Selasa, 07 Oktober 2025

Di mana Allah memberikan napas-Nya, di situ ada hidup

Tuhan memberi nabi Yehezkiel sebuah penglihatan yang tidak hanya aneh namun juga mencengangkan: sebuah lembah penuh dengan tulang-tulang kering. Tak bernyawa. Terserak. Terlupakan. Itu melambangkan keadaan Israel saat itu sebagai sebuah bangsa dan kondisi kerohanian mereka - disingkirkan, remuk redam, tak lagi punya pengharapan.

Tetapi Tuhan berkata, "Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.” (Yehezkiel 37:5). Ini bukan hanya janji akan pembaharuan, namun akan sebuah pemulihan seutuhnya. 

Dalam bahasa Ibrani, kata "nafas" adalah ruach - sebuah kata yang juga berarti roh atau angin. Tuhan berkata, "Aku akan mengisi yang telah mati dengan Roh-Ku dan membangkitkannya kembali."

Ini bukan hanya janji untuk orang Israel - ini hanya sedikit dari apa yang Allah bisa lakukan terhadap jiwa-jiwa yang terasa kering, ciut dan dingin. Mungkin engkau telah melewati sebuah musim kekeringan rohani yang panjang. Mungkin engkau merasa hidup ini telah memadamkan imanmu. Namun Tuhan yang memberikan napas kepada tulang-tulang kering masih memberikan napas-Nya hingga hari ini.

Kita melayani Allah yang membangkitkan orang mati. Entahkah itu sebuah bangsa, sekelompok orang, bahkan Putra-Nya yang wafat di kayu salib, Dia memulihkan yang terhilang, memperbaharui yang hancur, dan membangkitkan harapan yang telah pupus.

Jika jiwamu terasa kosong, mintalah Dia untuk memberikan napasnya kepadamu lagi. Karena, di mana Allah memberikan napasnya, di situ ada hidup.


Di area mana dalam hidupmu engkau perlu Allah embuskan hidup yang baru ke dalam jiwamu?
Aku butuh pembaruan dalam hubunganku dengan Tuhan.
Aku butuh pembaruan harapan atas keadaan yang terasa sulit dan hancur.
Aku butuh kekuatan rohani agar dapat terus bertahan dalam masa yang sulit.

Tuhan, embuskanlah Roh-Mu kepadaku. Saat aku lelah, penuhi aku dengan kuat-Mu. Saat aku merasa hampa, penuhi aku dengan hadirat-Mu.
Pulihkanlah jiwaku, bangkitkan kembali semua yang telah layu dalamku. Aku percaya Engkau akan membuat tulang-tulang kering hidup kembali.
Amin.

Kita melayani Allah yang membangkitkan orang mati.
Siapa yang Anda kenal yang mati secara rohani? Berdoalah bagi mereka. Kasihi mereka. Bagikan Yesus kepada mereka. Dan percaya bahwa Tuhan sanggup membangkitkan kehidupan dari benih yang Anda tanam.

Senin, 06 Oktober 2025

Cara untuk Sembuh

 Yakobus 5:16 (TB)  Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Bayangkan orang sakit yang menyembunyikan gejala penyakitnya. Tanpa bantuan orang lain, akan sulit untuk sembuh dari penyakitnya. Apakah mereka memerlukan bantuan dari dokter atau hanya perlu seseorang yang memeriksa keadaan mereka—akan jauh lebih mudah untuk sembuh dengan bantuan orang lain. 

Demikian pula, ketika kita tidak memberi tahu siapa pun tentang tantangan yang kita hadapi, akan sulit untuk mengatasinya. Terkadang kita melakukan hal-hal yang kita tahu salah, tetapi kita tidak memberi tahu siapa pun tentang hal itu hanya karena kita tahu itu salah. Itu karena kita semua dipengaruhi oleh dosa—perbuatan salah dan kehancuran kitalah yang memisahkan kita dari Allah. Mungkin sulit untuk mengaku kesalahan kita dengan orang lain, tetapi ketika kita menyimpan dosa itu sendiri, kita seperti orang sakit yang tidak mau mencari bantuan—kita menderita dalam keterasingan daripada mengizinkan orang lain membantu kita sembuh. 

Yakobus 5:16 memberi tahu kita untuk berbagi kesalahan kita dengan orang percaya lainnya sehingga kita dapat pulih bersama dan saling mendoakan. Ketika kita berbagi kesalahan masa lalu kita dengan seseorang, kita terbebas dari belenggu. Dan ketika kita berdoa bersama, kita memberikan kesempatan kepada Tuhan untuk menyembuhkan hati kita. Allah adalah penyembuh kita—Dia menyelamatkan kita dari hukuman dosa kekal melalui Putra-Nya, Yesus. Dan karena Yesus, kita dapat memiliki hubungan dengan Tuhan, dan kita dapat membawa permintaan kita kepada-Nya dan percaya bahwa Dia akan mendengarkan kita. 

