Jumat, 06 Mei 2016

Yesus Mengubah Akhir Harapan Anda Menjadi Harapan Yang Tak Berakhir

2 Korintus 1:9-10 "Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati. Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi,"

Situasi apa pun yang tengah Anda hadapi sekarang, apa yang Anda harapkan Allah lakukan?
Beberapa dari Anda mungkin tidak mengharapkan Dia berbuat apa pun.
Namun Allah bekerja dalam hidup Anda sesuai dengan pengharapan Anda.
Itulah yang disebut iman!
Paulus tahu ini. Alkitab mengatakan dalam 2 Korintus 1: 9-10, "Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati. Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi,"

Inilah fase ke 6: penyelamatan

Tujuan Allah memberi jalan buntu ialah untuk mengajarkan Anda untuk percaya pada-Nya, Mengapa Dia membiarkan banyak perkara menjadi begitu buruk dan kian tak terkendali?
Agar Ia bisa memaksa Anda belajar untuk percaya pada-Nya, bukan pada kecerdikan dan kepintaran Anda sendiri.

Apa janji Allah ketika Anda percaya pada-Nya?
Dia telah menyelamatkan Anda, Dia akan menyelamatkan Anda, dan Dia akan terus menyelamatkan Anda.
Ketika Allah menyelamatkan Anda di fase terakhir ini, Ia menggunakan tiga bentuk penyelamatan:

1. Allah menggunakan penyelamatan yang situasional.
Allah secara ajaib mengubah keadaan, dan Laut Merah terbelah. Itu akan terjadi berkali-kali dalam hidup Anda, tapi itu tidak akan terjadi terus-menerus.

2. Allah menggunakan penyelamatan yang personal.
Ketimbang mengubah keadaan, Allah mengubah Anda dari dalam. Anda mendapatkan mimpi yang baru, visi baru, sikap baru, dan perspektif baru.

3. Penyelamatan Allah yang paling utama adalah Surga.
Allah belum berjanji untuk menghapus semua rasa sakit Anda di dunia ini atau memecahkan setiap masalah Anda. Sebab selama kita di Bumi, akan tetap ada rasa sakit dan kesedihan dan penderitaan. Penyelamatan yang paling utama adalah suatu hari di Surga kelak dimana tidak akan ada lagi rasa sakit, kesedihan, penderitaan, dan sakit hati.
Hanya ada satu cara untuk sampai ke Surga. Yesus berkata, "Kata Yesus kepadanya: 'Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14: 6).
Ketika Anda berada di jalan buntu, Yesus dapat mengambil ujung harapan lalu mengubahnya menjadi harapan yang tak berujung.

Apakah Anda tengah berada di jalan buntu?
Saya mengundang Anda untuk menyerahkan masalah itu, situasi itu, dan hidup Anda sendiri kepada Yesus Kristus.

Renungkan hal ini:

Dimana pun fase iman Anda saat ini, apa yang Anda harapkan untuk Allah lakukan dalam hidup Anda?

Apakah Anda telah mempercayakan hidup Anda kepada Yesus Kristus?
Bagaimana hal itu mengubah cara Anda dalam menghadapi kesulitan atau jalan buntu dalam perjalanan iman anda?

Allah bekerja dalam hidup Anda sesuai dengan pengharapan Anda. Itulah yang disebut iman!

Rabu, 04 Mei 2016

Iman Tidak Menyangkal Realita

2 Korintus 4:18 "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."

Iman tidak menyangkal realita.
Iman tidak pura-pura tidak tahu bahwa Anda sedang punya masalah.
Iman tidak berkata, "Aku tidak terluka" ketika sebenarnya Anda terluka.
Iman tidak berkata, "Aku tidak sakit" ketika sebenarnya Anda sakit.
Iman tidak berkata, "Aku bahagia" ketika sebenarnya Anda benar-benar merasakan duka yang mendalam.
Itu bukan iman; itu kepalsuan!
Iman itu berarti menghadapi realita tanpa merasa putus asa karenanya, sebab Anda tahu Allah lebih besar dari masalah Anda.

