2 Korintus 4:18 "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."
Iman tidak menyangkal realita.
Iman tidak pura-pura tidak tahu bahwa Anda sedang punya masalah.
Iman tidak berkata, "Aku tidak terluka" ketika sebenarnya Anda terluka.
Iman tidak berkata, "Aku tidak sakit" ketika sebenarnya Anda sakit.
Iman tidak berkata, "Aku bahagia" ketika sebenarnya Anda benar-benar merasakan duka yang mendalam.
Itu bukan iman; itu kepalsuan!
Iman itu berarti menghadapi realita tanpa merasa putus asa karenanya, sebab Anda tahu Allah lebih besar dari masalah Anda.
Hari ini ada sebuah label Kekristenan yang intinya mengatakan, "Tolak semua masalah Anda. Berpikir positiflah. Ucapkan dan nyatakan."
Pemikiran semacam ini tidak berasal dari Yesus.
Itu kata-kata Pollyana, tokoh gadis kecil yang amat optimis di dalam novel anak-anak. Dan apalagi Pollyana bukan seorang teolog.
Iman memampukan kita berhadapan dengan realita tanpa membuat kita berkecil hati.
Itu karena Anda tahu bahwa Tuhan dapat mengubah keadaan.
Anda dapat membangun keluarga di atas iman, tetapi tidak di atas khayalan.
Anda dapat membangun bisnis di atas iman, tapi tidak di atas khayalan.
Anda dapat membangun kehidupan di atas iman, tapi tidak di atas khayalan.
Kuncinya ialah lihatlah melebihi persoalan Anda: "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal" (2 Korintus 4:18).
Jika Anda melihat dunia, maka Anda akan tertekan. Ada banyak masalah di mana-mana!
Jika Anda melihatnya lebih jauh, Anda akan tertekan karena ada banyak hal yang perlu diubah dalam hidup Anda.
Tapi jika Anda melihat Yesus Kristus, Anda dapat bersandar.
Semua itu bergantung pada apa yang menjadi fokus Anda.
Permasalahan itu bak sebuah kasur: Naik ke atasnya, dan Anda bisa beristirahat.
Tidur di bawahnya, dan Anda akan sesak nafas.
Ketika Anda mulai melihat masalah Anda, Anda akan tenggelam.
Tapi jika Anda melihat Yesus - jika Anda melihat ke arah Sang Penyelamat Anda daripada melihat kesukaran Anda - maka Anda akan mampu melaluinya.
Renungkan hal ini:
Dalam hal apa Anda membangun hidup Anda di atas khayalan karena Anda takut menghadapi kenyataan?
Setelah berhadapan dengan fakta-fakta realita kehidupan Anda, menurut Anda apa yang Tuhan mau Anda lakukan?
Apa artinya fokus pada Yesus?
Iman memampukan kita berhadapan dengan realita tanpa membuat kita berkecil hati.