Bukan berarti Tuhan akan selalu menjawab doa-doa kita dengan cara yang benar menurut kita. Sebaliknya, ketika kita berbagi kegagalan kita dengan-Nya, Dia mengundang kita dalam perjalanan yang akan membantu kita bertumbuh lebih dekat dengan-Nya. 

Jika Anda bergumul dengan sesuatu hari ini, luangkan waktu untuk membagikannya dengan orang percaya lainnya. Izinkan mereka untuk berdoa bersama Anda dan meminta Tuhan untuk membimbing sembari Anda dipulihkan.


Apa yang Tuhan minta Anda lakukan hari ini?
Mengizinkan Dia menunjukkan siapa yang bisa saya doakan.
Membagikan kesalahan yang saya buat kepada teman dekat, dan meminta mereka mendoakan saya.
Menguatkan seseorang dengan Firman.


Tuhan, aku tidak mau menghadapi tantanganku sendirian. Aku telah melakukan kesalahan di masa lalu, dan untuk terus maju, aku tahu aku butuh bantuan dari orang lain. Tolong beri aku keberanian untuk mengakui kesalahanku kepada orang yang dipercaya. Kelilingi aku dengan komunitas yang mau mendengarkan pergumulanku, berdoa bersamaku, dan mendorong aku agar hidup lebih seperti-Mu setiap hari. Terima kasih Tuhan.
Dalam nama Yesus, Amin.

Ada kuasa dalam pengakuan dosa dan berdoa untuk satu sama lain!
Undang seseorang ke dalam bagian sulit dalam hidup Anda.
Jujurlah tentang dosa Anda, dan berdoalah kepada Tuhan yang Maha Kuasa! Dia mau menyembuhkan, menebus, dan memulihkan!

Minggu, 05 Oktober 2025

Jujur Meminta pada Tuhan

Matius 7:7 (TB)  "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.


Semuanya dimulai dengan hubungan kita dengan Tuhan. Yesus memungkinkan kita untuk memiliki hubungan yang dipulihkan dengan Allah. Kita dapat berbicara dengan Tuhan, menghabiskan waktu di hadirat-Nya, dan meminta Dia untuk menolong kita karena, sebagai orang percaya, kita dipanggil sebagai putra dan putri-Nya. 

Karena hubungan kita dengan Tuhan, Dia mendengarkan kita. Sama seperti seorang anak yang berbicara kepada orang tuanya, Tuhan ingin kita berbicara kepada-Nya. Ketika kita berdoa, kita memiliki kesempatan untuk menyampaikan kepada Tuhan kebutuhan, kekhawatiran, dan keinginan hati kita.

Yesus berkata kepada kita bahwa jika kita mencari hubungan dengan Allah, kita akan menemukannya. Tuhan memberikan diri-Nya secara cuma-cuma kepada semua orang yang mencari Dia. Tuhan tidak bersembunyi di surga, berharap suatu hari nanti kita akan menemukan-Nya. Dia selalu siap sedia untuk berbicara dengan kita.

Ini berarti kita harus tekun dalam hubungan kita dengan-Nya. Kita memiliki akses kepada Sang Pencipta dunia. Segala sesuatu berasal dari Dia dan memiliki kehidupan karena Dia. Dia memiliki kemampuan untuk memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan.

Namun, meskipun kita dapat meminta apa pun yang kita inginkan, bukan berarti Dia akan memberikan semua yang kita minta. Sama seperti seorang ayah di dunia ini tidak akan memberikan sesuatu yang berbahaya kepada anaknya, Tuhan juga tidak akan memberikan sesuatu yang tidak kita butuhkan (Matius 7:10-11).

Kita sering kali tidak meminta sesuatu kepada Tuhan karena kita mungkin merasa bersalah jika melakukannya. Namun, Tuhan sebenarnya ingin agar kita datang kepada-Nya-bahkan dengan permintaan yang paling kecil sekalipun.

Luangkan waktu hari ini dan katakan dengan jujur apa yang Anda rasakan kepada Tuhan. Mintalah kepada-Nya hal-hal yang benar-benar Anda butuhkan dalam hidup. Lanjutkan setiap hari dengan membangun hubungan dengan-Nya melalui membaca Alkitab dan doa.


