Mazmur 118:24
"Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!"
Shalom, saudara yang dikasihi Tuhan.
Mazmur 118 mengajarkan kepada kita bahwa hidup bersama Tuhan bukan berarti tidak pernah menghadapi masalah. Justru pemazmur bersaksi bahwa ia mengalami kesesakan, tekanan, bahkan penolakan. Tetapi di tengah semuanya itu, ia berkata dalam Mazmur 118:5, “Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan.”
Ini menjadi pengingat bagi kita: ketika masalah datang, jangan berhenti berseru kepada Tuhan. Jangan biarkan ketakutan membuat kita menyerah. Mazmur 118:6 berkata, “TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut.”
Mungkin hari ini ada pergumulan dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, keuangan, atau masa depan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok, tetapi kita tahu siapa yang memegang hari esok. Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang berharap kepada-Nya.
Mazmur ini juga berkata dalam ayat 8, “Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.” Artinya, jangan menjadikan manusia sebagai sandaran utama. Manusia bisa mengecewakan, keadaan bisa berubah, tetapi Tuhan tetap setia.
Karena itu, ketika Tuhan memberikan kita hari yang baru, jangan mengisinya dengan keluhan dan ketakutan. Isilah dengan ucapan syukur, iman, dan keberanian.
Mazmur 118:24 berkata, “Inilah hari yang dijadikan TUHAN.”
Hari ini adalah kesempatan dari Tuhan untuk bangkit, memperbaiki diri, mengasihi sesama, melayani, dan terus melangkah.
Saudara, mungkin jalan di depan belum jelas, tetapi tangan Tuhan jelas menyertai kita. Jangan takut. Jangan menyerah. Tetap percaya, sebab Tuhan yang menolong kita adalah Tuhan yang setia.
Mari bersyukur, percaya, dan terus maju bersama Tuhan. Tuhan memberkati.