Jumat, 29 Agustus 2014

Loving GOD and Loving people impacting the world.


1 Yohanes 4:16-21
Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.
Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.
Tuhan memberkati.

Doa yg dikabulkan


Salah 1 tanda orang yg diberkati adalah orang yg suka berdoa, karena orang yg bnyk berdoa memiliki bnyk berkat sedangkan sedikit berdoa memiliki sedikit berkat. Doa merupakan kekuatan utk menyatakan yg tdk ada menjadi ada.

Jika kt menjalani perjalanan ketanah perjanjian maka kt akan dibawa ke gereja Sampah yg terletak di Kairo, dinamakan gereja sampah karena merupakan tempat pembuangan sampah. Pada dinding gereja tersebut, terdapat sebuah gambar bnyk orang yg menunjuk kpd sebuah gunung.

Dlm sejarahnya, para musafir Mesir menantang orang Kristen yg dlm Firman Tuhan dikatakan dpt memindahkan gunung, utk memindahkan gunung Mutaham, jika gunung itu tdk dpt bergeser, maka mereka akan dipancung. Para orang Kristen meminta waktu 3 hari utk berdoa & berpuasa. 3 hari mereka berdoa tdk terjadi sesuatu apapun, akhirnya mereka dikumpulkan dlm sebuah lapangan utk dipancung karena tdk dpt membuktikan bahwa Tuhan Yesus adalah Allah yg hidup.

Saat akan menjalankan hukum pancung, maka sang pastur meminta utk berdoa kembali bersama2 orang Kristen lainnya. Satu dua kali mereka berdoa, tdk terjadi apa2, tapi ke3 kali mereka berseru kpd gunung itu, maka terjadi gempa bumi yg kuat & gunung itu pun bergeser beberapa kilometer dari tempatnya semula. Allah membuktikan kuasaNya bagi orang2 percaya & juga para musafir, bahkan beberapa musafir itu bertobat & menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan & Juru S'lamat pribadinya.

Bnyk orang percaya sdh kurang berdoa & meminta kpd Tuhan. Mulut hanya digunakan utk bekerja tapi tdk pernah berkata2 menjalin komunikasi kpd Tuhan. Tuhan ingin agar kt memiliki hubungan yg baik & intim kpd Tuhan sehingga berkat2 yg dimiliki Bapa dpt mengalir bagi anak2Nya.

Bagaimana agar kt dpt memiliki hubungan yg intim & segala keinginan kt dikabulkan oleh Tuhan?

Haleluya, kasih karunia Tuhan menyertai kita semua Amin

Kamis, 28 Agustus 2014

Bertumbuh dalam Penderitaan



Setiap orang di dalam dunia ini mengalami apa yang dinamakan pertumbuhan baik secara fisik maupun rohani.
Secara fisik misalnya seseorang mengalami proses dari bayi, anak-anak, remaja, pemuda, menikah, memiliki anak dan menjadi orang tua. Dari segi pendidikan seseorang bertumbuh mulai dari Playgroup, TK A, TK B, SD, SMP, SMA dan Universitas.

Sama halnya dengan pertumbuhan fisik, rohani kita juga mengalami pertumbuhan yaitu dengan adanya ujian demi ujian, untuk membuat iman kita bertumbuh. Hal ini dikarenakan dan dikatakan dalam Matius 16:24 bahwa" setiap orang yang mau mengikut Yesus, ia harus menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Aku." dengan demikian perjalanan mengikut Yesus tidaklah mudah, dan ada kalanya kerikil-kerikil tajam dalam hidup kita harus kita lewati.
Tuhan tidak pernah menjanjikan langit akan tampak biru terus akan tetapi ada kalanya langit akan tampak gelap.

