Kencana Utama III M8 No.32 C, RT.3/RW.7, South Kembangan, Kembangan, West Jakarta City, Jakarta 11610
Kamis, 08 Oktober 2026
Tuhan, Jagalah Hatiku dan Mulutku
Rabu, 07 Oktober 2026
Mazmur 140
Shalom dan selamat pagi, Saudaraku yang dikasihi Tuhan.
Hari ini kita belajar dari Mazmur 140, sebuah doa Daud ketika ia berada dalam tekanan dan menghadapi orang-orang yang berniat jahat kepadanya.
Mazmur 140:2 berkata, “Luputkanlah aku, ya TUHAN, dari pada manusia jahat, jagalah aku terhadap orang yang melakukan kekerasan.”
Saudaraku, ada masa dalam hidup ketika kita tidak tahu harus menghadapi siapa, harus menjelaskan apa, bahkan kita merasa tidak berdaya menghadapi perkataan dan tindakan orang lain. Kadang yang menyakitkan bukan masalahnya, tetapi orangnya. Kita bisa terluka karena fitnah, perkataan yang tidak benar, perlakuan yang tidak adil, atau seseorang yang sengaja menjatuhkan kita.
Tetapi Daud mengajarkan sesuatu yang sangat penting: jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Bawalah semuanya kepada Tuhan.
Daud tidak berkata, “Tuhan, berikan aku kekuatan untuk membalas.” Tetapi ia berkata, “Luputkanlah aku, ya TUHAN.”
Artinya, Daud sadar bahwa perlindungan sejati bukan berasal dari kemampuan dirinya, tetapi dari Tuhan.
Mungkin hari ini Saudara sedang menghadapi orang yang sulit. Mungkin ada perkataan yang masih terngiang di hati. Mungkin ada ketidakadilan yang belum selesai. Jangan biarkan kepahitan menguasai hati Saudara.
Mazmur 140:13 berkata, “Aku tahu, bahwa TUHAN akan memberi keadilan kepada orang tertindas, dan membela perkara orang miskin.”
Saudaraku, Tuhan melihat apa yang tidak dilihat manusia. Tuhan mengetahui apa yang tidak bisa kita jelaskan. Dan Tuhan sanggup membela kita dengan cara-Nya sendiri.
Karena itu, tetaplah tenang. Tetaplah setia. Jangan berhenti berbuat baik. Serahkan pembalasan kepada Tuhan.
Hari ini katakan dalam hati: “Tuhan, aku tidak mau hidup dalam ketakutan dan kepahitan. Jagalah hatiku, lindungi langkahku, dan biarlah Engkau yang menjadi pembelaku.”
Sebab ketika Tuhan menjadi tempat perlindungan kita, kita tidak perlu takut menghadapi manusia. Tuhan yang menjaga kita adalah Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita.
Amin.
Mazmur 139,
Shalom, Saudaraku yang dikasihi Tuhan.
Hari ini kita belajar dari Mazmur 139, sebuah firman yang sangat pribadi. Daud berkata, “TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku.”
Saudaraku, ada kalanya kita merasa tidak ada seorang pun yang benar-benar mengerti kita. Ada pergumulan yang tidak sanggup kita ceritakan kepada siapa pun. Ada air mata yang kita sembunyikan. Ada kelelahan yang hanya kita rasakan sendiri.
Tetapi Mazmur 139 mengingatkan kita: Tuhan mengenal kita sepenuhnya.
Tuhan tahu ketika kita duduk dan ketika kita berdiri. Tuhan mengerti pikiran kita dari jauh. Bahkan sebelum perkataan keluar dari lidah kita, Tuhan sudah mengetahuinya.
Artinya, kita tidak pernah menjalani hidup ini sendirian.
Daud juga berkata, “Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?” Bahkan ketika berada dalam kegelapan, bagi Tuhan kegelapan itu tidak gelap.
