindakan mereka.

Dalam Roma 12, Paulus mendorong orang-orang percaya untuk menjadikan kasih sebagai motivasi utama mereka dalam melakukan segala hal. Saat kasih menjadi dasar dari diri mereka, maka Tuhan dapat memperbarui dan mengubah setiap bidang kehidupan. Ketika mereka mengizinkan Tuhan untuk mengubah karakter mereka, saat itulah mereka dapat bersukacita dalam pengharapan, sabar dalam kesesakan, dan bertekun dalam doa. 

Umat Kristiani memiliki pengharapan yang unik di dalam Yesus–kita tahu bahwa Yesus menang atas dosa dan suatu hari akan kembali untuk memperbarui segalanya. Ini berarti kita dapat memiliki pengharapan di tengah penderitaan atau masa-masa sulit.

Paulus tahu bahwa penderitaan menghasilkan karakter yang teguh dalam diri kita. Ketika kita memilih untuk bertahan dalam penderitaan, Yesus membentuk kekuatan dan keyakinan di dalam diri kita yang tidak dapat kita peroleh dengan cara lain.

Tetapi ketekunan melalui penderitaan juga membutuhkan komunikasi terus-menerus dengan Dia yang mengubah kita melalui kasih-Nya. Doa adalah bagian penting dalam hal ini. Itu adalah cara utama kita berkomunikasi dengan Tuhan, dan juga bagian dari cara Roh Kudus menguatkan kita untuk mengikuti Yesus.

Ketiga hal ini membentuk karakter yang lebih kuat dalam hidup kita. Itu membentuk kita menjadi gambaran Yesus yang bersukacita dalam pengharapan, sabar dalam kesesakan, dan bertekun dalam doa. Jadi hari ini, luangkan waktu untuk memikirkan beberapa cara agar Anda dapat menjadi lebih seperti Yesus dalam bidang-bidang ini.


Bagian ayat mana yang akan kamu aplikasikan dalam hidupmu?
Aku harus bersukacita dalam pengharapan yang kumiliki dalam Tuhan.
Aku harus bersabar di masa-masa sulit.
Aku harus beriman kepada-Nya di dalam doa.


Tuhan, aku bersyukur atas semua rencana-Mu bagi hidupku. Karena Engkau memegang kendali, aku dapat menaruh harapanku pada-Mu bahkan di saat menghadapi kesulitan. Ke depannya, mampukanlah aku untuk berbicara jujur dengan-Mu ketika masa depanku terasa tak menentu. Dalam nama Yesus, Amin.


Tuhan dapat menguatkan Anda untuk melakukan sesuatu yang mustahil: pilihlah sukacita, tetaplah sabar, dan teruslah meminta-Nya untuk bekerja.
Saat iman itu tulus, hal itu tampak jelas. Hari ini, hiduplah dengan cara yang memuliakan Tuhan dan tuntunlah orang lain kepada-Nya!