Selasa, 10 Mei 2016

"Melawan Kebahagiaan"

Eric Wilson, seorang dosen, ingin hidup lebih bahagia. Berbagai cara dicobanya. Ia membaca berbagai buku, mencoba banyak tersenyum, mengucapkan kata2 positif, & menonton film komedi. Semuanya tidak menolong.

Akhirnya, ia mengarang buku berjudul Against Happiness (Melawan Kebahagiaan). Menurutnya, kebahagiaan tidak bisa dikejar atau dibuat.

Ia akan muncul sendiri setelah kita berhasil menghadapi persoalan sulit, ketidakpuasan, bahkan penderitaan. Jadi, jalan untuk mencapai kebahagiaan ialah, harus melalui kesulitan!

Musa menghabiskan masa mudanya di istana Firaun. Hidupnya nyaman, tetapi tidak bahagia. Suatu saat, datanglah jalan yg sulit. Setelah membunuh seorang Mesir, Musa ketakutan lalu melarikan diri ke padang gurun. Hidupnya berubah drastis. Dulu serba ada, kini serba tidak punya.

Anak raja Mesir itu, kini hanyalah seorang pendatang di gurun Midian. Namun, di padang gurun itu justru Musa belajar banyak tentang kesendirian; tentang kerasnya kehidupan gurun; tentang susahnya menghadapi orang sulit.

Tanpa sadar, Tuhan menempatkan & menempanya di sekolah padang gurun itu, untuk mempersiapkannya menjadi pemimpin umat. Musa akhirnya berjumpa Tuhan, & menemukan kebahagiaan ketika menjalani panggilannya.

Saudaraku, kebahagiaan muncul ketika kita berjuang, lalu berhasil. Oleh sebab itu, jangan menggerutu jika Anda sedang ditempa oleh Tuhan, dengan melewati "sekolah padang gurun". Berjuanglah. Syukurilah tiap pengalaman hidup yg sulit. Belajarlah sesuatu dari sana, dengan terus meyakini bahwa setelah "lulus" nanti, kebahagiaan menanti! "Saudara2ku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai2 pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan." (Yak. 1:2,3)

Senin, 09 Mei 2016

Melakukan Misi Bersama

Filipi 1:27 "Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil,"

Anda diciptakan untuk sebuah misi.
Tuhan ingin Anda berbagi kasih dengan orang lain - teman, keluarga, dan rekan kerja Anda yang belum termasuk dalam keluarga-Nya.

Mengapa Dia ingin Anda melaksanakannya?
Sebab Tuhan ingin agar semua orang menjadi keluarga-Nya.
Dia tidak pernah menciptakan seseorang yang tidak Ia kasihi dan yang tidak memiliki misi di Bumi ini.
Dia tidak pernah menciptakan seseorang untuk tidak ditebus oleh darah Yesus Kristus.
Karena itulah Dia mau agar kita semua berbagi tentang Firman-Nya.

Namun Anda tidak boleh melakukannya sendirian!
Tuhan ingin Anda menjalani misi ini dengan orang percaya lainnya. Filipi 1:27 mengatakan, "Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil,"

Bagaimana Anda mewartakan kepada teman-teman Anda bahwa Allah mengasihi mereka?
Dan bagaimana Anda bisa melaksanakan misi Anda bersama dengan orang lain?
Melalui kelompok kecil gereja Anda.

Pertama, berdoalah bersama.
Minta kelompok kecil Anda untuk mendoakan teman-teman Anda yang tak memiliki hubungan dengan Allah.
Anda tidak bisa memaksa siapa pun untuk mengasihi Allah, tetapi Anda bisa berdoa untuk mereka.
Teman-teman Anda dapat menolak argumen Anda atau menolak untuk mendengarkan logika Anda.
Tapi mereka tidak berdaya dengan doa-doa Anda.
Doa akan langsung menuju hati mereka!

Alkitab mengatakan di Kolose 4:3, "Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan."

Ketika Anda berdoa agar diberi kesempatan untuk mengabarkan Firman, Anda tahu apa yang terjadi?
Anda akan mulai melihat peluang terbuka di mana-mana!
Doa membuat Anda lebih tanggap dengan situasi yang ada.
Ketika Anda mulai mendoakan keluarga Anda, maka Anda akan mulai melihat apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan mereka.
Ketika Anda mulai mendoakan rekan kerja Anda, Anda mulai peduli dengan mereka.