Hari ini ada sebuah label Kekristenan yang intinya mengatakan, "Tolak semua masalah Anda. Berpikir positiflah. Ucapkan dan nyatakan."
Pemikiran semacam ini tidak berasal dari Yesus.
Itu kata-kata Pollyana, tokoh gadis kecil yang amat optimis di dalam novel anak-anak. Dan apalagi Pollyana bukan seorang teolog.

Iman memampukan kita berhadapan dengan realita tanpa membuat kita berkecil hati.
Itu karena Anda tahu bahwa Tuhan dapat mengubah keadaan.
Anda dapat membangun keluarga di atas iman, tetapi tidak di atas khayalan.
Anda dapat membangun bisnis di atas iman, tapi tidak di atas khayalan.
Anda dapat membangun kehidupan di atas iman, tapi tidak di atas khayalan.

Kuncinya ialah lihatlah melebihi persoalan Anda: "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal" (2 Korintus 4:18).

Jika Anda melihat dunia, maka Anda akan tertekan. Ada banyak masalah di mana-mana!
Jika Anda melihatnya lebih jauh, Anda akan tertekan karena ada banyak hal yang perlu diubah dalam hidup Anda.
Tapi jika Anda melihat Yesus Kristus, Anda dapat bersandar.
Semua itu bergantung pada apa yang menjadi fokus Anda.
Permasalahan itu bak sebuah kasur: Naik ke atasnya, dan Anda bisa beristirahat.
Tidur di bawahnya, dan Anda akan sesak nafas.
Ketika Anda mulai melihat masalah Anda, Anda akan tenggelam.
Tapi jika Anda melihat Yesus - jika Anda melihat ke arah Sang Penyelamat Anda daripada melihat kesukaran Anda - maka Anda akan mampu melaluinya.

Renungkan hal ini:

Dalam hal apa Anda membangun hidup Anda di atas khayalan karena Anda takut menghadapi kenyataan?

Setelah berhadapan dengan fakta-fakta realita kehidupan Anda, menurut Anda apa yang Tuhan mau Anda lakukan?

Apa artinya fokus pada Yesus?


Iman memampukan kita berhadapan dengan realita tanpa membuat kita berkecil hati.

Selasa, 03 Mei 2016

Berada Di Ujung Harapan? Andalkan Tuhan

Roma 4:18 "Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: 'Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.'"

Bagaimana Anda tahu kapan harapan telah mati dalam hidup Anda?
Ketika Anda mulai menggunakan kata "tidak akan pernah."
Aku tidak akan pernah bisa menikah.
Aku tidak akan pernah bisa lulus.
Aku tidak akan pernah bisa sembuh.
Aku tidak akan pernah bisa bebas dari utang.
Aku tidak akan pernah bisa lepas dari masa lalu, melupakan semua rasa malu dan sakit hati ini.
Aku tidak akan pernah bisa berubah.
Aku tidak akan pernah bisa melihat situasi ini berubah.
Di saat itulah harapan telah mati.

Apa yang Anda lakukan ketika harapan Anda telah tiada?
Roma 4:18 mengatakan, "Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: 'Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.'"

Ketika Anda mencapai jalan buntu, Anda butuh Alkitab.
Baca. Pelajari. Hafalkan. Renungkan.
Catat di buku kecil, kemudian baca dan pelajari lagi.
Alkitab penuh dengan janji-janji.
Ketika Anda mengandalkan Firman Tuhan dan percaya pada janji-janji-Nya, Firman-Nya akan menghidupkan Anda kembali secara rohani.
Tidak ada yang bisa mendorong Anda sehebat Alkitab.
Ketika Anda bergantung pada Firman Tuhan, janganlah panik, ingatlah bahwa meski sesuatu berada di luar kuasa Anda, tapi Allah tetap pegang kuasa.

