Minggu, 17 Agustus 2025

Dari Janji hingga Penggenapannya

Ulangan 7:9 (TB)  Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan, 


Tuhan berjanji kepada Abraham tentang garis keturunannya dalam kitab Kejadian, dan Dia memberikan Sepuluh Perintah kepada Musa dalam kitab Keluaran. Dia membuat perjanjian dengan Daud dalam 2 Samuel, dan menyatakan Perjanjian Baru yang akan datang dalam kitab Yeremia (Yeremia 31:31-34).


Semua kisah tersebut merujuk pada kedatangan Yesus Kristus—di mana seluruh perjanjian Allah digenapi (2 Korintus 1:20).


Kisah-kisah ini mengingatkan kita akan kesetiaan Allah (Roma 15:4). Kita tidak perlu melihat terlalu jauh:


"Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa Tuhan, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan." Ulangan 7:9


Kasih Tuhan itu setia dan tetap. Kasih-Nya bertahan dari generasi ke generasi. Di dunia di mana kasih sering kali bersifat kondisional dan transaksional, diberikan dan diterima berdasarkan tindakan kita, kasih Allah berbeda. Kasih-Nya tidak terikat pada naik turunnya keadaan kita. Tidak goyah oleh karena perasaan kita. Dan tentu saja tidak bergantung pada kinerja kita.

Kasih Allah berakar kuat pada karakter-Nya yang tidak berubah.


Jadi, meskipun Anda berada di puncak kesuksesan tertinggi atau di lembah keputusasaan terdalam—kasih-Nya tetap konstan, sumber kekuatan yang selalu hadir bagi mereka yang mengasihi-Nya. 


Hari ini, biarlah kata-kata dalam Ulangan 7:9 meresap ke dalam jiwa Anda dan ingatlah: Allah kita tidak jauh atau acuh. Dia dekat, dan kasih-Nya setia, bertahan selama ribuan generasi.


Pengingat kasih Tuhan apa yang paling Anda butuhkan saat ini?

Kasih Tuhan itu setia dan tidak pernah berubah.

Kasih Tuhan tidak berdasarkan pada apa yang aku lakukan.

Kasih Tuhan itu ada saat ini dan ada senantiasa.


DOA

Tuhan, terima kasih atas kasih setia-Mu! Aku tidak mau kehilangan kasih-Mu. Tidak ada yang melebihinya. Kasih-Mu tak terbatas dan berlimpah lebih dari yang kubayangkan. Terima kasih, Engkau telah memberikannya secara cuma-cuma dan mengajariku bagaimana dengan bebas mengasihi orang lain. Dalam nama Yesus, Amin.


Baik saat kita berada di puncak gunung tertinggi maupun di lembah terdalam, kasih-Nya tetap -sumber kekuatan yang senantiasa hadir.

Ketika kita mencari Tuhan dan memuliakan-Nya, Dia akan mencurahkan berkat -Nya. Doronglah seseorang dengan kebenaran ini!