Shalom, saudara yang dikasihi Tuhan.
Mazmur 103 adalah ajakan Daud kepada dirinya sendiri untuk memuji Tuhan dan tidak melupakan segala kebaikan-Nya. Daud berkata, “Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!”
Menariknya, Daud tidak sedang mengingatkan orang lain terlebih dahulu. Ia berbicara kepada jiwanya sendiri. Artinya, ada saat-saat kita harus mengingatkan hati kita: “Jangan lupa Tuhan! Jangan lupa pertolongan-Nya! Jangan lupa kasih setia-Nya!”
Dalam ayat 3-5, Daud mengingat beberapa kebaikan Tuhan: Tuhan mengampuni kesalahan, menyembuhkan penyakit, menebus hidup dari liang kubur, memahkotai dengan kasih setia dan rahmat, serta memenuhi hidup dengan kebaikan.
Saudara, sering kali kita lebih mudah mengingat masalah daripada pertolongan Tuhan. Kita mengingat apa yang belum kita miliki, tetapi lupa kepada apa yang sudah Tuhan berikan. Kita mengingat doa yang belum dijawab, tetapi lupa kepada begitu banyak doa yang sudah Tuhan jawab.
Karena itu hari ini, jangan hanya menghitung masalah—hitung juga kebaikan Tuhan. Ketika keadaan berubah, kasih Tuhan tidak berubah. Ketika manusia mengecewakan, Tuhan tetap setia. Ketika kekuatan kita habis, kemurahan Tuhan tidak pernah habis.
Mazmur 103 juga mengingatkan bahwa Tuhan adalah Allah yang penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Dia tidak memperlakukan kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi memberikan pengampunan dan kasih karunia.
Maka, sebelum kita meminta sesuatu kepada Tuhan, mari belajar berkata: “Tuhan, terima kasih. Sampai hari ini Engkau tetap baik.”
Saudara, mungkin hari ini kita sedang menghadapi pergumulan. Tetapi satu hal jangan pernah dilupakan: Tuhan yang sudah menolong kita sampai hari ini adalah Tuhan yang sama yang akan memimpin kita ke depan.
Mari berkata kepada jiwa kita: “Pujilah Tuhan! Jangan lupakan segala kebaikan-Nya!”
Tuhan memberkati.