Shalom, saudara-saudara yang dikasihi Tuhan.
Mazmur 108 mengajarkan kepada kita tentang hati yang teguh, pujian yang tidak tergantung keadaan, dan keyakinan bahwa kemenangan datang dari Tuhan.
Daud berkata dalam Mazmur 108:2, “Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap.” Ini adalah perkataan iman. Daud tidak berkata, “Aku siap karena semuanya baik-baik saja,” tetapi ia memilih untuk tetap siap memuji Tuhan di tengah keadaan yang belum tentu mudah.
Saudara, sering kali kita baru memuji Tuhan ketika masalah selesai. Kita bersyukur ketika doa dijawab, ketika pekerjaan berhasil, ketika kesehatan baik, dan ketika keadaan sesuai dengan keinginan kita. Tetapi Mazmur 108 mengajarkan bahwa pujian bukan respons terhadap keadaan; pujian adalah keputusan hati untuk tetap percaya kepada Tuhan.
Daud kemudian menyatakan bahwa kasih setia Tuhan lebih tinggi dari langit dan kesetiaan-Nya sampai ke awan. Artinya, ketika kekuatan kita terbatas, kasih setia Tuhan tidak pernah terbatas.
Dalam bagian berikutnya, Daud juga menyadari bahwa kemenangan tidak berasal dari kekuatan manusia. Karena itu ia berkata, “Berikanlah pertolongan terhadap lawan, sebab sia-sia penyelamatan dari manusia.” Ini bukan berarti kita tidak perlu berusaha, tetapi kita harus menyadari bahwa usaha kita membutuhkan pertolongan Tuhan.
Mungkin hari ini kita sedang menghadapi pergumulan dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, keuangan, atau masa depan. Jangan hanya melihat besarnya masalah. Lihatlah siapa Tuhan yang kita sembah.
Mazmur 108:14 berkata, “Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.”
Saudara, hari ini teguhkan hati kita. Jangan biarkan keadaan menentukan iman kita. Katakan: “Hatiku siap, ya Tuhan. Aku tetap memuji-Mu, tetap percaya kepada-Mu, dan tetap berjalan bersama-Mu.”
Ketika kita mengandalkan Tuhan, kita tidak berjalan sendirian. Sebab kemenangan sejati bukan karena kuatnya kita, tetapi karena Tuhan yang menyertai kita.
Tuhan memberkati.