Menyangkal diri memiliki pengertian rela melepaskan keinginan daging atau hawa nafsu dunia yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Contoh: kemarahan, iri hati, dengki, dan lainnya. Memikul salib memiliki pengertian rela menderita demi mengikut Yesus dan memberitakan Injil. misalnya Petrus, seorang yang antusias dalam mengikut yesus, namun ia pernah juga jatuh yaitu menyangkal Yesus 3x namun pada akhirnya ia bangkit dan setia melayani Tuhan, dan pada akhirnya Petrus mati dengan cara sama seperti Yesus mati yaitu disalib terbalik.
Contoh lain: Paulus seorang penganiaya Kristen namun berubah menjadi orang yang setia melayani Tuhan dan bahkan dalam perjalanan melayani Tuhan, ia harus mengalami karam kapal dan dipenjara, Stefanus mati karena mempertahankan imannya dan memberitakan Injil Tuhan akhirnya mati dirajam batu, dan lain-lain.

Ada macam-macam penderitaan:

1. Penderitaan karena diri sendiri misalnya menderita karena menjadi penjahat dan sakit karena tidak menjaga kebersihan dan diri sendiri.

2. Penderitaan karena Iblis, contohnya adalah Ayub yang dicobai

3. Penderitaan karena memberitakan Injil dan melayani Yesus.

4. Penderitaan karna faktor lingkungan misalnya narkoba, pergaulan bebas dan lainnya


Sikap yang harus dilakukan dalam menghadapi penderitaan:

1. Diam dan tenanglah (I Petrus 4:7)artinya menguasai diri dan jadilah tenang, berserah pada Tuhan supaya kita dapat berdoa.

2. Dalam I Petrus 4:12, intiya adalah jangan takut dan jangan gentar ini disebabkan Allah beserta kita.

3. Dalam I Petrus 4:13-14, intinya adalah bersukacita di tengah penderitaan.
Kebanyakan orang bahagia jika ia hidup dalam keadaan tenang akan tetapi jika ia kehilangan orang yang dikasihinya, sulit bagi kita untuk bersukacita.
Bersukacita disini bukan berarti tertawa di tengah kesedihan akan tetapi bisa menerima masalah itu dan kuat menghadapi penderitaan.


Penderitaan, masalah, pergumulan janganlah menjadi bumerang bagi kita, tetapi justru harus bertumbuh dalam penderitaan. Tips Cara bertumbuh dalam penderitaan yang menimpa hidup kita (Roma 5:3-5):

a. Bertekun dalam penderitaan artinya tidak lari dari masalah dan menghadapi masalah dengan bertekun dalam Tuhan.

b. Bertahan artinya tahan uji. Tahan uji adalah satu peristiwa dimana seseorang tidak mundur dalam imannya pada Tuhan atau menyalahkan Tuhan saat masalah datang.

c. Berterima kasih artinya bersyukur dan menerima segala sesuatu yang terjadi dan tidak bersungut-sungut.

d. Berharap, artinya mempercayakan penderitaan itu pada Tuhan.

"BOLA KARET"



Brian Dyson, mantan eksekutif Coca Cola, pernah menyampaikan pidato yg sangat menarik,
"Bayangkan hidup itu seperti pemain akrobat dgn lima bola di udara.

Anda bisa menamai bola itu dgn sebutan:

<3 Pekerjaan

<3 Keluarga

<3 Kesehatan

<3 Sahabat, dan

<3 Semangat

Anda semuanya hrs menjaga semua bola itu tetap di udara dan jgn sampai ada yg terjatuh.

Kalaupun situasi mengharuskan Anda melepaskan salah satu diantara lima bola tsb, lepaskanlah Pekerjaan krn pekerjaan adalah BOLA KARET.

Pada sa'at Anda menjatuhkannya, suatu sa'at ia akan melambung kembali, namun 4 bola lain seperti: Keluarga, Kesehatan, Sahabat dan Semangat adalah BOLA KACA.

Jika Anda menjatuhkannya, akibatnya bisa sangat fatal!

Brian Dyson mencoba mengajak kita hidup secara seimbang.

Pada kenyataannya, kita terlalu menjaga Pekerjaan yg mana adalah bola karet, bahkan kita mengorbankan Keluarga, Kesehatan, Sahabat dan Semangat demi menyelamatkan bola karet tsb.