Mungkin hari ini Saudara sedang berada dalam masa yang tidak mudah. Mungkin pelayanan terasa berat, pekerjaan melelahkan, keluarga sedang menghadapi pergumulan, atau doa yang Saudara naikkan belum mendapatkan jawaban.
Tetapi dengarkan baik-baik: Tuhan tidak pernah kehilangan Saudara dari pandangan-Nya.
Dan yang paling menyentuh, Daud berkata, “Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib.”
Jangan membenci dirimu. Jangan merasa hidupmu tidak berarti. Tuhan membentukmu dengan maksud-Nya.
Karena itu, hari ini datanglah kepada Tuhan apa adanya. Tidak perlu berpura-pura kuat. Tidak perlu menyembunyikan luka. Biarkan Tuhan menyelidiki hati kita dan memimpin jalan hidup kita.
Mari kita berkata seperti Daud:
“Tuhan, Engkau mengenal aku. Engkau tahu kelemahanku, Engkau tahu air mataku, Engkau tahu masa depanku. Pegang hidupku dan tuntun aku di jalan yang kekal.”
Saudaraku, kalau Tuhan mengenal kita sepenuhnya, kita tidak perlu takut menghadapi hari esok. Karena Dia yang mengenal kita adalah Dia yang menyertai kita.
Amin.
Selasa, 06 Oktober 2026
TUHAN TIDAK PERNAH MENINGGALKAN KITA
Shalom dan selamat pagi Saudaraku yang dikasihi Tuhan.
Hari ini kita belajar dari Mazmur 138. Daud berkata, “Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku.” Perhatikan, Daud tidak berkata, “Aku bersyukur karena hidupku selalu mudah.” Tetapi ia bersyukur karena ia tahu siapa Tuhan yang menyertainya.
Saudaraku, mungkin hari ini ada di antara kita yang sedang menghadapi pergumulan. Ada doa yang belum dijawab, ada masalah keluarga, pekerjaan, kesehatan, keuangan, bahkan ada pergumulan yang tidak sanggup kita ceritakan kepada siapa pun. Kita tersenyum di depan orang lain, tetapi ketika sendirian, hati kita bertanya, “Tuhan, kapan Engkau menolong aku?”
Mazmur 138:7 berkata, “Jika aku berjalan dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku.”
Ini janji Tuhan: Tuhan tidak selalu menjauhkan kita dari kesesakan, tetapi Tuhan berjanji berjalan bersama kita melewati kesesakan itu.
Dan yang lebih indah lagi, ayat 8 berkata, “TUHAN akan menyelesaikannya bagiku!”
Saudaraku, mungkin kita merasa hidup kita belum selesai. Masih ada masalah yang belum selesai, doa yang belum terjawab, pintu yang belum terbuka. Tetapi jangan menyerah. Apa yang belum selesai di tangan kita, tidak berarti belum selesai di tangan Tuhan.
Hari ini, mari belajar percaya. Ketika kita tidak mengerti jalan Tuhan, tetaplah percaya kepada hati Tuhan. Ketika kita tidak melihat pertolongan-Nya, tetaplah berpegang pada janji-Nya.
Mari katakan dalam hati: “Tuhan, aku tidak tahu bagaimana semuanya akan selesai, tetapi aku percaya Engkau yang akan menyelesaikannya bagiku.”
Sebab kasih setia Tuhan tidak pernah berubah. Dia melihat air mata kita, mendengar doa kita, dan memegang tangan kita.
Jangan berhenti berharap. Tuhan belum selesai dengan hidup kita.
Mari kita berdoa:
“Tuhan, aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Dalam setiap kesesakan, kuatkan aku. Dalam penantian, ajar aku percaya. Dan dalam setiap keadaan, biarlah aku tetap bersyukur. Aku percaya, Engkau yang akan menyelesaikannya bagiku. Dalam nama Yesus. Amin.”