Dan, semakin Anda mengenal orang-orang di sekitar Anda lebih baik, semakin Anda bisa mulai menarik perhatian mereka dan menciptakan peluang-peluang untuk menyebarkan Injil pada mereka.

Sebelum Anda bisa berbagi Fiman kepada orang lain, Anda harus lebih dahulu membangun relasi dengan mereka.
Apa pengalaman, kepentingan, dan minat Anda yang sama dengan target Anda?
Diskusikan dengan orang-orang dalam kelompok kecil Anda tentang hal-hal yang Anda ingin lakukan, dan kemudian tanyakan, "Siapa saja orang yang kita kenal yang juga menikmati apa yang dilakukan orang yang tak percaya? Siapa yang bisa kita undang untuk bergabung dengan kita?"

Di Gereja G2M, ada satu kelompok kecil yang semua anggotanya ialah suka nonton.
Semua orang dalam kelompok ini membeli tiket untuk menonton setiap ada moment.
Lalu mereka semua patungan dan membeli dua tiket ekstra.
Setiap kali mereka berencana menonton kembali, mereka memilih dua orang untuk ikut nonton bersama.
Mereka bersenang-senang, dan di akhir film mereka bertanya pada ke dua orang itu, "Apa kau senang? Kami juga bergabung dengan kelompok lain yang serupa seperti ini. Kami berkumpul tiap Selasa malam di Gereja. Maukah kau bergabung dengan kami?"

Tuhan akan memberi berbagai peluang dan ide-ide seperti ini untuk mewartakan Firman-Nya.
Jadi mulailah mendoakannya dengan kelompok kecil Anda, dan bukalah mata Anda kepada orang-orang di sekitar Anda yang bisa Anda ajak melayani bersama-sama.

Renungkan hal ini:

Apa manfaat dari melakukan penginjilan secara berkelompok?

Bagaimana reaksi orang-orang ketika Anda mengundang mereka ke gereja atau ke kelompok kecil Anda ketika Anda menjalankan misi Anda tersebut dalam suasana yang kekeluargaan dan nyaman untuk mereka?

Siapa saja dalam keluarga Anda atau diantara teman-teman Anda atau rekan kerja Anda dimana Tuhan memimpin Anda untuk mendoakan mereka?
Bagaimana Anda bisa lebih mengenal orang-orang tersebut dengan menggunakan minat yang sama dengan Anda?

Lakukan misi bersama dengan komunitas rohani Anda dan giatlah berdoa untuk orang-orang yang sedang Anda doakan.

Ketika Menghadapi Kesulitan, Komunitas Adalah Jaring Pengaman Anda

Roma 12:15 "Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!"

Ketika mengalami penderitaan dalam hidup, Anda butuh orang-orang yang mau menangis bersama Anda.

Ada situasi-situasi yang tidak seharusnya dilalui seseorang seorang diri.
Seharusnya tak ada seorang pun yang harus menunggu di rumah sakit sendirian sementara orang yang dicintainya tengah berjuang dalam operasi hidup dan mati.
Seharusnya tak ada seorang wanita pun yang harus menunggu sendirian hasil pemeriksaan kehamilannya yang bermasalah.
Seharusnya tak ada seorang pun yang harus menunggu sendirian kabar dari medan perang.
Seharusnya tak ada seorang pun yang harus berdiri sendirian di tepi liang kubur yang terbuka.
Seharusnya tak ada seorang pun yang harus menghabiskan malam pertamanya sendirian karena pasangannya meninggal atau melarikan diri.

Tetapi faktanya adalah, beberapa dari perkara ini akan terjadi pada Anda.
Hal-hal ini tidak dapat terelakkan.
Anda akan mengalami tragedi.
Anda akan mendapat berita buruk.
Anda akan mengalami sakit hati.
Hanya orang bodoh yang akan menjalani hidupnya tanpa persiapan sama sekali untuk menghadapi sesuatu yang ia tahu pasti akan terjadi.
Inilah waktunya Anda membangun jaring pengaman Anda - sebuah jaringan yang berisikan orang-orang yang mendukung dan juga teman-teman Anda.