Demi uang atau pekerjaan, kita mengabaikan keluarga.

Demi meraih sukses dlm pekerjaan, kita jadi workaholic dan tdk memperhatikan Kesehatan.

Bahkan demi uang atau pekerjaan, kita rela menghancurkan hubungan dgn Sahabat yg telah kita bangun bertahun thn lamanya.

Bukan berarti pekerjaan tdk penting, jgn sampai pekerjaan atau uang menjadi BERHALA dlm hidup kita.

Ingatlah, kalaupun kita kehilangan uang masih bisa kita cari lagi, tapi jika Keluarga sdh terjual, kemana kita membelinya lagi?

Gbu

Selasa, 26 Agustus 2014

Tekun Menjadikan Hidup Lebih Baik


SETIAP pekerjaan atau karya menuntut suatu kesungguhan
hati. Ketekunan menjadi sarana untuk meraih kesuksesan
dalam hidup.
Anda pernah menyaksikan burung-burung yang sedang
membuat sarang untuk meletakkan telur-telur mereka?
Bagaimana mereka mengambil satu per satu daun-daun
kering, dahan-dahan di pohon atau di tanah?
Burung membuat sarangnya dari ranting, daun atau bahan-
bahan lain. Kadang bahan-bahan itu juga diambil dari
tempat yang cukup jauh. Tak jarang, karena cuaca buruk
atau ulah hewan dan manusia, sarang itu rusak. Tapi
mereka akan tetap kembali membangun sarang mereka
sampai induk burung bertelur.
Burung itu melakukan dengan penuh ketekunan. Satu per
satu mereka menggigit daun-daun kering itu. Lantas mereka
membawanya terbang menuju tempat untuk membuat
sarang. Ketika ada daun atau dahan kecil yang jatuh,
mereka akan kembali lagi untuk mengambilnya.
Kalau kita amati dengan cermat, burung-burung itu tidak
lakukan sendirian. Bukan hanya sang betina saja yang
lakukan itu. Tetapi si jantan pun membantu si betina untuk
mendapatkan daun-daun atau dahan-dahan kecil yang
kering itu. Dengan cara begitu, sarang dengan cepat
terbangun.
Saat mengeram, ada banyak jenis burung yang mengeram
bergantian. Burung merpati, misalnya, secara bergantian
mengerami telur. Mula-mula sang betina mengeram. Lalu
sang jantan menggantikannya. Mereka lakukan seperti itu
hingga sang telur menetas.
Sahabat, pernahkah Anda belajar dari kesetiaan dan
ketekunan burung-burung? Atau Anda malah merasa gengsi
Anda turun, kalau belajar dari kebiasaan baik burung-
burung itu? Tentu saja Anda akan setuju, kalau nilai-nilai
yang baik dari burung-burung itu menjadi inspirasi bagi
hidup kita.
Kisah di atas mau menampakkan kepada kita bahwa suatu
ketekunan dan kerja sama yang baik akan menghasilkan
sesuatu yang berguna bagi kehidupan. Suatu karya, apa pun
bentuknya, akan berhasil dengan baik, kalau dilakukan
dengan kesungguhan hati. Ketekunan menjadi hal yang
mendorong orang untuk menuntaskan suatu karya yang
sudah dimulai.
Namun orang juga mesti sadar bahwa suatu karya yang
baik dibangun dari kerja sama dengan berbagai pihak.
Tanpa kerja sama, suatu karya akan mudah mati dan tak
berdaya. Dalam kebersamaan itu orang membuka hatinya
untuk mengakui keterbatasan dirinya. Orang mesti
membutuhkan bantuan dari orang lain untuk melengkapi
dirinya.
Orang beriman mesti tekun dalam karya yang ditanganinya,
apa pun karya itu. Jangan melihat besar atau kecilnya suatu
karya. Suatu karya, sekecil apa pun, akan menjadi besar
ketika dikerjakan dengan kesungguhan hati.
Mari kita belajar dari burung-burung di udara yang bahu-
membahu membangun hidup. Seorang bijaksana berkata,
“Bertanyalah kepada binatang, maka engkau akan diberinya
pengajaran, kepada burung di udara, maka engkau akan
diberinya keterangan” (Ayub 12:7).
Tuhan memberkati.

