Selasa, 29 April 2025

IMAN MELIHAT MASA DEPAN

Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yg tdk memperoleh apa yg dijanjikan itu, tetapi yg hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya”  Ibrani 11:13


Kita memang tdk melihat setiap janji digenapi di masa hidup kita. Allah mungkin menggenapinya di zaman lain. 


Nenek moyang (para orang kudus) tdk melihat Kristus dlm zaman hidup mereka. Ini seharusnya menolong kita dlm kelemahan lazim yg diperangi orang percaya. 


Kita patut bersyukur atas apa yg kita miliki walaupun kita tdk memperoleh semua yg kita inginkan. 


Nenek moyang kita tdk menerima penggenapan janji – tetapi mereka dipenuhi rasa syukur dan kegembiraan, dan telah meninggal dlm iman sambil merangkul janji itu. 


Kita seharusnya berterima kasih atas apa yg telah kita peroleh, dan dgn puas menantikan apa yg belum kita peroleh. Inilah tabiat yg pantas bagi seorang percaya. 


Iri hati dan tamak atas apa yg belum kita miliki membuat kita kehilangan berkat-berkat atas apa yg telah kita miliki! 


Nenek moyang kita hanya melihat janji-janji dari kejauhan, telah diyakinkan oleh janji-janji itu dan merangkulnya. 


Penggenapannya terjadi pada generasi-generasi berikutnya, namun mereka telah melihatnya dgn mata iman! 


IMAN menjadikan segala sesuatu nyata dlm hal kepastian dan penghiburan. 


Allah juga mengaruniakan kita anugerah utk menguatkan iman kita selama jangka masa antara iman dan kenyataan pewujudannya. 


Ia mengaruniakan kita kesabaran dan pengharapan dan banyak anugerah indah lainnya sehingga kita dapat dgn nyaman menanti pewujudan atas apa yg telah kita percayai.


IMAN memiliki kaki utk mendatangi Kristus, tangan utk memegang Kristus, telinga utk mendengar firman Allah dan percaya, dan mata utk melihat apa yg masih jauh dan tdk kasat mata. 


IMAN melihat sorga, Kristus, dan rumah sorgawi kita. 

IMAN menembus dgn sorotan sinar yg paling tajam. 


IMAN melihat masa lalu: penciptaan, dan penebusan Kristus, penjamin kita. 


IMAN melihat masa depan: kebangkitan hingga kehidupan kekal dan kebahagiaan di sorga.


IMAN memberikan eksistensi pada benda-benda, dan kesanggupan menerobos melewati kesulitan-kesulitan. 


Tatkala kondisi kita sekarang nampak berlainan dgn janji, seolah-olah Allah tdk peduli, IMAN membuat terobosan. 


Tatkala kita meninggal, IMAN melihat kehidupan. 

Ketika kita menyadari dosa-dosa kita, IMAN melihat pengampunan. 


Ketika kita sangat kewalahan, IMAN melihat kebahagiaan dan kemuliaan!


 Yohanes 20:29b

"BERBAHAGIALAH MEREKA YANG TIDAK MELIHAT, NAMUN PERCAYA."

Senin, 28 April 2025

BERJALAN DENGAN IMAN

Tetapi tanpa iman tdk mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab siapa yg berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yg sungguh-sungguh mencari Dia.  Ibrani 11:6


Berjalan dgn iman berarti mempercayai Allah yg kita sembah, percaya dgn apa yg difirmankan-Nya, dgn apa yg sudah dan akan diperbuat-Nya bagi kita. 


Iman adalah inti hidup ke-Kristenan dari hari ke hari. Rasul Paulus mengingatkan, “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia” (Kol 2:6). 


Sebagaimana kita dahulu menerima Kristus dgn iman, maka kita seharusnya juga berjalan dlm iman dari hari ke hari meliputi cara kita berpikir dan pengambilan keputusan dlm hidup kita.


Iman akan teruji dan semakin bertumbuh pada saat persoalan terjadi dlm perjalanan hidup. 


Di tengah tekanan yg sulit, kita diingatkan utk tetap berdiri teguh, mempercayai kuasa Tuhan dan janji-Nya. 


Apakah kita tetap berjalan dlm iman kepada Allah sekalipun berbagai ujian menimpa hidup kita? 


Apakah kita tetap percaya bahwa Allah sanggup melakukan sesuatu yg besar dlm hidup kita? 


Di tahun ini, kita tdk tahu bagaimana perjalanan hidup kita ke depan, tetapi sebagai orang percaya kita harus mengimani kasih setia Tuhan tdk pernah berubah Dia akan terus menyertai kita selama-lamanya..  


Oleh sebab itu, Percayakanlah hidup kita pada Tuhan, maka Ia sendiri akan bertindak. 

Minggu, 27 April 2025

IMAN YANG RAGU

 ”Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yg tdk melihat, namun percaya." Yohanes 20:29


Pasca kematian Yesus di kayu salib iman murid-murid Yesus menjd sangat terguncang. Salah satunya adalah Tomas, yg memilih utk meninggalkan persekutuan yg biasa diadakan di suatu tempat bersama dgn murid-nurid lainnya.  


”Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yg disebut Didimus, tdk ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ."  (Yoh 20:24).

          

Tomas tdk lagi hadir karena terguncang imannya dan frustasi, karena beranggapan bahwa kematian Yesus di kayu salib adalah akhir segalanya.


Bahkan ketika murid-murid lainnya menceritakan perihal kebangkitan Yesus kepadanya ia bersikap skeptis dan sama sekali tdk percaya.


Tomas pun berkata, "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dlm bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dlm lambung-Nya, sekali-kali aku tdk akan percaya."  (Yoh. 20:25b).


Tomas butuh bukti konkret utk percaya.  Begitu mudahnya iman Tomas memudar, padahal ketika masih bersama-sama Yesus ia mendengar sendiri apa yg dikatakan Yesus bahwa Ia akan mati disalibkan dan bangkit dari kubur pada hari yg ketiga.

      

Apa yg menyebabkan Tomas ragu?  Karena konsep pemahaman Tomas tentang Mesias masih terkontaminasi atau terpengaruh dgn ajaran Yudaisme yg menyatakan bahwa Mesias akan datang dlm semarak dan penuh kemegahan, bukan kesederhanaan.  


Sementara Tuhan Yesus datang sebagai hamba yg sederhana dan malah harus menderita, dan mati secara memalukan di kayu salib.


Ternyata 3,5 tahun diajar dan hidup bersama dgn Yesus tdk cukup bagi Tomas mengenal pribadi-Nya secara benar.  


Namun begitu Yesus datang kepada Tomas secara pribadi dan menampakkan diri kepadanya, serta berkata, ”Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dlm lambung-Ku dan jangan engkau tdk percaya lagi, melainkan percayalah."  (Yoh 20:27) 


Seketika itu juga barulah Tomas percaya dan berseru, ”Ya Tuhanku dan Allahku!"  (Yoh. 20:28).

Kamis, 24 April 2025

Kerendahan Hati

 ”Bersorak-soraklah dgn nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai  puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yg muda."

Zakharia 9:9


 KELEDAI LAMBANG KERENDAHAN HATI


Ayat hari  ini menceritakan tentang kerendahan hati Yesus.


Keledai  tubuhnya lebih kecil dari kuda serta bertelinga agak panjang.


Meski kecil keledai memiliki tenaga yg cukup kuat dgn pergerakan kaki yg cukup lincah, tapi berperangai agak bengal.


Hal ini mungkin disebabkan oleh instingnya utk melindungi diri yg sangat kuat;  namun begitu manusia sudah berhasil menaklukkannya maka si keledai akan gampang menurut.


Ukuran tubuh keledai sangat bervariasi tergantung jenisnya, dgn tinggi berkisar antara 79 cm hingga 160 cm.  


Usia harapan hidup keledai pekerja di negara berkembang sekitar 12 hingga 15 tahun, namun keledai yg hidup di negara maju dapat hidup hingga usia 30 bahkan 50 tahun.

              

Penggunaan keledai sebagai hewan tunggangan atau pengangkut beban sudah lazim di kalangan bangsa Israel, di mana para penggembara miskinlah yg lebih lazim menunggangl keledai.


Karena itu keledai terkesan sebagai sarana angkutan bagi rakyat kalangan bawah.


Namun nabi Zakharia telah menubuatkan bahwa kedatangan Sang Mesias justru dgn mengendarai seekor keledai.


Ini sangat kontras sekali dgn pemimpin-pemimpin atau raja-raja dunia yg kebanyakan menunggang kuda perang sehingga menimbulkan kesan mewah, megah, gagah dan berkuasa.


Tatkala memasuki kota Yerusalem Tuhan Yesus justru datang dgn mengendarai seekor keledai betina yg muda, jauh dari kesan megah dan mewah.


Ini semakin menegaskan tentang prinsip kerendahan hati dan wujud kepedulian Kristus terhadap umat kalangan bawah.

           

Yesus Kristus rela meninggalkan kemuliaan sorgawi utk datang ke dunia dgn satu misi yaitu membawa damai dan menyelamatkan orang-orang berdosa.

       

Oleh sebab itu,

“Mari kita datang kepada Yesus dan belajarlah kepada-Nya, karena Dia lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan." (Mat 11:29)

Dikasihi tanpa syarat

KAMU MASIH RAGU TUHAN MENGASIHI KAMU?
LIHAT KE KAYU SALIB.


Pernah merasa nggak layak?
Pernah mikir, “Tuhan masih sayang aku nggak ya?”

Jawabannya sudah ada di salib.
Salib bukan cuma simbol, itu demonstrasi kasih Tuhan yang paling nyata!


"Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa."  Roma 5:8 (TB)


Tuhan gak nunggu kamu sempurna baru dikasihi.

Waktu kita masih hancur, gagal, dan penuh dosa,  Yesus sudah memilih disalibkan demi kita.


✔ Salib itu bukti, bukan teori.

✔ Kasih Tuhan itu tindakan, bukan hanya kata-kata.

✔ Kamu dikasihi—bukan karena kamu baik, tapi karena Dia baik!


