dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; Filipi 2:3 (TB)
Pengaturan bawaan kita adalah keegoisan.
Tidak percaya? Cobalah bergaul dengan balita selama sehari.
Balita menginginkan apa yang mereka inginkan, dan mereka menginginkannya segera. Balita akan bertengkar (dan terkadang menggigit) untuk mempertahankan kekuasaan atas barang berharga mereka. Balita tidak terlalu peduli pada jadwal, agenda, atau dinding putih yang bersih.
Kabar baik tentang balita—dan orang-orang pada umumnya—adalah mereka memiliki kemampuan untuk berubah menjadi orang yang tidak mementingkan diri sendiri saat mereka tumbuh. Tapi, jika balita tidak diarahkan dengan penuh kasih sayang dan diajari bagaimana memikirkan orang lain, keegoisan itu akan terus berlanjut.
Jadi, jika kita secara alami adalah manusia yang berpusat pada diri sendiri, bagaimana kita melatih pikiran kita untuk tidak egois?
Alkitab mendorong kita untuk meneladani kehidupan Yesus…
“Tanpa mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus…” Filipi 2:3-5 PBTB2
Yesus tidak memanfaatkan otoritas-Nya untuk keuntungan pribadi—kekuasaan, kesenangan, kendali, atau kenyamanan—tetapi mengambil sifat seorang hamba.
Yesus menghabiskan waktu-Nya berinvestasi pada orang lain.
Yesus memusatkan perhatian-Nya untuk membantu orang lain.
Yesus menyerahkan nyawa-Nya untuk orang lain.
Jika Anda mendapati diri Anda terobsesi dengan diri sendiri, memanjakan diri sendiri, atau bahkan merasa benar sendiri, pikirkanlah untuk meminta pertolongan Tuhan.
Mintalah Dia membantu Anda melihat orang lain seperti cara-Nya melihat.
Mintalah Dia menggunakan pengetahuan yang Anda peroleh untuk mengasihi-Nya dan melayani orang lain.
Mintalah Dia memberikan kesempatan untuk menuntun orang lain kepada-Nya.
Firman Tuhan, Roh Kudus, dan hubungan dengan umat Kristen lainnya adalah yang memurnikan hati kita. Dan dengan pertolongan Tuhan, kita dapat mengubah kecenderungan kita dari hidup egois menjadi hidup yang rendah hati.
Langkah apa yang dapat Anda ambil untuk hidup dengan rendah hati?
Saya akan mendahulukan pendapat orang lain sebelum mengutarakan pendapat saya.
Setiap hari, saya akan menunjukkan setidaknya 3 kelebihan dalam diri seseorang.
Saya akan bekerja sama dengan orang lain, bukannya menentang mereka.
DOA
Yesus, Engkau menunjukkan kepadaku seperti apa kerendahan hati yang sejati. Engkau menyerahkan segalanya untuk melayani dan menyelamatkan kami. Pengorbanan-Mu yang rendah hati itu membuka jalan bagiku untuk mengalami hidup yang baru. Terima kasih! Hari ini, tolong ganti kesombongan dengan kerendahan hati, dan keegoisan dengan ketidakegoisan. Ubah caraku berpikir dan bertindak, dan ajari aku untuk mendahulukan orang lain dengan cara yang memuliakan-Mu. Amin.
Yesus tidak memanfaatkan otoritas-Nya untuk keuntungan pribadi-baik kekuasaan atau kesenangan, kendali atau kenyamanan-melainkan untuk melayani orang lain.
Ketika Anda meluangkan waktu untuk memperhatikan, melayani, atau menguatkan orang lain, Anda sedang memuliakan Kristus saat menjalani iman Anda.