Kebuntuan adalah ujian atas iman Anda.
Alkitab mengatakan dalam Ibrani 11:17, "Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,"
Allah meminta Abraham mengorbankan anaknya, dan Abraham tidak ragu sekali pun.
Dia tidak panik sebab ia ingat apa yang bisa dilakukan Allah, dan ia mengandalkan apa yang telah Allah janjikan kepadanya.

Apa yang terjadi apabila Tuhan mengambil impian Anda yang paling diidamkan dan meminta Anda berhenti mengejarnya?
Bisakah Anda melakukannya di dalam iman?
Percayalah, meski Anda tengah ada di kebuntuan, Tuhan akan membebaskan Anda bila Anda memberi jawaban yang tepat.

Saat ini, beberapa dari Anda mungkin tengah berada di jalan buntu, dimana sepertinya tak ada jalan keluar.
Tetapi permasalahan hidup sebenarnya tak sesuram yang Anda lihat.
Ini terjadi karena Anda melihatnya dari sudut pandang manusia, bukan dari sudut pandang Allah.

Roma 4:20 mengatakan, "Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,"

Sebuah janji akan jadi sama baiknya seperti karakter orang yang membuat janji tersebut.
Alkitab mengatakan Allah tidak pernah berbohong karena Dialah kebenaran yang sejati.
Jika Dia memberi janji pada Anda, maka Dia akan memenuhinya.
Ini akan terjadi persis seperti yang telah Dia ucapkan.
Ketika Anda berada di jalan buntu, percayalah pada kebenaran ini.

Renungkan hal ini:

Meski saat ini Anda tak sedang berada di kebuntuan, bagaimana Anda bisa menggunakan Firman Tuhan untuk mempersiapkan diri menghadapi situasi iman ini?

Janji-janji apa dari Allah yang dapat mendorong Anda ketika Anda berada di jalan buntu?

Menurut Anda, bagaimana Allah akan merespon seseorang yang kembali kepada Firman-Nya ketika ia menghadapi jalan buntu?

Senin, 02 Mei 2016

Tuhan Pegang Kendali Meski Saat Rencana Anda Gagal

Roma 4:17 "Seperti ada tertulis: 'Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa' -- di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada."

Ada beberapa kata dalam hidup ini yang bagaikan jalan buntu; kanker, perceraian, kebangkrutan, kemandulan, dan pengangguran.

Bagaimana Anda tahu apabila Anda tengah berada di jalan buntu?
Ketika banyak hal tak bisa Anda atasi dan ketika Anda tak bisa berbuat apa-apa.

Ketika Anda terjebak dalam fase ke 5 dan menunggu-nunggu untuk keluar dari sana, Anda perlu ingat apa yang bisa Allah buat.
Situasi itu mungkin berada di luar kendali Anda, tapi itu tidak di luar kendali Tuhan.
Saat menghadapi kebuntuan, janganlah terpaku pada apa yang tidak bisa Anda lakukan; melainkan fokuslah pada apa yang bisa Allah lakukan.

Roma 4:17 mengatakan, "Seperti ada tertulis: 'Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa' -- di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada."

Ada dua hal yang dapat Allah lakukan yang tak bisa Anda lakukan: Ia bisa menghidupkan orang mati, dan Ia bisa menciptakan sesuatu dari ketiadaan.
Jika Ia bisa menghidupkan orang mati, maka Ia pun bisa menghidupkan karir Anda yang mati.
Ia bisa menghidupkan pernikahan yang mati.
Dia bisa menghidupkan impian yang mati.
Dan Ia pun bisa menghidupkan kebuntuan finansial Anda.

Abraham bukan hanya percaya pada kekuatan dari berpikir positif.
Saya selalu menyarankan orang untuk berpikir positif, sebab alternatif lainya apa?
Berpikir negatif tak ada gunanya.
Tapi masalahnya, pikiran positif bukanlah iman.
Ini dua hal yang amat berbeda.
Pikiran positif bekerja dengan baik dalam situasi dimana Anda bisa pegang kendali.