Apa yang Tuhan minta untuk Anda lakukan hari ini?
Mencari Dia dengan tekun dan sungguh-sungguh.
Mempelajari Alkitab untuk mengetahui kehendak-Nya.
Meminta hal-hal yang saya butuhkan kepada-Nya dengan percaya diri.


Tuhan, terima kasih telah menjadi tempat perlindunganku -aku tahu aku bisa membicarakan apa pun dengan-Mu. Aku bersyukur dapat meminta hal-hal yang kuperlukan kepada-Mu dengan yakin, mencari-Mu secara konsisten, dan meminta hal-hal yang tampaknya mustahil. Engkau adalah Tuhan yang mengerjakan mukjizat-dan aku bersyukur dapat memercayakan hidupku kepada-Mu.
Dalam nama Yesus, Amin.


Tuhan ingin kita datang kepadaNya dengan permintaan yang terbesar dan terkecil.
Mulai Rencana Alkitab bersama Teman! Anda bisa berbagi apa yang Anda pelajari, permohonan doa, dan bagaimana Tuhan bekerja di dalam hidup Anda.

Jumat, 03 Oktober 2025

Berbalik Menuju Apa yang Penting.

2 Tawarikh 7:14 (TB) dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. 

Sekitar tahun 957 SM, setelah Raja Salomo menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk merencanakan, membangun, dan, akhirnya mendedikasikan bait suci yang dirindukan ayahnya, Raja Daud,—Tuhan memperkenalkan diri-Nya dengan mengirimkan api turun dari surga dan memenuhi bait suci dengan hadirat-Nya.

Kemudian Tuhan menampakkan diri kepada Salomo di malam hari, menjelaskan bagaimana Dia mendengar doanya dan memilih bait sucinya—mengingatkan Salomo bagaimana orang Israel harus menanggapi ketika mereka menghadapi hal-hal yang sulit. Dia berkata:

“Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.”
2 Tawarikh 7:14 TB

Meskipun pesan khusus ini diberikan kepada orang tertentu pada waktu tertentu dalam sejarah—merendahkan diri, mencari Tuhan, dan berbalik dari dosa-dosa kita adalah tindakan yang harus terus kita hidupi sepanjang waktu.

Kerendahan hati yang sejati, doa yang jujur, dan pertobatan yang tulus adalah kunci menuju keintiman dengan Allah. 

Dan kita tidak bisa memalsukannya. Kita tidak bisa hanya mengikuti alur. Kita tidak bisa sekadar berpura-pura “terlihat” rendah hati dan bertobat … dan kita tidak bisa melakukan hal-hal ini sendiri.

Kita perlu datang kepada Tuhan untuk menerima pertolongan-Nya. Kita membutuhkan Dia untuk mempertahankan sikap kerendahan hati, doa, dan pertobatan.

Jadi, jika Anda merasa jauh dari Tuhan, mencoba melakukan sesuatu dengan cara Anda sendiri, atau dengan sengaja berlari ke arah yang berlawanan dengan Pencipta Anda—belum terlambat untuk berbalik.  

Anda masih bisa datang kepada Tuhan, mengakui bahwa Anda tidak dapat menjalani hidup sendirian, dan mencari pertolongan-Nya. Dia adalah Bapa yang pengasih, pengampun, dan penyembuh yang ahli dalam menjadikan segala sesuatu baru. Dia tidak pernah berhenti mengundang kita untuk mendekat kepada-Nya.

Bagaimana Anda dapat lebih menyelaraskan diri dengan nama Tuhan?
Dengan mengakui kebutuhan saya akan Tuhan
Dengan memilih untuk tidak melakukan hal-hal yang saya tahu salah
Dengan meluangkan lebih banyak waktu untuk berdoa dan mencari Dia

DOA
Tuhan, aku sangat bersyukur bahwa aku dipanggil dengan nama-Mu. Meskipun aku tidak sempurna, Engkau tetap memanggilku milik-Mu. Setiap hari, aku ingin memenuhi panggilan itu dan menjadi pribadi yang Kau harapkan. Tolonglah agar aku lebih rendah hati, lebih mencari-Mu, dan berpaling dari hal-hal yang salah. Dalam nama Yesus, Amin.

Beritahukan seseorang bahwa belum terlambat untuk berbalik kepada Tuhan.

Kamis, 02 Oktober 2025

Mengasihi Orang Lain dengan Baik

 Yohanes 13:34 (TB)  Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.


