Selasa, 01 September 2026

“BERSYUKUR, JANGAN TAKUT, DAN TERUS MAJU BERSAMA TUHAN”



Mazmur 118:24
"Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!"

Shalom, saudara yang dikasihi Tuhan.

Mazmur 118 mengajarkan kepada kita bahwa hidup bersama Tuhan bukan berarti tidak pernah menghadapi masalah. Justru pemazmur bersaksi bahwa ia mengalami kesesakan, tekanan, bahkan penolakan. Tetapi di tengah semuanya itu, ia berkata dalam Mazmur 118:5, “Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan.”

Ini menjadi pengingat bagi kita: ketika masalah datang, jangan berhenti berseru kepada Tuhan. Jangan biarkan ketakutan membuat kita menyerah. Mazmur 118:6 berkata, “TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut.”

Mungkin hari ini ada pergumulan dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, keuangan, atau masa depan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok, tetapi kita tahu siapa yang memegang hari esok. Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang berharap kepada-Nya.

Mazmur ini juga berkata dalam ayat 8, “Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.” Artinya, jangan menjadikan manusia sebagai sandaran utama. Manusia bisa mengecewakan, keadaan bisa berubah, tetapi Tuhan tetap setia.

Karena itu, ketika Tuhan memberikan kita hari yang baru, jangan mengisinya dengan keluhan dan ketakutan. Isilah dengan ucapan syukur, iman, dan keberanian.

Mazmur 118:24 berkata, “Inilah hari yang dijadikan TUHAN.”
Hari ini adalah kesempatan dari Tuhan untuk bangkit, memperbaiki diri, mengasihi sesama, melayani, dan terus melangkah.

Saudara, mungkin jalan di depan belum jelas, tetapi tangan Tuhan jelas menyertai kita. Jangan takut. Jangan menyerah. Tetap percaya, sebab Tuhan yang menolong kita adalah Tuhan yang setia.

Mari bersyukur, percaya, dan terus maju bersama Tuhan. Tuhan memberkati.

Senin, 31 Agustus 2026

JANGAN KEMBALI KE LUMPUR YANG SAMA


Saudara yang dikasihi Tuhan, 2 Petrus 2:22 berkata, “Babi yang telah dimandikan, akan kembali berguling-guling di dalam lumpur.” Gambaran ini keras, tetapi mengandung pelajaran penting: perubahan hidup bukan hanya tentang meninggalkan yang lama, tetapi juga tentang tidak kembali kepada kebiasaan lama yang menghancurkan kita.

Sering kali Tuhan sudah mengangkat kita dari lingkungan yang buruk, kebiasaan yang salah, atau pergaulan yang membawa kita jauh dari-Nya. Namun ketika kita kembali ke lingkungan yang sama, kita bisa kembali jatuh dalam pola kehidupan yang sama.

Karena itu Amsal 13:20 mengingatkan, “Bergaullah dengan orang bijak maka engkau menjadi bijak, tetapi jika engkau memilih berteman dengan orang bodoh, engkau akan mengalami kesulitan.”

Pergaulan sangat menentukan arah hidup. Orang yang terus-menerus berada dalam lingkungan toksik dapat kehilangan damai sejahtera, kehilangan fokus, bahkan perlahan menjauh dari Tuhan. Bukan berarti kita harus membenci atau menghakimi mereka, tetapi kita perlu memiliki batas yang sehat.

Saudara, sayangilah kehidupan yang Tuhan percayakan kepada kita. Jika sebuah lingkungan terus membawa kita kepada dosa, kepahitan, konflik, dan menjauh dari Tuhan, beranilah mengambil jarak.

Jangan kembali ke lumpur yang Tuhan sudah keluarkan dari hidup kita. Pilihlah pergaulan yang membangun iman, karakter, dan masa depan kita.

Hari ini mari kita bertanya: “Apakah pergaulanku membuatku semakin dekat kepada Tuhan atau justru semakin jauh?”

Pilihlah orang-orang bijak, tinggalkan lingkungan yang merusak, dan teruslah berjalan dalam kekudusan bersama Tuhan.

Minggu, 30 Agustus 2026

Amsal 18:5-7




Shalom, Saudara yang dikasihi Tuhan.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita tentang satu hal yang sering kita anggap sederhana, tetapi memiliki dampak yang besar dalam kehidupan, yaitu perkataan kita.

Amsal 18:5 berkata, “Tidak baik berpihak kepada orang fasik dengan menolak orang benar dalam pengadilan.” Artinya, sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk hidup dalam kebenaran dan tidak memutarbalikkan kebenaran hanya karena kepentingan, tekanan, atau keberpihakan kepada seseorang.

Kemudian ayat 6 berkata, “Bibir orang bebal menimbulkan perbantahan, dan mulutnya berseru meminta pukulan.” Perkataan yang tidak dijaga dapat memicu pertengkaran, menyakiti hati, merusak hubungan, bahkan membawa masalah yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

Dan ayat 7 mengatakan, “Orang bebal dibinasakan oleh mulutnya, bibirnya adalah jerat bagi nyawanya.”