Apa yang dimaksud dengan jaring pengaman Tuhan?
Sekelompok orang percaya. Anda tidak perlu seratus orang. Cukup lima atau enam orang - sekelompok orang percaya yang berkomitmen dengan Anda.

Pernah ada seorang pria yang datang ke Gereja tujuh tahun lamanya.
Dia hanya duduk di bangku, tak pernah terlibat dalam pelayanan apa pun, tak pernah bergabung dengan persekutuan kecil.
Dia hanya datang menyembah Tuhan, kemudian pulang segera setelah kebaktian usai.
Suatu hari ia mengalami serangan jantung dan dirawat di rumah sakit selama dua minggu.
Saat itu pendetanya tengah bepergian dan baru mendengar kabar itu setelah pendetanya kembali.
Ketika ia keluar dari rumah sakit, ia datang ke gereja dan berkata, "Saya mau keluar dari gereja ini."
Pendeta bertanya, "Mengapa?" Jawabnya, "Karena tidak ada yang mengunjungi saya di rumah sakit."
Saat ia meninggalkan pendeta, pikir pendeta, "Itu salahmu!"

Dia tidak pernah peduli dengan siapa pun, kecuali dirinya sendiri.
Dia tidak pernah peduli, bahkan untuk berkumpul dengan jemaat lainnya.
Dia tidak pernah bergabung dalam persekutuan, tidak pernah memberi, tidak pernah berbagi.
Itulah salahnya hingga ketika kesulitan datang, tak seorang pun ada di sana untuk dia, karena dia tidak pernah membangun koneksi dengan sesama orang percaya lainnya.

Itu bukan cara yang Tuhan ingin untuk kita menjalani hidup.
Ini yang Dia mau: "Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!" (Roma 12:15).

Komunitas adalah jawaban Tuhan atas keputusasaan.
Anda diciptakan untuk berbagi hidup Anda dengan orang lain!
Sekaranglah waktunya bagi Anda untuk menemukan orang-orang yang akan mendukung Anda menjalani kehidupan ini, mereka yang akan bersukacita dengan Anda di dalam kemenangan Anda, dan menangis di dalam penderitaan Anda.

Renungkan hal ini:

Kegalauan apa yang menahan Anda untuk bisa bersukacita dengan orang lain di dalam sukacita mereka atau menangis di dalam kesedihan mereka?

Menurut Anda mengapa begitu banyak orang yang tidak mau berkomitmen dengan waktu mereka untuk membangun relasi-relasi di dalam gereja?

Siapa saja di dalam persekutuan kecil atau keluarga gereja Anda yang saat ini membutuhkan Anda untuk berjalan bersama mereka melewati pergumulan mereka?
Apa yang akan Anda lakukan hari ini untuk mendorong mereka?

Komunitas adalah jawaban Tuhan atas keputusasaan. Anda diciptakan untuk berbagi hidup Anda dengan orang lain!

Sabtu, 07 Mei 2016

Komunitas: Jawaban Tuhan Atas Kekalahan

Pengkhotbah 4:12 "Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan."

Siapa saja orang-orang yang menjaga Anda?

Anda butuh orang-orang yang membela Anda, yang berdiri untuk Anda dan melindungi Anda, yang membantu Anda agar tetap ada di jalur, dan yang mengingatkan Anda.
Kita semua memerlukan mereka, sebab setiap kita punya kekurangan.

Filipi 2:4 mengatakan, "Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga."
Jika Anda perlu satu ayat untuk melawan budaya dunia ini, itu tadi ayatnya!
Di Amerika, pemikiran masyarakat yang paling umum ialah segalanya adalah tentang saya - kepentingan saya, keuntungan saya, kemauan saya, dan ambisi saya.

Namun Alkitab mengatakan kita harus peduli satu sama lain. Kita satu keluarga!
Sebagai saudara dan saudari dalam keluarga Allah, kita harus membela satu sama lain dan saling membantu untuk tetap pada jalurnya.

