Rabu, 29 Juni 2016

Kisah inspiratif

■ Di usia 5 tahun Ayahnya meninggal

■ Di usia 16 tahun dia berhenti bersekolah

■ Di usia 17 dia sudah dipecat 4 kali dari pekerjaan

■ Di usia 18 dia menikah

■ Di usia 18 - 22 dia menjadi konduktor dan gagal
Lalu ikutan militer dan dikeluarkan.

■ Lalu mencoba tes masuk fakultas hukum dan lagi lagi gagal :

■ DI usia 19 dia menjadi ayah.

■ Di usia 20 istrinya meninggalkannya dan mengajak serta putri nya yg masih bayi.

Dia *_bekerja di cafe kecil sebagai tukang cuci piring dan tukang masak_*

■ Dia mencoba mengambil lagi putrinya dari istrinya yg pergi meninggalkannya dan akhirnya berhasil meyakinkan istrinya untuk kembali pulang

■ Di usia 65 tahun dia pensiun dari pekerjaan
Dan di hari pertama menjadi pensiunan, dia mendapat cek dari pemerintah senilai 105 dollar.

Dia merasa pemerintah pun menganggap dia tidak bisa membiayai hidupnya sehingga harus memberi tunjangan hari tua.

*_Dia memutuskan untuk melakukan percobaan bunuh diri, karena merasa selama 65 tahun hidup , dia selalu menjadi orang gagal di bidang apapun_*

_Dia duduk di bawah pohon , menuliskan niatnya bunuh diri di secarik surat_

Tapi akhirnya dia mengurungkan niat
dan sebaliknya dia menulis

*_Apa YANG DIA MAU CAPAI_* di sisa hidupnya ini di usia yg sudah senja. _Dia sadar dia masih punya keahlian_yaitu :
*_ "MEMASAK"_*

Dia meminjam *_87 dollar_* _dengan jaminan cek nya dan membeli ayam_ *_MEMASAKnya dengan RESEPnya_*

Lalu berjualan _door to door_ dan _ditolak ribuan kali_ dari 1 rumah ke rumah lainnya di _kota_ *_KENTUCKY_*

_Ingat, di usia 65 dia sudah menyiapkan niat untuk bunuh diri_

*_Tapi di usia 88 tahun , dia menjadi Billionaire dari usaha Kentucky Fried Chicken_*

Moral cerita :
*_TIDAK PERNAH ADA KATA TERLAMBAT UNTUK MEMULAI_*

Yang penting sikapmu dan kegigihanmu.. Seberapapun gagalnya, bangkitlah terus karena nasib setiap manusia berada dalam tangan Tuhan YMK.

Semua *_kunci dan modal keberhasilan_* itu sudah *_ada di dalam dirimu sendiri_*
.
*_Temukan di dalam dirimu dan BERKARYALAH_*

_Tidak ada kata terlambat untuk bermimpi.._.

*_DAN SAAT INI KITA SAKSIKAN KOLONEL SANDERS KENTUCKY FRIED CHICKEN TEGAK BERKIBAR DI DUNIA_*🙏 "semoga bermanfaat"

Sabtu, 25 Juni 2016

Pemulihan, Bukan Kecaman

Galatia 6:1 "Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan"

Melihat bagaimana perilaku sebagian orang, mungkin Anda berpikir Alkitab mengatakan, "Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus menertawakan orang itu terlebih dahulu dan pastikan kamu menghukumnya atas dosa tersebut. Lalu sebarkan berita ini kepada orang sebanyak mungkin.

Tentu saja Alkitab tidak mengatakan hal seperti itu.
Sebaliknya Alkitab mengajarkan: "Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan (Galatia 6:1).

Ide dari Firman ini ialah untuk membesarkan hati orang-orang yang tengah dilemahkan oleh dosa, bukannya mengecam mereka.
Pesan Firman ini ialah untuk memulihkan-bukan menghancurkan-mereka.
Perhatikan, ayat ini mengatakan, "Kamu yang rohani."
Orang yang benar-benar kudus akan berusaha untuk memulihkan mereka yang tersesat.
Yakobus 5: 19-20 mengajarkan kita, "Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik, ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.

Suatu hari, kiranya Tuhan menjauhkan, itu bisa jadi Anda.
Kita tidak boleh lengah atau berpuas diri pada pencapaian rohani kita.
Seberapa pun lamanya Anda telah mengenal Tuhan, jangan berpikir bahwa Anda tidak akan terjatuh, sebab itu bisa jadi menimpa Anda.
Itu bisa terjadi pada setiap orang percaya.
Itulah mengapa, kita kiranya senantiasa bergerak maju, berjalan bersama Tuhan dan bertumbuh secara rohani. Kita pastinya tidak mau jatuh tersungkur dalam dosa.

