Fanny Crosby menulis lebih dari 8.000 lagu rohani. Meskipun buta sejak usia 6 minggu, ia tidak mempersalahkan Tuhan atas hal itu.
Suatu kali seorang hamba Tuhan berkata kepadanya, "Sayang sekali ya, Sang Pencipta tidak memberi Anda penglihatan, padahal Dia memberikan banyak sekali karunia lain pada Anda." Fanny menjawab, "Tahukah Anda, seandainya pada saat lahir saya bisa mengajukan permohonan, saya akan meminta agar dilahirkan buta?" Hamba Tuhan itu terkejut. "Mengapa?" tanyanya. "Karena bila saya naik ke surga nanti, wajah pertama yg akan saya lihat adalah wajah Sang Juru Selamat!" Sungguh sebuah hati yg berlimpah dengan rasa syukur.
Paulus mendorong jemaat di Efesus, agar hidup sebagai anak Tuhan, antara lain dengan mengucap syukur atas segala sesuatu (Ef. 5:20). Mengucap syukur "atas segala sesuatu", bukan nasihat yg mudah, mengingat kesesakan yg sedang dialami sendiri oleh Paulus saat menulis surat ini (Ef. 3:13). Bagi Paulus, mengucap syukur merupakan bagian proses pertumbuhan anak2 Tuhan, untuk menjadi makin serupa dengan Kristus.
Mengucap syukur tidak hanya menunjukkan seseorang mengalami berkat Allah, tetapi juga menunjukkan kepercayaan yg penuh kepada Allah, yakin bahwa Dia tahu yg terbaik.
Saudaraku, bagaimana dengan ucapan syukur dalam hidup kita? Mengucap syukur atas segala sesuatu, berarti lebih dari sekadar ungkapan sukacita, ucapan syukur kita menjadi ungkapan iman, bahwa di dalam segala keadaan Allah senantiasa bekerja, berkarya, & memberikan yg terbaik. "Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah & Bapa kita" (Ef. 5:20)