Semenjak peristiwa 11 September 2001, kita semua lebih waspada terhadap satu sama lain.
Tapi apakah Anda tahu bahwa Anda punya musuh yang jauh lebih merusak dibanding teroris? Tentu saja!
Anda punya musuh pribadi, dan ia benci keberanian Anda. Namanya adalah Setan.
Dan dia ingin mengacaukan hidup Anda.
Dia ingin merusak hubungan Anda.
Dia ingin mengalahkan Anda.

Kenapa dia melakukan itu?
Sebab ia tidak bisa menyakiti Allah.
Ketika Anda tidak bisa mengganggu seseorang, apa yang Anda lakukan?
Anda akan mengincar anak-anak mereka.
Setan tidak bisa menyakiti Allah, karena itulah ia mencoba menyakiti anak-anak-Nya.

Ketika Setan menyerang Anda, ia tidak datang dengan berpakaian kostum merah sambil membawa garpu rumput dan berteriak, "Hah!"
Bagaimana Setan mengacaukan hidup Anda?
Melalui kebiasaan buruk Anda yang tak bisa Anda tinggalkan, melalui kepedihan yang tak bisa Ada lupakan, melalui masalah dan keadaan, melalui hubungan yang melukai hati Anda.

Kebanyakan orang Kristen dikalahkan karena kita mencoba untuk melawan Setan seorang diri.
Itu tindakan bodoh! Anda tidak akan pernah menang melawan iblis sendirian.
Anda butuh orang lain yang akan berjaga-jaga untuk Anda dan yang membantu Anda.

Komunitas ialah jawaban Tuhan atas kekalahan.
Anda perlu menemukan orang-orang yang akan mendukung Anda di masa-masa sulit dan yang berkata, "Kami tidak akan membiarkanmu berkecil hati. Kami tidak akan membiarkanmu mengalami depresi. Kami tidak akan membiarkanmu khawatir. Kami akan ada disana untukmu!"

Dan bilamana seorang dapat dikalahkan, dua orang akan dapat bertahan.
Tali tiga lembar tak mudah diputuskan (Pengkhotbah 4:12).

Renungkan hal ini:

Pikirkan tentang saat-saat ketika Anda berada di bawah serangan rohani.
Bagaimana isolasi atau pengasingan itu mempengaruhi kemampuan Anda untuk melawan pencobaan?

Ketika Anda mulai merasa diserang oleh Setan, apa yang bisa Anda lakukan untuk memanfaatkan dukungan dari persekutuan kecil Anda atau keluarga gereja Anda?

Bagaimana Anda bisa mendorong seseorang dalam persekutuan kecil Anda atau seorang teman yang tengah bergumul dalam kehidupan rohaninya atau keadaannya?


Anda perlu menemukan orang-orang yang akan mendukung Anda di masa-masa sulit dan yang berkata "Kami akan ada disana untukmu!"

"Kesempatan Yang Lewat"

Tom Bahler jatuh cinta kepada Karen Carpenter. Gayung bersambut. Dua tahun mereka berpacaran. Namun, belakangan Tom tidak lagi memandang kehadiran Karen sebagai kesempatan istimewa. Ia tidak memberi kepastian tentang arah hubungan mereka.

Akhirnya, Karen meninggalkannya. Saat itu baru Tom sadar, kesempatan berharga telah lewat! Dengan hati remuk, digubahnya lagu berjudul She's out of my life. "Akhirnya aku belajar sesuatu, " kata Tom, "tetapi semua sudah terlambat." Kesempatan bagaikan burung. Jika tidak segera ditangkap, ia pergi & tidak kembali. Kesempatan ialah momen yg tepat untuk berbuat sesuatu. Atau, sebuah situasi, di mana Anda lebih mudah untuk berbuat sesuatu.

Menurut Pengkhotbah, "untuk segala sesuatu ada waktunya". Ada gilirannya. Allah mengizinkan berbagai peristiwa mampir dalam hidup kita, silih berganti. Di setiap kejadian, ada kesempatan untuk melakukan apa yg bernilai kekal.

Sayang, kita kerap "tidak dapat menyelami pekerjaan Allah" (Pkh. 3:11). Karena terjebak oleh rutinitas hidup, kita menjalani hidup seperti mesin. Tidak bisa melihat bahwa dalam tiap rutinitias, ada kesempatan indah untuk berbuat sesuatu. Akibatnya, momen demi momen lenyap!