Dan jika Anda kenal seseorang yang sedang jatuh ke dalam dosa, maka tujuan Anda haruslah untuk memulihkan, bukan untuk menghancurkan.
Tujuan Anda haruslah untuk membantu orang tersebut, sebab di lain waktu, itu bisa jadi Anda.

Seberapa pun lamanya Anda telah mengenal Tuhan, jangan berpikir bahwa Anda tidak akan terjatuh

Jumat, 24 Juni 2016

Tahukah anda... Dua Gereja Tertua dan Terunik di Kota Medan

Dua Gereja Tertua dan Terunik di Kota Medan

Kota Medan punya destinasi wisata religi berupa 2 buah gereja yang sangat menarik. Satu gereja merupakan gereja tertua di Medan, sementara satu lagi gereja namun berbentuk seperti kuil.

Medan merupakan kota Multikultural yang dihuni oleh masyarakat dari berbagai etnis dan agama, sehingga terlihat seperti Indonesia mini. Toleransi dan kerukunan antar umat beragama di kota ini juga terjaga dengan baik sehingga Kota Medan cukup pantas dijadikan sebagai destinasi wisata religi di Indonesia.

Apalagi di sini terdapat beberapa bangunan gedung ibadah yang menjadi destinasi wisata. Salah satunya adalah bangunan gereja. Di Kota Medan memang terdapat dua gereja yang menjadi destinasi wisata.

Pertama adalah Gereja Immanuel yang merupakan gereja tertua dan bersejarah di Kota Medan. Gereja yang berada tepat di depan Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Utara, di Jalan Dipenogoro Nomor 24-27, Medan ini dibangun pada tahun 1921.

Dahulu, gereja ini diberi nama Indische Kerk atau Staatskerk, tempat peribadatan bagi komunitas warga negara Belanda penganut agama Kristen Protestan, ketika kota Medan masih dibawah pengawasan pemerintahan Hindia Belanda.

Arsitektur gereja ini bergaya khas Eropa dengan gaya renaissance. Terdapat pula menara yang puncak menaranya berbentuk kubah, ciri khas bangunan peninggalan Belanda. Dinding menaranya dihiasi empat jam dinding menghadap ke empat arah yang berbeda.

Di dalamnya terdapat sebuah lonceng besi setinggi hampir dua meter buatan tahun 1922. Sayangnya sejak 1980 jam ini tidak lagi berfungsi karena tidak ada teknisi yang bisa memperbaikinya.

Kemudian yang kedua adalah Gereja Graha Maria Annai Velangkani yang merupakan gereja terunik di Kota Medan. Disebut unik karena bentuknya seperti kuil Hindu yang ada di India, bukan seperti bentuk gereja pada umumnya. Bangunan utama gereja unik ini berbentuk menara yang terdiri dari dua tingkat.

Lantai dasarnya dijadikan sebagai aula dan lantai atas dipakai sebagai ruang ibadah. Kubah gereja yang berjumlah tiga melambangkan konsep ketuhanan Trinitas dalam agama Katholik yaitu Allah, Yesus dan Roh Kudus. Sedangkan menara yang terdiri dari tujuh jenjang melambangkan tujuh tingkatan surga.

Gereja yang terletak di Taman Sakura Indah, Jl. Sakura III No. 10, Tanjung Selamat, Medan, ini dibangun mulai dari tahun 2001 dan selesai pada tahun 2005. Pembangunannya digagas oleh Pastor James Bharata Putra SJ dan diresmikan oleh Uskup Medan.

Karena gereja ini dibangun oleh pendatang dari Tamil, India Selatan yang menganut agama Katholik sehingga bentuk gereja Katholik ini berbentuk seperti kuil Hindu di India. Sungguh unik bukan?

(Sumber : Detik)

Tahukah anda... Ada Gereja Dalam Gua di Kairo

Unik! Ada Gereja Dalam Gua di Kairo

Kairo - Di beberapa tempat di dunia, gua dijadikan tempat ibadah. Di Kairo, Mesir, ada sebuah gua yang menjadi objek wisata religi Kristiani yang bernama Monastery of Saint Simon atau lebih dikenal dengan nama Cave Church.

