Makin kita mengerti arti KETAATAN, makin kita berani membayar sebuah harga KETAATAN.
Musa bersedia membayar harga sebuah KETAATAN dgn meninggalkan kenikmatan di istana Firaun.
Musa bersedia mengambil penderitaan demi umat Tuhan, membebaskan mereka dari Mesir dan membawanya ke Tanah Perjanjian
Daud pernah melanggar Firman Tuhan.
Ia mengikuti keinginan dagingnya, menginginkan Batsyeba yg cantik, menyalahgunakan kekuasaannya dgn membunuh Uria, suami Batsyeba.
Daud mengira tdk ada yg tahu dosanya. Tetapi Tuhan tahu.
Saat ditegur oleh Nabi Natan, Daud menyadari kesalahannya.
Sebenarnya bisa saja ia membunuh nabi Natan utk menutupi dosanya, tetapi Daud memilih untuk memutus lingkaran kebohongan dan perzinahannya.
Memang dosa harus dibayar.
Daud membayar harganya dlm bentuk akibat dosa yg tetap ditanggungnya.
Tetapi ia kemudian dikenal sebagai orang yg berkenan di hati Tuhan, karena ia mau bertobat sungguh-sungguh dihadapan Tuhan.
APAKAH MASIH ADA LINGKARAN KEBOHONGAN ATAU KETERIKATAN DOSA DALAM HIDUP KITA?
KETIDAKTAATAN membuat kita jauh dari Tuhan, menyebabkan hati kita menjadi tawar kepada Tuhan, mengakibatkan kita makin terpuruk.
Yang menanggung akibatnya bukan hanya diri kita, tetapi bisa juga keluarga kita, anak-anak kita.
Karena Abraham berbohong, pola kebohongan turun kepada Ishak dan Yakub.
PILIHLAH TAAT, LEBIH DARIPADA KENIKMATAN DOSA
PILIHLAH TAAT PADA PANGGILAN TUHAN, DARIPADA MEMILIKI AMBISI AKAN SEBUAH KEDUDUKAN
PILIHLAH TAAT, DARIPADA KEINGINAN UNTUK MEMILIKI BANYAK UANG DAN HARTA.
PILIHLAH TAAT PADA SUARA ROH KUDUS SEKALIPUN DIPANDANG RENDAH OLEH MANUSIA.
TAAT ARTINYA BERSEDIA MEMBAYAR HARGA UNTUK MENURUTI PERINTAH-NYA.