Shalom, saudara-saudara yang dikasihi Tuhan.
Mazmur 115:1 berkata: “Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan.”
Ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah hati yang benar di hadapan Tuhan. Dalam kehidupan, kita sering ingin dikenal, dihargai, dipuji, dan diakui. Ketika berhasil, kita mudah berkata, “Ini karena kemampuan saya.” Tetapi Mazmur 115 mengingatkan bahwa segala kemuliaan pada akhirnya adalah milik Tuhan.
Mengapa? Karena Tuhanlah yang setia, Tuhanlah yang menolong, dan Tuhanlah yang memegang kehidupan kita.
Mazmur ini juga membandingkan Tuhan dengan berhala-berhala yang dibuat manusia. Berhala mempunyai mulut tetapi tidak dapat berbicara, mempunyai mata tetapi tidak dapat melihat, mempunyai telinga tetapi tidak dapat mendengar. Artinya, jangan sampai kita menaruh harapan kepada sesuatu yang tidak mampu menyelamatkan kita.
Sebaliknya, Mazmur 115:9-11 mengajak umat Tuhan untuk percaya dan berharap kepada Tuhan, sebab Dia adalah pertolongan dan perisai kita.
Saudara, mungkin hari ini kita sedang menghadapi masalah, pergumulan, kebutuhan, atau masa depan yang belum jelas. Jangan jadikan keadaan sebagai sumber pengharapan kita. Tetap percaya kepada Tuhan.
Mazmur 115:12 berkata bahwa Tuhan mengingat dan memberkati umat-Nya. Tuhan tidak pernah melupakan kita.
Karena itu, mari kita belajar memiliki hati yang berkata: “Tuhan, bukan kemuliaan bagi saya, tetapi bagi nama-Mu. Bukan kekuatan saya, tetapi pertolongan-Mu. Bukan kehendak saya yang terutama, tetapi kehendak-Mu.”
Ketika kita menempatkan Tuhan di tempat yang utama, kita dapat melangkah dengan tenang, sebab kita tahu bahwa hidup kita berada dalam tangan-Nya.
Mari percaya, berharap, dan terus memuliakan Tuhan dalam segala keadaan. Amin.