Senin, 10 Maret 2025

TUHAN MEMILIKI WAKTU-NYA

Utk segala sesuatu ada masanya, utk apa pun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu utk lahir, ada waktu utk meninggal....(Pkh 3:1-2)

 Allah memerlukan waktu enam hari utk menyelesaikan pekerjaan penciptaan, meskipun sebetulnya IA bisa mengerjakannya dlm sekejab. 

Allah berurusan dgn Adam 930 tahun. Allah menjanjikan datangnya seorang putra bagi Abraham, bapa orang beriman itu harus menunggu 25 tahun. 

Allah bernubuat melalui Daud, bahwa Juruselamat bangsa Israel akan mati disalibkan, tangan dan kaki-Nya akan ditusuk, utk menggenapinya dibutuhkan 1000 tahun penantian (Maz 22:17b).

Setelah Tuhan menyelamatkan Saulus dari Tarsus, Allah juga mendidiknya selama 3 tahun sebelum akhirnya dipakai dlm pelayanan.

Bahkan Allah berjanji akan datang ke dua kali, dan kita sudah menanti 2000 tahun lebih. Artinya Allah tdk tergesa-gesa, IA memilki waktu-Nya sendiri.

Berbeda dgn gaya hidup manusia pada masa kini, di mana tergesa-gesa kelihatannya telah menjadi semboyan dan slogan banyak orang. 

Mereka ingin serba instant, sehingga tdk jarang berakibat fatal. Maunya cepat kaya hanya sayang lewat korupsi, dll.

Semboyan orang Kristen adalah "menanti-nantikan waktu TUHAN" seyogianya menjadi kebiasaan hidup kita dalam segala hal.

Allah menghargai keingintahuan kita utk mengetahui kehendak-Nya, namun seringkali IA memilih jalan agar kita menanti waktu-Nya dan bersandar pada kehendak-Nya.

Mereka yg mencari jalan pintas, bahkan rela meninggalkan TUHAN utk memenuhi keinginannya sendiri pasti akan menyesal dlm kesia-siaan.

Apakah kita tergolong orang yg mudah bosan menunggu? Ataukah kita termasuk orang yg sabar menantikan waktu TUHAN?
 
Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga". (Matius 24:42-44).