Tetapi dalam situasi-situasi yang berada di luar kendali Anda, pikiran positif akan sia-sia.
Itu cuma angan-angan belaka.
Itu tidak akan mengubah keadaan.
Ketika Anda menghadapi hal-hal yang di luar jangkauan Anda, Anda perlu sesuatu yang lebih dari sikap mental yang positif.
Anda perlu ber-iman kepada Allah, sebab Ia dapat mengendalikannya ketika Anda tidak bisa.
Sebagian besar hal dalam hidup berada di luar kendali Anda, sebab itu Anda jauh lebih butuh iman dibanding memiliki pikiran yang positif.

Alkitab mengatakan dalam Lukas 18:27, "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah."
Allah paling ahli dalam hal yang mustahil. Ini dinamakan mujizat, dan Ia dapat membuatnya dalam hidup Anda! Dia siap mengubah kebuntuan Anda menjadi pembebasan.

Renungkan hal ini:

Kebuntuan apa yang tengah Anda hadapi saat ini? Apakah Anda masih percaya bahwa Allah memegang kendali atasnya?

Mengapa kadang sulit untuk mengakui bahwa ada sesuatu yang berada di luar kendali Anda?

Menurut Anda, apa buah dari memiliki iman kepada Allah bahkan saat Anda sampai di kebuntuan?
Bagaimana iman mengubah Anda?
Bagaimana iman mengubah keadaan Anda?

Tuhan selalu pegang kendali atas hidup Anda, milikilah iman percaya kepada-Nya

"Balok Di Mata"

Seorang buta & seorang juling sedang bertengkar. "Ayo kita berkelahi di lapangan, siapa menang, dia yg benar," kata si buta. Si juling menjawab, "Siapa takut?" Ketika mereka sampai di lapangan, si buta berteriak: "Hei pengecut, jangan sembunyi di tempat gelap, hadapi aku." Tapi si juling segera menyahut, "Kau yg pengecut, kenapa kau membawa teman? Kalau kau lelaki sejati, majulah satu lawan satu." Padahal, tidak ada orang lain kecuali mereka berdua. Si buta menganggap si juling bersembunyi, sedang si juling melihat seolah2 ada dua lawan di hadapannya, padahal tidak.

Dalam kehidupan, kita bisa mengalami & menyaksikan hal konyol semacam ini. Orang munafik bisa selalu menemukan kelemahan & ketidakberesan orang lain. Sedangkan kesalahan & kedegilan hatinya sendiri, yg lebih besar tak mampu dikenalinya.

Kita akan merasa tidak nyaman jika dekat dengan orang seperti ini. Sebab ia bisa menemukan hal2 yg dianggapnya tidak beres, tetapi tidak mampu & tidak mau mengakui kelemahannya sendiri.

Bagaimana menghadapi orang seperti ini? Apakah dengan menjauhinya, sebab mengurus orang seperti ini hanya menguras energi?

Saudaraku, janganlah tergesa bertindak demikian. Sebab, jangan2 kita sendiri orang munafik itu. Perhatikan Matius 7:5, "Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan serpihan kayu itu dari mata saudaramu." Artinya, setelah memeriksa diri sendiri, barulah kita dimampukan menolong orang lain yg punya kesalahan, sebagai saudara. Caranya? Dengan kasih, & tidak menghakimi. "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?" (Mat. 7:3)

Minggu, 01 Mei 2016

Rancangan Tuhan Lebih Besar dari Masalah atau Kepedihan Anda

2 Korintus 4:17 "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami."

Ketika kita menghadapi kesulitan dalam hidup, hal pertama yang biasanya kita lakukan ialah menyalahkan orang lain.
Tapi dari mana pun asalnya masalah Anda - Tuhan punya tujuan di baliknya.
Bahkan ketika Anda melakukan hal-hal bodoh, Dia tetap bisa menggunakannya.
Bahkan ketika orang lain menyakiti Anda dengan sengaja, Ia dapat menggunakannya.
Bahkan ketika iblis merencanakan hal buruk atas hidup Anda, Dia dapat mendatangkan kebaikan dari dalam keburukan.

