Kitab Roma, surat Paulus kepada jemaat di Roma, adalah surat yang mendasari banyak topik penting dalam iman kekristenan.
Di dalamnya, Paulus menggambarkan hidup kita sebelum mengenal Tuhan sebagai hidup yang jauh dari Tuhan, dan bahkan musuh dari Tuhan–kita memilih hidup melawan rencana Tuhan bagi kita. Dia juga berbicara mengenai kebaikan dan kemurahan Yesus yang disediakan bagi kita sebagai jalan untuk kembali kepada Tuhan melalui keselamatan.
Inti argumen dan pengalaman Paulus sebagai umat Kristen ditemukan dalam Roma 5:8. Dia mengatakan bahwa saat kita masih jauh dari Tuhan dan lari dari-Nya, Tuhan mengutus Yesus untuk mati bagi kita. Melalui inilah Tuhan menunjukkan kasih-Nya yang sempurna bagi kita sebagai anak-anak-Nya.
Paulus tidak sekadar memaparkan teori–dia berbicara dari pengalaman! Tuhan menemui Paulus di tengah-tengah aksinya menganiaya para pengikut Kristus. Dan saat Paulus masih menjadi musuh Tuhan, Tuhan masih membuka jalan bagi Paulus untuk kembali ke hati Yesus.
Hal yang sama juga berlaku bagi kita.
Walau bagaimanapun wujud hidup kita, kita semua mulai dari tempat yang sama seperti Paulus–kita pernah jauh dari Tuhan. Dan hanya melalui Yesus kita telah ditebus kembali untuk dekat dengan Tuhan, dan sekarang menjadi bagian dari keluarga Allah. Anda punya jalan untuk kembali kepada Tuhan, berkat pengorbanan Yesus!
Bagaimana kasih Tuhan memengaruhi Anda hari ini?
Kasih Tuhan telah memberi harapan untuk masa depan saya terlepas dari keadaan saat ini.
Kasih Tuhan memungkinkan saya untuk melepaskan rasa malu saya dan hidup sebagai ciptaan baru.
Kasih Tuhan telah mendorong saya memaafkan seseorang dalam hidup saya.
DOA
Tuhan, Terima kasih telah mengirimkan Anak-Mu untuk menanggung beban dosa kami. Engkau menunjukkan kasih yang terbesar bahkan di saat kami masih berdosa. Terima kasih atas anugerah dan belas kasih-Mu kepada kami. Dalam nama Yesus, Amin.
Kita tidak dapat menyucikan diri atau berupaya sendiri mencapai Tuhan. Sebaliknya, Yesus datang dan mendatangi kita.
Hari ini, ingatkan seseorang bahwa mereka tidak dapat meniadakan anugerah Allah karena dosa. Dia mati menggantikan kita sehingga kita dapat memperoleh hidup kekal.