"Imannya tdk menjd lemah, walaupun ia mengetahui, bhw tubuhnya sdh sangat lemah, karena usianya telah kira³ seratus tahun, dan bhw rahim Sara telah tertutup."
Roma 4:19
TUHAN berkata kepada Abraham, "'Coba lihat ke langit, hitunglah bintang², jika engkau dapat menghitungnya.' Maka firman-Nya kepadanya: 'Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.'" (Kej. 15:5).
Itulah JANJI TUHAN kepada Abraham bahwa Dia akan membuat keturunannya seperti debu tanah banyaknya dan juga seperti bintang² yg bertebaran di langit.
Saat TUHAN BERJANJI, Abraham sudah berumur kira² seratus tahun dan Sara pun rahimnya sudah tertutup karena sudah berusia lanjut. Itulah sebabnya Sara sempat tertawa mendengar apa yg dikatakan TUHAN.
Secara manusia itu adalah sesuatu yg mustahil! Namun pada akhirnya JANJI TUHAN itu digenapi-Nya.
"Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki² bagi Abraham dlm masa tuanya, pada waktu yg telah ditetapkan, sesuai dgn firman Allah kepadanya. Abraham menamai anaknya yg baru lahir itu Ishak, yg dilahirkan Sara baginya." (Kej. 21:2-3).
Ketika TUHAN BERJANJI, apakah dgn serta merta JANJI itu langsung digenapi?
Abraham membutuhkan penantian yg melelahkan dan itu tdk mudah. Perlu waktu bertahun-tahun utk dapat menikmati JANJI TUHAN.
Adalah tdk mudah bagi Abraham utk percaya kepada JANJI TUHAN, apalagi usianya sudah tua dan fisiknya pun semakin lemah.
Secara logika Abraham punya alasan kuat utk meragukan JANJI TUHAN, namun "...sekalipun tdk ada dasar utk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjd bapa banyak bangsa, menurut yg telah difirmankan: *'Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.'" (ayat 18).
Di tengah keadaan yg tdk mendukung pun Abraham tdk menjadi bimbang meski JANJI TUHAN tdk langsung digenapi.
Sering kali kita dihadapkan pada situasi² yg tdk menjd lebih baik ketika kita sedang menantikan JANJI TUHAN, sementara orang² di luar Tuhan sepertinya begitu mudah mendapatkan apa yg diinginkan. Akibatnya kita tdk lagi bersemangat menjalani hidup ini, kita terus menggerutu kepada Tuhan, padahal masa² sukar yg kita jalani itu adalah proses ujian bagi iman kita.
Tetaplah kuat menantikan JANJI TUHAN, karena "...Allah berkuasa utk melaksanakan apa yg telah IA JANJIKAN." (Roma 4:21).
Dan tdk ada RENCANA TUHAN yg gagal. (Ayub 42:2)