"Salib adalah surat cinta Tuhan yang ditulis dengan darah-Nya sendiri."


Kadang kita merasa Tuhan jauh… padahal salib sudah membuktikan betapa dekat dan besarnya kasih-Nya.

Bukan karena kamu rajin pelayanan, bukan karena kamu baik hati, tapi karena Dia memilih mengasihi, bahkan ketika kita tidak layak.


➡ Jangan ukur kasih Tuhan dari keadaan.

➡ Ukurlah kasih Tuhan dari apa yang sudah Dia lakukan di Golgota.

➡ Kalau kamu butuh pengingat, lihat salib dan katakan dalam hati: “Aku dikasihi tanpa syarat.”


"Salib membungkam semua keraguan tentang cinta Tuhan, karena kasih sejati tidak hanya dikatakan, tapi dikorbankan."


Tuhan Yesus mengasihi kamu.
Jangan lupa bersyukur. 

Selasa, 22 April 2025

KEBANGKITAN KRISTUS BUKTI

 ”Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit."

Lukas 24:5-6a


KEBANGKITAN KRISTUS BUKTI KEBENARAN AJARAN-NYA 


Istilah kebangkitan berasal dari kata bahasa latin  yg artinya dibangkitkan.

Dlm Perjanjian Baru istilah kebangkitan berarti melepaskan tubuh dari kematian, yg artinya tubuh dihidupkan kembali.

Kebangkitan Kristus merupakan suatu konfirmasi tentang kebenaran ajaran-ajaran-Nya.


Salah satu pernyataan nubuatan Kristus tentang kebangkitan-Nya adalah ketika Ia menyebut tanda ajaib nabi Yunus:

”Sebab seperti Yunus tinggal di dlm perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dlm rahim bumi tiga hari tiga malam."  (Mat 12:40).


Hal itu menunjukkan bahwa semua yg Kristus sampaikan tentang kematian-Nya dan juga kebangkitan-Nya telah digenapi secara tepat.

            

Pernyataan bahwa,

”…..Ia telah bangkit." (ayat nas).

adalah hal terpenting dlm kehidupan kekristenan.


Mengapa?  Sebab tanpa kebangkitan Kristus maka keselamatan hanyalah isapan jempol belaka dan kekristenan tak lebih dari sekedar agama.


Rasul Paulus menegaskan:

"...andaikata Kristus tdk dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu."  (1Kor 15:14)  dan  "...jika Kristus tdk dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dlm dosamu."  (1Kor 15:17).


Benarkah Kristus telah bangkit?  Tak perlu disangsikan.

Kubur yg kosong adalah buktinya:

”Mengapa kamu mencari Dia yg hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit.


Ingatlah apa yg dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yg ketiga." (Lukas 24:5-7).

            

Peristiwa kebangkitan Kristus ini adalah deklarasi kepada dunia bahwa tdk ada satu pun kuasa yg dapat menghalangi janji firman-Nya dan juga rencana-Nya. 


Siapa pun manusia dan sehebat apa pun karyanya semua pasti berakhir pada kematian, namun berbeda dgn Kristus, karya-Nya tdk berakhir dgn kematian, melainkan Ia telah bangkit pada hari yg ketiga.


Jadi kebangkitan-Nya adalah bukti bahwa kuasa maut telah dikalahkan-Nya!

Firman Tuhan katakan:

“…….maut tidak berkuasa lagi atas Dia."  (Roma 6:9).

         

Oleh sebab itu, PERCAYALAH bahwa: “Kristus telah bangkit!  Bukti bahwa Dia adalah Tuhan yg hidup dan berkuasa.”

Senin, 21 April 2025

Lebih Intim Sama Tuhan Yesus

Banyak orang bilang, “Aku sayang Tuhan…”

Tapi pertanyaannya: seberapa dekat hubunganmu dengan-Nya?

Bukan soal seberapa sering kamu ke gereja, tapi… apakah kamu kenal hati-Nya?


Kedekatan dengan Tuhan gak terjadi dalam semalam. Tapi bisa dibangun tiap hari.

Mau tahu caranya?


"Dekatlah kepada Allah, dan Ia akan dekat kepadamu."  Yakobus 4:8a (TB)


Yes, kuncinya adalah kamu yang ambil langkah dulu.
Tuhan gak pernah menutup diri, Dia menunggu kamu untuk datang lebih dekat.


Tips supaya lebih intim dengan Tuhan:

- Sediakan waktu pribadi setiap hari untuk doa dan baca firman.

- Jujur dalam doa, bukan pakai kata-kata indah, tapi bicara dari hati.

- Lakukan firman, karena ketaatan itu bahasa cinta kepada Tuhan.


"Hubungan paling indah bukan yang banyak bicara, tapi yang saling mendengar dan mengerti hati masing-masing, seperti kamu dan Tuhan."


Mari kita buka hati lebih lagi buat Yesus.

Minta Kepada Tuhan Yesus utk lebih dekat denganNya, untuk mengenal dan mencintai Tuhan lebih dari segalanya.

Bangun kedekatan, bukan sekadar rutinitas.
Tuhan Yesus memberkati!