Tujuan Tuhan atas hidup Anda lebih besar dari masalah dan kepedihan Anda.
Tuhan punya rencana!
Anda perlu melupakan rasa sakit sementara dan melihat keuntungan jangka panjang untuk hidup Anda.

Roma 5:3-4 mengatakan "Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan."

Apa maksud dan tujuan dari masalah dan kesulitan Anda?
Tuhan ingin Anda belajar sesuatu.
Setiap badai adalah sekolah.
Setiap ujian adalah guru.
Setiap pengalaman adalah pembelajaran.
Setiap kesulitan adalah untuk kedewasaan Anda.

Sebagian besar dari kita adalah orang yang lambat belajar.
Jadi bila Anda tidak belajar sesuatu dari masalah Anda, Tuhan akan memunculkannya lagi dalam hidup Anda.
Masalah akan tetap datang kembali sebab Dia lebih tertarik dengan karakter Anda daripada dengan kenyamanan Anda.
Dia lebih tertarik melihat Anda menjadi semakin seperti Kristus ketimbang membuat segala hal mudah buat Anda.

Beberapa dari Anda mungkin tengah menghadapi kesulitan besar saat ini.
Mungkin itu berupa suatu penyakit atau rasa bersalah atau masalah keuangan atau kerenggangan dalam hubungan Anda.
Apakah Tuhan punya pesan yang ingin Ia sampaikan melalui persoalan Anda itu? Tentu saja.
Dia sedang berkata pada Anda, "Jangan menyerah. Jadilah dewasa. Wujudkan maksud di balik penderitaan Anda itu." Jadilah lebih dan lebih seperti orang yang Ia kehendaki.

"Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami". (2 Korintus 4:17)

Renungkan hal ini:

Apakah dengan menyalahkan mempengaruhi Anda secara rohani dan emosional? Bagaimana?

Langkah-langkah apa yang perlu Anda ambil untuk tumbuh secara rohani agar Anda bisa mewujudkan maksud dan tujuan dari kesulitan Anda tersebut?

Bagaimana Anda akan merespon seseorang yang bertanya, "Mengapa orang baik ini harus mengalami masa sulit?"

Tuhan punya rencana besar atas hidup Anda, jangan menyerah dan jadilah dewasa

Bagaimana Kesulitan Dapat Membuat Anda Lebih Baik, Bukan Menjadi Pahit

Kisah Para Rasul 27:31 "Karena itu Paulus berkata kepada perwira dan prajurit-prajuritnya: 'Jika mereka tidak tinggal di kapal, kamu tidak mungkin selamat.'"

Hidup ini tak adil. Anda akan berhadapan dengan masalah, kesulitan, dan rasa sakit yang akan membuat Anda menjadi orang yang lebih baik, atau malah membuat Anda kepahitan. Anda akan menjadi dewasa, atau malah menyerah.
Anda akan menjadi orang yang Tuhan kehendaki, atau malah akan berkeras hati. Anda harus memutuskan bagaimana Anda akan menanggapi masa-masa sulit dalam hidup Anda.
Bagaimana Anda akan menghadapinya.

Ketika melalui masa-masa sulit, apa yang tengah terjadi pada Anda tidaklah sepenting apa yang terjadi di dalam diri Anda.
Itulah apa yang semestinya Anda bawa ke dalam kekekalan - bukannya membawa persoalan, tapi membawa karakter Anda.