Tahukah kamu apa arti kasih?
Banyak orang tumbuh dengan gambaran kasih yang tidak sempurna. Mungkin sulit untuk memikirkan hal itu bila kita belum pernah merasakan kasih yang sejati. Akan lebih sulit lagi untuk mengasihi orang lain jika kita tidak yakin apa maksudnya. 

Yesus berbicara banyak tentang kasih, dan Dia juga memerintahkan para pengikut-Nya untuk mengasihi sesama manusia. Lebih dari itu, Yesus memberikan teladan kasih dalam kehidupan dan pelayanan-Nya. Dia memberi kita gambaran tentang seperti apa kasih yang murni itu.

Yesus berkali-kali memerintahkan murid-murid-Nya untuk saling mengasihi. Perjanjian Lama juga memuat perintah untuk mengasihi sesama. Perintah Yesus ini baru, bukan karena ini pertama kalinya diucapkan, namun karena Dia menggunakan diri-Nya sendiri sebagai standar.

Dia tidak memerintahkan kita untuk mengasihi orang lain sampai kita lelah. Dia tidak mengatakan untuk mengasihi orang lain sampai kita merasa jenuh. Dia mengatakan untuk mengasihi orang lain dengan cara yang sama seperti Dia mengasihi diri kita sendiri.

Yesus mengasihi kita tanpa syarat. Dia tidak menahan apa pun dari kita. Sebaliknya, Dia menyerahkan seluruh hidup-Nya bagi kita. Dan Dia melakukan ini bukan untuk menyenangkan orang lain—tetapi karena Dia mengasihi Bapa Surgawi-Nya, dan Bapa Surgawi-Nya sangat mengasihi kita. Kasih tanpa syarat itulah yang menuntun Yesus ke kayu salib.

Yesus peduli dengan kualitas kasih kita terhadap sesama, dan ukuran kualitas kasih kita adalah Yesus, bukan manusia. Kita tidak boleh membandingkan tindakan dan pikiran kita dengan orang lain, karena satu-satunya teladan yang harus kita tiru adalah Yesus sendiri.  

Pikirkan tentang beberapa hari terakhir dan renungkan betapa Anda mengasihi orang lain. Apakah Anda berusaha keras untuk membantu seseorang? Apakah Anda tidak egois dalam menunjukkan kasih? Pertimbangkan beberapa cara praktis agar Anda dapat mengasihi orang lain seperti Yesus mengasihi Anda. Luangkan waktu untuk berdoa, dan kemudian ambil langkah untuk menunjukkan kasih kepada seseorang.


Bagaimana Anda dapat menunjukkan kasih Tuhan hari ini?
Saya dapat mengirim pesan yang menyemangati.
Saya bisa berdoa untuk seseorang yang sulit untuk didekati.
Saya dapat melayani teman yang membutuhkan.

Tuhan, terima kasih telah menjadi teladan kasih yang sempurna. Beberapa orang sulit untuk aku kasihi, namun Engkau mengasihi semua orang tanpa syarat. Bantu aku untuk melihat orang lain melalui mata-Mu. Buatlah aku peka akan seseorang, kepada siapa aku dapat memancarkan terang dan kasih-Mu hari ini. Dalam nama Yesus, Amin.

Kita bisa mengasihi orang lain karena Tuhan terlebih dulu mengasihi kita.
Bagaimana Anda bisa menunjukkan kasih? Kirim pesan, memasak, membukakan pintu, mengundang orang ke rumah, membagikan berkat, memberikan pengampunan, mengutamakan orang lain.

Bapa bagi Anak Yatim

Mazmur 68:5 (TB)  (68-6) Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus; 


Kata “ayah” dapat membangkitkan berbagai macam emosi dalam diri kita. Mungkin kita tersenyum ketika mendengar kata itu karena membawa kenangan indah tentang ayah kita sendiri. Atau mungkin hati kita rasanya tercabik-cabik, karena kita merindukan ayah kita, atau kita berduka karena hilangnya hubungan yang tidak pernah sesuai dengan harapan kita. Terlepas apakah kita masih memiliki ayah yang perhatian, peduli, dan dapat diandalkan atau ayah yang cuek, lalai, dan kejam, kita memiliki Bapa Surgawi yang sangat peduli kepada kita dan selalu dekat. Dia mengutus Anak-Nya ke bumi untuk mengambil kehancuran kita dan menggantinya dengan kekekalan yang penuh harapan. 

Dan kabar terbaiknya adalah: kita tidak perlu takut terpisah dari-Nya. Tidak ada kematian, ketakutan akan masa depan, atau apa pun yang dapat memisahkan kita dari Bapa yang Kekal. Dia ada sebelum waktu dimulai, dan Dia ada tanpa bantuan siapa pun. Dia mendekat kepada kita karena Dia mengasihi kita. Dan kasih-Nya bukanlah sesuatu yang dapat kita usahakan—itu adalah pemberian cuma-cuma dari-Nya yang Dia rindukan untuk kita terima. 