Saudara, mulut kita bisa menjadi berkat, tetapi juga bisa menjadi jerat. Karena itu, sebelum berbicara, mari kita belajar bertanya: Apakah perkataan saya benar? Apakah membangun? Apakah membawa damai? Apakah menyenangkan hati Tuhan?

Jangan biarkan emosi mengendalikan mulut kita. Jangan membalas perkataan kasar dengan perkataan kasar. Jangan menyebarkan sesuatu yang belum tentu benar.

Hari ini Tuhan mengajar kita: jaga perkataan, karena perkataan mencerminkan hati dan dapat menentukan arah hubungan serta kehidupan kita.

Mari kita gunakan mulut kita untuk memberkati, menguatkan, menghibur, dan menyatakan kebenaran.

Kiranya Tuhan memberikan hikmat untuk setiap perkataan yang keluar dari mulut kita, sehingga hidup kita menjadi kesaksian dan berkat bagi banyak orang.

Tuhan Yesus memberkati.Kalau diinginkan, saya juga bisa buatkan versi **lebih kuat dan menyentuh untuk pembukaan khotbah hari Minggu**, tetap sekitar 125 detik.

Jumat, 28 Agustus 2026

PUJILAH TUHAN, SEMUA BANGSA



Mazmur 117:1-2 (TB)
"Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!"

Saudara yang dikasihi Tuhan, Mazmur 117 adalah pasal terpendek dalam Alkitab, tetapi pesannya sangat besar. Hanya dua ayat, namun kita menemukan sebuah panggilan yang luar biasa: semua bangsa, semua suku bangsa, dipanggil untuk memuji Tuhan.

Mengapa kita harus memuji Tuhan? Ayat 2 memberikan jawabannya: “Sebab kasih-Nya hebat atas kita.”

Kita memuji Tuhan bukan hanya ketika keadaan baik. Kita memuji Tuhan bukan karena semua doa kita sudah dijawab atau semua masalah sudah selesai. Kita memuji Tuhan karena kasih-Nya tetap ada dalam setiap keadaan.

Mungkin hari ini ada yang sedang menghadapi pergumulan, masalah keluarga, pekerjaan, keuangan, atau masa depan yang belum jelas. Jangan biarkan keadaan membuat kita lupa bahwa Tuhan tetap mengasihi kita.

Mazmur 117 juga berkata bahwa kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya. Manusia bisa berubah, keadaan bisa berubah, tetapi Tuhan tidak berubah. Janji-Nya tetap, kasih-Nya tetap, dan kesetiaan-Nya tetap.

Karena itu, mari kita belajar memiliki hati yang selalu memuji. Ketika diberkati, kita memuji Tuhan. Ketika menghadapi pergumulan, kita tetap memuji Tuhan. Ketika belum melihat jawaban, kita tetap percaya bahwa Tuhan sedang bekerja.

Saudara, pujian bukan hanya respons terhadap apa yang Tuhan lakukan, tetapi juga pernyataan iman bahwa Tuhan tetap baik.

Mari hari ini kita berkata:
“Tuhan, apa pun keadaanku, aku tetap memuji Engkau. Karena kasih-Mu hebat dan kesetiaan-Mu untuk selama-lamanya.”

Haleluya! Pujilah Tuhan!

MAZMUR 116 — AKU MENGASIHI TUHAN


Mazmur 116:1-2 berkata:
"Aku mengasihi TUHAN, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku. Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya."

Saudara, Mazmur 116 adalah kesaksian seseorang yang pernah berada dalam keadaan sulit, bahkan menghadapi maut, tetapi mengalami pertolongan Tuhan. Karena itu pemazmur tidak hanya berkata, “Tuhan menolong saya,” tetapi ia berkata, “Aku mengasihi Tuhan.”

Mengapa? Karena ia menyadari bahwa Tuhan adalah Allah yang mendengar doa. Ketika manusia mungkin tidak memahami pergumulan kita, Tuhan menyendengkan telinga-Nya. Ketika kita menangis dalam kesendirian, Tuhan melihat. Ketika kita merasa tidak memiliki jalan keluar, Tuhan tetap bekerja.

Mazmur 116:5 berkata, “TUHAN adalah pengasih dan adil, Allah kita adalah penyayang.”
Ini mengingatkan kita bahwa pertolongan Tuhan bukan karena kita sempurna, tetapi karena kasih karunia dan kemurahan-Nya.

Pemazmur kemudian berkata dalam ayat 7, “Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.”

Saudara, mungkin hari ini hati kita sedang gelisah, menghadapi masalah keluarga, pekerjaan, pelayanan, keuangan, atau masa depan. Firman Tuhan mengingatkan: tenanglah! Tuhan belum meninggalkan kita. Ingat kembali kebaikan-Nya. Tuhan yang menolong kita kemarin adalah Tuhan yang sama yang memegang hidup kita hari ini dan hari esok.

Karena itu, jangan hanya datang kepada Tuhan ketika membutuhkan pertolongan. Belajarlah mengasihi Tuhan, bersyukur kepada-Nya, dan tetap setia kepada-Nya.

Mazmur 116:12 berkata, “Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?”