Cave Church berlokasi di Gunung Mokattam di tenggara Kota Kairo, Mesir, di daerah Zabbaleen. Dari situs Association for The Protection of The Environment (APE) Mesir, disebutkan kebanyakan warga Zabbaleen adalah orang miskin yang kerjanya sebagai pemulung sampah.

Namun Zabbaleen punya pesona lain, karena Gunung Mokattam punya gua alami. Terlebih lagi, 90 persen warga Zabbaleen adalah umat Kristen Koptik. Mereka pun membangun gereja di sana.

Gereja Koptik pertama kali dibangun di Desa Mokattam pada 1975. Setelah gereja berdiri, warga Zabbaleen perlahan-lahan membangun gereja dengan bahan material bangunan yang lebih permanen seperti batu dan bata.

Pada tahun 1976 terjadi kebakaran di daerah Manshiyat Nasir. Dari situ, mulailah masyarakat membangun gereja di gua di dalam Gunung Mokattam agar lebih aman. Gereja Gua atau Cave Church, begitulah orang-orang menyebutnya.

Ada area di dalam gua seluas 1.000 meter persegi yang pelan-pelan dibangun menjadi beberapa gereja. Bangunan gereja yang paling besar adalah Monastery of Saint Simon. Gereja ini memiliki kapasitas tempat duduk untuk 20.000 jemaat.

Yang banyak wisatawan belum tahu adalah, gereja dalam gua ini merupakan gereja paling besar di Timur Tengah yang kebanyakan adalah negara-negara Islam. Dengan segala keunikan itu, Cave Church pun menjadi daya tarik wisatawan.

Bangunan fasad gereja tetap didirikan di mulut gua sebagai bangunan permanen. Masuk ke dalam pintunya, barulah wisatawan bisa melihat gereja di dalam gua.

Area utama di dalam gua berbentuk seperti auditorium setengah lingkaran dengan mimbar khotbah untuk pendeta di atas panggung. Dinding gua pun diukir dengan berbagai tokoh dalam kisah Injil. Ayat-ayat Injil dalam bahasa Inggris dan Arab juga menghiasi dinding gua.

Tidak terlupa adalah sejumlah altar dan lukisan Yesus Kristus. Wisata religi ke Cave Church mungkin akan menjadi pengalaman unik untuk wisatawan Kristiani.

(Sumber : Detik)

Selasa, 21 Juni 2016

Ingatlah Allah

Kejadian 8:20 "Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu."

Begitu sering kita berseru kepada Allah di saat-saat sulit.
Tapi kemudian ketika Ia menjawab doa kita, kita malah begitu sering melupakan-Nya.

Ketika Nuh dan keluarganya akhirnya melangkahkan kaki lagi ke daratan, ia tidak melupakan Allah.
Hal pertama yang ia lakukan ialah membangun sebuah mezbah bagi-Nya dan mempersembahkan korban bakaran.
Ini mengingatkan saya pada sepuluh orang kusta yang datang kepada Yesus, meminta untuk disembuhkan.
Yesus menyembuhkan mereka, tetapi hanya satu orang yang kembali untuk mengucapkanterima kasih.
Yesus bertanya, "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?" (Lukas 17:17).

Seringkali kita seperti kesembilan orang itu.
Kita cepat meminta bantuan pada Tuhan, tapi apa yang kita buat saat Dia menjawabnya?
Apakah kita memuliakan Dia?
Apakah kita mengucap, "Tuhan, terima kasih atas jawaban-Mu?"
Atau, apakah kita berterima kasih pada keberuntungan kita atau mengatakan kita sedang beruntung?

Nuh ingat pada Allah.
Dia berseru kepada-Nya dan membawa korban bakaran ke hadapan-Nya.
Kita pun bisa melakukan hal yang sama.
Salah satu caranya yaitu dengan membaca Alkitab sebelum kita tidur di malam hari.
Begitu pun saat bangun di pagi hari, kita bisa meluangkan waktu kita untuk Firman Tuhan.

Cara lain yaitu dengan berterima kasih kepada Allah sebelum makan.
Kita menyebutnya mengucap syukur.
Buat saya sungguh hal luar biasa melihat satu keluarga menundukkan kepala di dalam doa di sebuah restoran.
Sungguh sebuah kesaksian.

Kita juga bisa mengingat Allah dengan persembahan yang setia.
Amsal 3: 9-10 mengatakan, "Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya."



Nuh memberikan waktu dalam hidupnya untuk hal-hal yang penting. Kita pun harus melakukan hal yang sama.