Minggu, 24 Agustus 2014

KEBAHAGIAAN


                   
Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia, tentunya Adolf Merckle, orang terkaya dari Jerman, tidak akan menabrakkan badannya ke kereta api.

Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, tentunya Michael Jackson, penyanyi terkenal di USA, tidak akan meminum obat tidur hingga overdosis.

Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia, tentunya G. Vargas, presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya sendiri.

Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia, tentunya Marilyn Monroe, artis cantik dari USA, tidak akan meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.

Jika kesehatan bisa membuat orang bahagia, tentunya Thierry Costa, dokter terkenal dari Perancis, tidak akan bunuh diri, akibat sebuah acara di televisi.

Ternyata, bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, sehatnya atau sesukses apapun hidupnya.

Tapi yang bisa membuat seseorang itu bahagia adalah dirinya sendiri... mampukah ia mau mensyukuri semua yang sudah dimilikinya dalam segala hal.

"Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti orang-orang kaya akan membeli kebahagiaan itu. dan kita akan sulit mendapatkan kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka."

"Kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti di belahan lain di bumi ini akan kosong karena semua orang akan ke sana berkumpul di mana kebahagiaan itu berada ."

Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia.
Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebahagiaan itu.

Yang kita butuhkan adalah HATI yang BERSIH dan IKHLAS serta PIKIRAN yang JERNIH, maka kita bisa menciptakan rasa BAHAGIA itu kapan pun, di manapun dan dengan kondisi apapun."

KEBAHAGiAAN itu milik "Orang-orang yang dapat BERSYUKUR."

"JIKA KAMU TIDAK MEMILIKI APA YANG KAMU SUKAI, MAKA SUKAILAH APA YG KAMU MILIKI SAAT INI."


Nikmatilah kopinya & bukan cangkirnya

Sabtu, 23 Agustus 2014

DIA yang memberi, DIA yang mengambil.



Bicara tentang kehilangan, sesungguhnya tidak ada yang dapat menandingi kepedihan Ayub.

Hartanya habis.
Kepedihannya makin bertambah ketika semua anaknya pun tewas seketika,
Bahkan kesehatannya pun hilang.

Dalam sekejap, Ayub, yang semula adalah orang yang punya apa saja, menjadi orang yang tidak punya apa2.

Dari orang yang memiliki anak menjadi ayah yang tanpa anak lagi.

Dari orang yang sehat menjadi orang yang memiliki sakit borok di sekujur tubuhnya.

Ditambah lagi dengan cibiran dari sang istri, orang yang seharusnya menjadi penolong dalam hidupnya.

Namun yang luar biasa, dari mulut Ayub tidak keluar kata-kata keluhan,
tetapi... sebuah kata pujian,
Tuhan yang memberi,
Tuhan yang mengambil,
Terpujilah nama Nya.

Ayub sadar bahwa semua yg ia miliki bukan miliknya, melainkan milik Tuhan, sehingga tatkala Dia mengambil semua yang ada pada Ayub,
Ayub tidak memprotes dan menuduh Tuhan sebagai tokoh yang kejam dan tidak adil.
Ayub percaya Tuhan akan menggantinya dengan hadiah yang sepadan.

Ada kalanya dalam hidup, kita mengalami kehilangan.
Memang tidak mudah, berat dan pedih jika kita mengalaminya.

Namun, marilah memandang semuanya itu sebagaimana Ayub memandangnya.
Supaya kita dapat menyikapi peristiwa kehilangan dengan tetap berpengharapan...,
Masih ada hadiah berkat walaupun bungkusnya tidaklah selalu indah.

Tuhan memberkati