Dalam Kisah Para Rasul 27, kita belajar tiga cara dalam merespon permasalahan:

1. Jangan menyerah.

Kapal itu dilandanya dan tidak tahan menghadapi angin haluan. Karena itu kami menyerah saja dan membiarkan kapal kami terombang-ambing. (Kisah Para Rasul 27:15)
Ketika kapal yang membawa Paulus dan tahanan lainnya yang menuju Roma terombang-ambing di tengah laut Mediterania dan tak melihat matahari selama 14 hari, mereka pun mulai putus harapan.
Ketika menghadapi kesulitan, beberapa orang mulai menyerah.
Mereka tidak memiliki tujuan, cita-cita, ambisi, atau mimpi atas hidup mereka.
Ini ibarat naik sepeda menuruni bukit, Anda tak perlu susah payah mengayuh pedal Anda.
Tapi masalahnya adalah Anda turun ke bawah, dan sementara hidup ini bukanlah sesuatu yang mudah.
Hidup ini keras.
Jangan kehilangan ambisi atau mimpi Anda hanya karena hidup ini semakin sulit.

2. Jangan melarikan diri.

Karena kami sangat hebat diombang-ambingkan angin badai, maka pada keesokan harinya mereka mulai membuang muatan kapal ke laut. (Kisah Para Rasul 27:18)
Orang-orang yang bertugas saat itu harus meringankan berat kapal, mereka pun melemparkan muatan kapal ke laut, seperti peralatan dan makanan.
Mereka membuang hal-hal yang mereka butuhkan karena badai begitu kencang.
Ketika Anda terjebak di tengah badai dan ketika tekanan tak bisa lagi ditahan, Anda cenderung mulai meninggalkan nilai-nilai baik dan hubungan-hubungan yang bermasalah.
Anda berkata, "Aku menyerah pada pernikahanku. Aku menyerah mengejar mimpiku untuk kuliah. Tapi Tuhan berkata,'Tetaplah di dalam kapal!'"
Apakah Anda sudah melakukannya dalam pernikahan Anda?
Apakah Anda sudah berkata, "Perceraian bukanlah pilihan buatku. Kita berdua bisa melalui badai ini. Jika Anda belum, Anda pasti akan selalu tergoda untuk berjalan keluar dari jalur. Jika Anda tidak membuang ketakutan Anda, Anda tidak akan pernah bisa mengembangkan karakter yang Tuhan ingin Anda miliki. Allah dapat mengubah situasi dan kepribadian seseorang. Dia bisa mengubah Anda. Tapi Dia tidak akan melakukannya jika Anda selalu kabur dari permasalahan Anda! Saya telah belajar dari pengalaman pribadi, bahwa tidak pernah menjadi kehendak Allah bagi kita untuk lari dari situasi yang sulit. Allah ingin Anda belajar, tumbuh, dan berkembang. Jadi hadapilah."

3. Jangan putus asa.

"Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami" (Kisah Para Rasul 27:20).
Setelah 14 hari dalam kegelapan total dan setelah membuang muatan, peralatan, dan makanan, para penumpang kapal itu akhirnya putus asa.
Tapi mereka lupa satu hal: Di dalam badai sekali pun, Tuhan yang memegang kendali.
Dia tidak akan pernah meninggalkan Anda.
Anda mungkin tak bisa merasakan kehadiran-Nya, namun bila Anda merasa jauh dari-Nya, coba tebak siapa yang datang menghampiri Anda?
Tuhan bersama Anda di tengah badai, dan Ia akan membantu Anda melewatinya.
Ia sedang menguji Anda untuk melihat apakah Anda akan percaya pada-Nya.
Apakah Anda akan lulus ujian-Nya?

Renungkan hal ini:

Apa Anda percaya bahwa Tuhan ada bersama Anda di dalam badai persoalan Anda?
Bagaimana Anda menunjukkan kepercayaan Anda pada-Nya?

Situasi sulit apa yang sedang Anda tunggu-tunggu supaya Tuhan mengubahnya?

Tuhan menunggu Anda untuk mulai berubah.
Dia tak mau Anda hanya menunggu Dia mengubah keadaan Anda.
Bagaimana Anda merespon kebenaran ini?

Tuhan yang memegang kendali, percayalah kepada-Nya tanpa ragu dan takut.