Dia Tidak Lupa

Kejadian 8:1 "Maka Allah mengingat Nuh dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun."

Berbicara tentang kehidupan Nuh, kita cenderung fokus pada bahtera yang ia bangun.
Tapi mari sejenak kita alihkan perhatian kita pada kehidupan rohani Nuh.
Mungkin selama berada di dalam bahtera, Nuh, istrinya, anak-anaknya, dan semua binatang-binatang laut di dalamnya merasa jengkel menunggu.
Laut bisa menjadi tempat yang teramat sepi dan mereka berada di dalam bahtera selama kurang lebih setahun.

Saya penasaran apakah Nuh pernah ragu selama waktu penantian itu: Apakah ini ide yang baik?
Apakah ini yang benar-benar harus saya kerjakan? Ia belum mendengar kabar apapun dari Allah.
Apakah Nuh bertanya-tanya, apakah benar Allah yang berbicara kepadanya?

Tapi saya senang bagaimana Kejadian 8 menjelaskan, Maka Allah mengingat Nuh.
Tapi ini bukan berarti sebelumnya Allah lupa pada Nuh, ayat ini hanya menggunakan bahasa kita untuk memudahkan kita mendapatkan gambaran tentang Allah.
Allah tidak melupakan Nuh, dan Ia juga tidak melupakan kita.

Kadang Ia bekerja dengan cara yang dramatis dalam hidup kita.
Adakalanya, berbulan-bulan atau bertahun-tahun berlalu tapi tak ada hal dramatis yang kunjung terjadi.
Anda dengan taat menjalani kehidupan Kristen Anda di dalam iman.
Tapi kemudian Anda bertanya-tanya, apakah Allah sudah tidak peduli lagi?
Dia tetap peduli dengan Anda.
Dan tahukah Anda? Anda hanya perlu melakukan hal-hal yang Ia minta Anda lakukan dan melaksanakannya dengan setia.

Ingatlah akan hal ini: Allah selalu menyelesaikan apa yang Ia mulai.
Itulah mengapa Ia disebut sebagai Yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.
Filipi 1:16 mengatakan, Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

Tetaplah berada di jalan terang. Mungkin Anda telah melaksanakan panggilan Anda untuk melayani namun belum ada banyak buah dalam pelayanan Anda.


Tetaplah tekun. Tetaplah setia. Tetaplah lakukan apa yang telah Allah minta Anda lakukan.

Menjaga Hati

Seorang pemuda yg mengendarai motor, diberhentikan oleh polisi karena melanggar lampu merah. Sang polisi bertanya, "Apakah Saudara tidak melihat lampu sudah berganti merah?" Si pemuda dengan santai menjawab, "Saya melihat, Pak." "Lalu kenapa Anda tetap menerobosnya?" tanya polisi dengan heran. Si pemuda menjawab ringan, "Masalahnya, saya tidak melihat Pak Polisi berdiri di situ." Alamak! Si pemuda itu taat hanya jika ada petugas.

Kesalehan orang Farisi juga hanya di depan orang. Ibadah mereka lebih mengutamakan hal lahiriah, agar dilihat baik & terpuji. Bagai membersihkan cawan dari luarnya saja, sementara dalamnya tetap kotor (Luk. 11:39).
Yesus menegur mereka dengan keras, "Celakalah kamu!" kata-Nya seraya membeberkan kejahatan mereka (Luk. 11:42-44).
Bagi orang Farisi, manusia disucikan oleh perbuatannya, sementara bagi Yesus, kesucian lahir dari hati yg diubahkan, & mewujud di dalam tindakan (Luk. 11:41).
Hati yg bersih, akan melahirkan perbuatan yg bersih. Sebaliknya, perbuatan yg bersih, belum tentu menjamin hati yg bersih.

Saudaraku, bahaya mengutamakan penampakan luar daripada perubahan hati, bisa juga terjadi pada kita. Keinginan untuk dipandang baik, dapat membuat kita bersikap baik di depan orang. Namun, bagaimana jika tak ada orang lain?

Biarlah peringatan Yesus membuat kita tersungkur dalam kegentaran, di hadapan Tuhan Yang Mahatahu. Ya, Dia mengenal isi hati tiap orang. Perilaku manis kita tak dapat mengelabuinya. Hanya dari hati yg murni, dapat lahir perbuatan2 yg memperkenankan Tuhan. Marilah kita menjaga hati. "Tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Kamu orang2 Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan & pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan & kejahatan."
(Luk. 11:39)

Gbu