Mazmur 107:1
“Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”
Shalom, saudara-saudara yang dikasihi Tuhan.
Mazmur 107 mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah Allah yang baik, dan kasih setia-Nya tidak pernah berakhir. Pasal ini menggambarkan berbagai keadaan manusia: ada yang tersesat di padang gurun, ada yang hidup dalam kegelapan dan belenggu, ada yang menderita karena kesalahan mereka, bahkan ada yang mengalami badai besar dalam perjalanan hidup.
Tetapi berulang kali muncul satu kalimat penting: “Mereka berseru-seru kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan diselamatkan-Nya mereka dari kecemasan mereka.”
Ini menunjukkan bahwa ketika manusia berada dalam titik terendah, Tuhan tidak meninggalkan. Ketika kita tidak tahu jalan keluar, Tuhan sanggup membuka jalan. Ketika kita terikat oleh masalah, Tuhan sanggup membebaskan. Ketika hidup kita seperti berada di tengah badai, Tuhan tetap berkuasa menenangkan keadaan.
Saudara, mungkin hari ini ada yang sedang mengalami “padang gurun”: merasa sendirian dan tidak tahu arah. Ada yang seperti berada dalam “penjara”: terikat oleh kekhawatiran, kepahitan, atau persoalan hidup. Ada juga yang sedang menghadapi “badai”: masalah keluarga, pekerjaan, ekonomi, atau masa depan.
Mazmur 107 mengajarkan: jangan berhenti berseru kepada Tuhan. Sebab Tuhan mendengar doa orang yang datang kepada-Nya.
Dan setelah Tuhan menolong, respons kita bukan hanya menikmati pertolongan-Nya, tetapi bersyukur dan menceritakan perbuatan Tuhan.
Karena itu, apa pun keadaan kita hari ini, mari percaya: Tuhan tetap baik, kasih setia-Nya tetap untuk selama-lamanya, dan tangan-Nya sanggup memulihkan kehidupan kita.
Mari kita berseru, percaya, dan bersyukur kepada Tuhan.
Amin.