Senin, 05 Oktober 2026
JANGAN LUPAKAN TUHAN DI TENGAH KEHIDUPAN
Mazmur 137
Shalom dan selamat pagi, Saudaraku yang dikasihi Tuhan.
Hari ini kita belajar dari Mazmur 137, sebuah mazmur yang lahir dari hati orang-orang Israel yang sedang berada di pembuangan Babel. Mereka kehilangan tanah air, kehilangan kebebasan, dan hidup dalam keadaan yang sangat berat.
Mereka berkata, “Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion.”
Saudaraku, mungkin hari ini keadaan kita tidak seperti mereka. Kita tidak berada di Babel. Tetapi mungkin ada “Babel” dalam hidup kita—masalah keluarga, pekerjaan, ekonomi, pelayanan, kesehatan, kekecewaan, atau doa yang belum mendapatkan jawaban.
Dan tanpa kita sadari, kita mulai kehilangan sukacita. Kita masih datang ke gereja, masih melayani, masih tersenyum, tetapi hati kita sebenarnya sedang menangis.
Yang menyentuh saya dari Mazmur ini adalah mereka berkata, “Bagaimanakah kita menyanyikan nyanyian TUHAN di negeri asing?”
Ada masa ketika kita begitu dekat dengan Tuhan. Kita bisa menyanyi dengan air mata, berdoa dengan penuh keyakinan, dan percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu. Tetapi ketika masalah datang bertubi-tubi, kita mulai bertanya, “Tuhan, mengapa Engkau diam?”
Saudaraku, jangan biarkan keadaan membuat kita melupakan Tuhan.
Orang Israel berkata, “Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, jika aku tidak menjadikan Yerusalem puncak sukacitaku.”
Artinya: seberat apa pun keadaan saya, saya tidak mau kehilangan Tuhan.
Mungkin hari ini kita sedang menangis. Tidak apa-apa. Tuhan melihat air mata kita. Mungkin kita belum melihat jalan keluar. Tidak apa-apa. Tuhan tetap bekerja.
Jangan lupakan Tuhan ketika hidup sedang sulit. Jangan hanya mencari Tuhan ketika membutuhkan pertolongan. Jadikan Tuhan tetap sebagai pusat hidup kita.
Mari katakan dalam hati:
“Tuhan, sekalipun keadaan saya berubah, kesetiaan saya kepada-Mu tidak berubah. Sekalipun saya belum melihat jawaban, saya tetap percaya. Saya tidak akan melupakan-Mu.”
Karena pada akhirnya, yang kita butuhkan bukan hanya perubahan keadaan, tetapi hadirat Tuhan di dalam keadaan kita.
Amin.
Minggu, 04 Oktober 2026
Mazmur 136
Shalom dan selamat pagi, Saudaraku yang dikasihi Tuhan.
Hari ini kita belajar dari Mazmur 136, sebuah mazmur yang berulang kali berkata: “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”
Kalimat ini bukan sekadar pengulangan. Ini adalah pengingat bagi kita bahwa di balik setiap keadaan hidup, ada kasih setia Tuhan yang tidak pernah berubah.
Saudaraku, mungkin hari ini ada yang sedang menghadapi pergumulan keluarga. Ada yang sedang memikirkan ekonomi, pekerjaan, kesehatan, atau masa depan. Mungkin kita tersenyum di depan orang lain, tetapi di dalam hati kita sedang berkata, “Tuhan, sampai kapan?”
Mazmur 136 mengingatkan kita: jangan menilai kasih Tuhan hanya dari keadaan yang sedang kita alami.
Bangsa Israel pernah melihat laut Teberau yang tidak mungkin dilewati. Tetapi Tuhan membuka jalan. Mereka pernah berada di padang gurun, tetapi Tuhan tetap memelihara. Mereka pernah menghadapi musuh, tetapi Tuhan memberikan kemenangan.
Dan ayat 23 berkata bahwa Tuhan “mengingat kita dalam kerendahan kita.”