Dia menjadi standar seperti apa seharusnya para ayah di bumi ini. Dan Dia memelihara kita dengan cara yang lembut dan kebapakan. Kita mungkin tidak tahu apa yang akan kita hadapi, tetapi kita dapat percaya penuh kepada-Nya. Dia layak untuk itu. 

Bersandar dan istirahatlah dalam pelukan nyaman Bapa Surgawi Anda. Luangkan waktu untuk berbicara dengan-Nya dan dengarkan bimbingan-Nya saat Anda membawa kekhawatiran dan sukacita yang Anda rasakan kepada-Nya.


Bagaimana Anda dapat peduli pada orang lain seperti Tuhan peduli pada Anda?
Saya dapat menguatkan teman yang sedang mengalami masa sulit.
Saya dapat meluangkan waktu untuk membantu orang yang membutuhkan.
Saya dapat membantu keperluan di komunitas saya.


Tuhan, Engkau peduli pada mereka yang mungkin bergumul dengan keberadaan mereka.
Terima kasih Engkau telah menyambut setiap orang ke dalam Kerajaan dan keluarga-Mu. Tolonglah agar aku peka terhadap mereka yang membutuhkan kasih dan perhatian. Ajarilah aku bagaimana menawarkan kasih yang sama seperti yang Engkau berikan.
Dalam nama Yesus, Amin.

Tuhan peduli kepada mereka yang terluka dan rentan, dan kita juga seharusnya.
Siapa kenalan Anda yang butuh kasih dan dukungan? Baik fisik, emosional, atau keuangan, berusahalah untuk membantu-dalam nama Yesus.

Selasa, 30 September 2025

Serahkan Perbuatanmu

"Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu." Amsal 16:3 TB

Kedengarannya cukup sederhana, menyerahkan pekerjaan Anda kepada Tuhan. Tapi itu membutuhkan upaya yang disengaja, penyerahan terus-menerus, dan kepercayaan yang tulus.

Di sepanjang Firman Tuhan, kita melihat segala jenis pekerjaan: bertani, membangun, menjadi pendeta, mengasuh anak, memancing, menjadi dokter, memimpin, merancang, menyanyi, menulis, menjadi insinyur, menggembalakan, dan banyak lagi. 

Dalam suratnya kepada orang percaya di Roma, Paulus membahas bakat dan karunia ketika dia berkata:

"Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut anugerah yang diberikan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan belas kasihan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita."

Roma 12:6-8 PBTB2

Anda dapat menyerahkan pekerjaan Anda kepada Tuhan dengan:

- menghormati Dia dengan upaya Anda

- menghargai orang yang berinteraksi dengan Anda

- dengan setia mengembalikan persepuluhan

- mempromosikan kebenaran dan kasih 

- hidup dengan ramah dan murah hati

- menggunakan waktu Anda dengan bijaksana

- memanfaatkan kreativitas yang diberikan Tuhan untuk memuliakan Dia

Anda dapat menanam benih di tanah yang baik, menempatkannya di sinar matahari yang ideal, dan menyiraminya secara konsisten, tetapi—di atas semuanya—Tuhanlah yang memberi Anda benih dan Tuhanlah yang membuat benih itu tumbuh.

Pekerjaan kita adalah ketaatan, pekerjaan Tuhan adalah segalanya yang lain. Jadi, apa pun yang Anda lakukan, serahkan pekerjaan Anda, usaha Anda, dan hidup Anda kepada-Nya—dan saksikan Dia bekerja melalui Anda.


Bagaimana Anda dapat berserah kepada Tuhan hari ini?
Saya dapat melepaskan kendali masa depan.
Saya dapat meminta-Nya menghilangkan keengganan untuk mengikuti-Nya.
Saya dapat meletakkan rencana saya untuk memberi ruang bagi rencana-Nya.


Tuhan, aku ingin hidupku memuliakan-Mu. Ketika sulit bagiku menyerahkan rencanaku kepada-Mu, tolonglah aku untuk fokus pada tujuan-Mu akan masa depan. Dalam nama Yesus, Amin.


Tugas Anda adalah menaati. Selebihnya adalah tugas Tuhan.

Apapun yang Anda lakukan, persembahkanlah perkerjaan, usaha, dan hidup Anda kepada-Nya-dan lihat Ia bekerja melalui Anda.