Jawabannya adalah: hidup kita menjadi persembahan bagi Tuhan. Mari terus percaya, berdoa, bersyukur, dan melayani-Nya.

Tuhan mendengar doa kita, Tuhan menolong kita, dan karena kebaikan-Nya, seumur hidup kita, kita akan tetap mengasihi dan memuliakan Tuhan. Amin.

Kamis, 27 Agustus 2026

Mazmur 115=“Bukan Kepada Kita, Tetapi Bagi Nama Tuhan”


Shalom, saudara-saudara yang dikasihi Tuhan.

Mazmur 115:1 berkata: “Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan.”

Ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah hati yang benar di hadapan Tuhan. Dalam kehidupan, kita sering ingin dikenal, dihargai, dipuji, dan diakui. Ketika berhasil, kita mudah berkata, “Ini karena kemampuan saya.” Tetapi Mazmur 115 mengingatkan bahwa segala kemuliaan pada akhirnya adalah milik Tuhan.

Mengapa? Karena Tuhanlah yang setia, Tuhanlah yang menolong, dan Tuhanlah yang memegang kehidupan kita.

Mazmur ini juga membandingkan Tuhan dengan berhala-berhala yang dibuat manusia. Berhala mempunyai mulut tetapi tidak dapat berbicara, mempunyai mata tetapi tidak dapat melihat, mempunyai telinga tetapi tidak dapat mendengar. Artinya, jangan sampai kita menaruh harapan kepada sesuatu yang tidak mampu menyelamatkan kita.

Sebaliknya, Mazmur 115:9-11 mengajak umat Tuhan untuk percaya dan berharap kepada Tuhan, sebab Dia adalah pertolongan dan perisai kita.

Saudara, mungkin hari ini kita sedang menghadapi masalah, pergumulan, kebutuhan, atau masa depan yang belum jelas. Jangan jadikan keadaan sebagai sumber pengharapan kita. Tetap percaya kepada Tuhan.

Mazmur 115:12 berkata bahwa Tuhan mengingat dan memberkati umat-Nya. Tuhan tidak pernah melupakan kita.

Karena itu, mari kita belajar memiliki hati yang berkata: “Tuhan, bukan kemuliaan bagi saya, tetapi bagi nama-Mu. Bukan kekuatan saya, tetapi pertolongan-Mu. Bukan kehendak saya yang terutama, tetapi kehendak-Mu.”

Ketika kita menempatkan Tuhan di tempat yang utama, kita dapat melangkah dengan tenang, sebab kita tahu bahwa hidup kita berada dalam tangan-Nya.

Mari percaya, berharap, dan terus memuliakan Tuhan dalam segala keadaan. Amin.

Rabu, 26 Agustus 2026

MAZMUR 114 — KETIKA TUHAN MEMBUKA JALAN


Shalom, saudara-saudara yang dikasihi Tuhan.

Mazmur 114 mengingatkan kita tentang kuasa Tuhan ketika bangsa Israel keluar dari Mesir. Ketika umat Tuhan berada dalam perjalanan menuju tanah perjanjian, Tuhan menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu pun yang terlalu sulit bagi-Nya.

Firman Tuhan berkata bahwa laut melihatnya lalu melarikan diri, sungai Yordan berbalik ke hulu, gunung-gunung melompat-lompat seperti domba, dan bukit-bukit seperti anak domba. Gambaran ini menunjukkan bahwa alam pun tunduk kepada kehadiran dan kuasa Tuhan.

Saudara, mungkin hari ini kita sedang menghadapi “laut” dalam kehidupan kita: masalah keluarga, pekerjaan, keuangan, pelayanan, kesehatan, atau pergumulan yang sepertinya tidak memiliki jalan keluar. Jangan langsung berpikir bahwa perjalanan kita sudah berakhir. Tuhan yang menyertai Israel adalah Tuhan yang sama yang sanggup membuka jalan bagi kita.

Mazmur 114:7 berkata, “Gemparlah, hai bumi, di hadapan Tuhan, di hadapan Allah Yakub.” Artinya, ketika Tuhan hadir, keadaan dapat berubah. Apa yang kelihatannya mustahil bagi manusia, berada dalam kendali Tuhan.

Namun kita belajar satu hal penting: Tuhan tidak selalu menghilangkan masalah sebelum kita melangkah. Kadang Tuhan meminta kita melangkah dengan iman, lalu Dia membuka jalan di depan kita.

Karena itu, jangan takut menghadapi hari esok. Jangan menyerah hanya karena keadaan belum berubah. Tetap percaya, tetap berdoa, tetap melangkah, dan tetap pegang Firman Tuhan.

Jika Tuhan menyertai kita, tidak ada laut yang terlalu luas, tidak ada sungai yang terlalu deras, dan tidak ada gunung yang terlalu tinggi. Tuhan sanggup membuka jalan di tengah jalan yang tertutup.

Mari percaya: apa yang hari ini terlihat sebagai penghalang, di tangan Tuhan dapat menjadi jalan menuju kemenangan.

Tuhan yang membuka jalan bagi Israel, juga sanggup membuka jalan bagi hidup kita. Amin.