Betapa indahnya! Ketika kita merasa dilupakan, Tuhan tidak pernah melupakan kita. Ketika manusia tidak melihat air mata kita, Tuhan melihat. Ketika kita merasa sendirian, Tuhan tetap hadir.
Karena itu, hari ini jangan hanya bersyukur ketika semuanya baik. Belajarlah berkata, “Tuhan, sekalipun aku belum mengerti jalan-Mu, aku tetap percaya kepada kasih setia-Mu.”
Mari kita katakan bersama-sama:
“Tuhan, terima kasih untuk kasih setia-Mu. Dalam suka maupun duka, dalam kelimpahan maupun kekurangan, dalam kesehatan maupun kelemahan, aku percaya Engkau tetap baik. Kasih setia-Mu untuk selama-lamanya.”
Saudaraku, keadaan bisa berubah. Manusia bisa berubah. Perasaan kita bisa berubah. Tetapi kasih setia Tuhan tidak pernah berubah.
Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Amin.
Jumat, 02 Oktober 2026
Mazmur 135.
Shalom dan selamat pagi, Saudaraku yang dikasihi Tuhan.
Hari ini mari kita belajar dari Mazmur 135. Mazmur ini mengingatkan kita untuk memuji Tuhan bukan hanya ketika hidup kita baik, tetapi karena Tuhan memang layak dipuji.
Mazmur 135:3 berkata, “Pujilah TUHAN, sebab TUHAN itu baik, bermazmurlah bagi nama-Nya, sebab nama itu indah!”
Saudaraku, mungkin hari ini keadaan kita tidak semuanya baik. Ada yang sedang menghadapi masalah keluarga, pekerjaan yang belum selesai, keuangan yang berat, tubuh yang lemah, atau doa yang sampai hari ini belum mendapatkan jawaban.
Tetapi Mazmur 135 mengajar kita: jangan biarkan keadaan menentukan apakah kita akan memuji Tuhan atau tidak.
Mengapa? Karena kebaikan Tuhan tidak berubah hanya karena keadaan kita berubah.
Ketika kita melihat kembali perjalanan hidup kita, ada begitu banyak pertolongan Tuhan yang mungkin sering kita lupakan. Kita pernah berada dalam masalah, tetapi Tuhan membuka jalan. Kita pernah menangis, tetapi Tuhan memberikan kekuatan. Kita pernah merasa tidak sanggup, tetapi Tuhan menopang kita sampai hari ini.
Mazmur 135 juga mengingatkan bahwa berhala-berhala manusia tidak dapat berbuat apa-apa, tetapi Tuhan adalah Allah yang hidup, berkuasa, dan sanggup melakukan apa yang dikehendaki-Nya.
Karena itu, Saudaraku, jangan hanya mencari tangan Tuhan—carilah Tuhan sendiri. Jangan hanya datang kepada Tuhan ketika membutuhkan pertolongan. Belajarlah datang kepada-Nya karena kita mengasihi Dia.
Hari ini mungkin belum semua doa kita terjawab. Belum semua masalah selesai. Tetapi satu hal pasti: Tuhan tetap baik, Tuhan tetap setia, dan Tuhan tetap memegang hidup kita.
Mari katakan dalam hati:
“Tuhan, sekalipun aku belum mengerti jalan-Mu, aku tetap mau memuji-Mu. Sekalipun aku sedang menangis, aku tetap percaya kepada-Mu. Karena Engkau baik, dan kasih setia-Mu untuk selama-lamanya.”
Mari kita belajar menjadi pribadi yang tidak mudah lupa kepada Tuhan. Di saat senang kita memuji-Nya, di saat susah kita tetap mencari-Nya, dan di setiap keadaan kita tetap percaya kepada-Nya.
Pujilah Tuhan, karena Dia baik. Nama-Nya indah, kasih-Nya setia, dan hidup kita ada di dalam tangan-Nya. Amin.