Saudaraku, hari ini, saat bertemu seseorang atau menjalani rutinitas, renungkan: adakah kesempatan bagi saya untuk menyatakan kasih Allah? Sebuah senyuman atau kalimat pembangkit semangat, bisa menyentuh hidup seseorang.

Sikap simpatik & peduli bisa sangat berarti. Pakai setiap kesempatan untuk menabur kasih Allah. Anda akan mengamini: Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya. "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yg dilakukan Allah dari awal sampai akhir." (Pkh. 3:11)

Jumat, 06 Mei 2016

Dalam Perjalanan Hidup, Kita Saling Membutuhkan

Efesus 4:16 "Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, -- yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota -- menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih."

Alkitab mengatakan dalam Kolose 2:6-7, "Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur."
Alkitab sering membandingkan kehidupan dengan berjalan, karena Anda tidak hanya duduk diam di dalam kehidupan.
Kita tengah ada dalam sebuah perjalanan!
Selama era Perjanjian Baru kita diminta untuk berjalan di dalam hikmat, kasih, terang, kepatuhan, dan di dalam Roh Kudus.

Tapi salah satu cara kunci yang Tuhan mau kita lakukan adalah: Anda tak pernah diciptakan untuk menjalani hidup ini sendirian.
Ini tak ada kaitannya apakah Anda single atau berkeluarga.
Pernikahan tak akan menyelesaikan masalah kehidupan; tapi komunitas iya.
Dan Anda dapat menemukan komunitas di dalam keluarga spiritual Anda - Tubuh Kristus.

Beberapa dari Anda berkata, "Apa salahnya dengan berjalan sendirian? Saya senang berjalan sendirian. Malah saya lebih memilih begitu. Saya bisa memilih mau berjalan cepat atau lambat. Saya tak perlu menunggu langkah orang lain."

Mungkin Anda senang berjalan sendirian, namun Anda butuh orang lain untuk berjalan dengan Anda menjalani kehidupan.
Saya beri Anda 3 alasan :

1. Lebih aman.
Pernahkah Anda berjalan melewati lorong gelap di malam hari atau menyelusuri pedesaan sendirian? Itu cukup mengerikan, bukan? Lebih aman jika menjalani hidup dengan orang lain.

2. Lebih mendukung.
Ada satu pepatah Zambia, "Saat berlari sendirian, Anda berlari dengan cepat. Namun saat Anda berlari dengan orang lain, Anda berlari lebih jauh."
Hidup itu bukan lari sprint; ini lari maraton! Satu-satunya cara untuk menyelesaikan perlombaan dengan baik tanpa kelelahan ialah dengan berlari dengan orang-orang yang ada di hidup Anda melalui hubungan-hubungan yang bernilai.

3. Lebih cerdas.
Anda belajar lebih dengan berjalan bersama sesama ketimbang jika sendirian.
Amsal 28:26 "Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal, tetapi siapa berlaku dengan bijak akan selamat."
Maksudnya ialah bila Anda satu-satunya yang berpikir tentang sesuatu dan tak ada seorang pun yang sepakat dengan Anda, mungkin Anda sedang berjalan di arah yang salah.
Ketika Anda berjalan seorang diri, Anda tak punya seseorang yang bisa Anda tuju, "Kita sudah keluar jalur. Kita harus kembali ke jalur dan ke arah yang benar."

Efesus 4:16 mengatakan, "Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, -- yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota-- menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih."
Anda harus melibatkan orang-orang dalam hidup Anda untuk membantu Anda bertumbuh menjadi pribadi yang Tuhan kehendaki.
Hidup ini adalah tentang hubungan.
Allah adalah kasih, dan Ia ingin Anda belajar mengasihi Dia dan mengasihi orang lain.
Kedua hal itu adalah pelajaran terhebat dalam hidup.

Renungkan hal ini:

Komunitas Injil apa yang Anda terlibat di dalamnya?
Siapa saja orang-orang yang bisa Anda ajak jalan bersama dalam hidup dan bisa berbagi dukungan?

Bagaimana Anda secara aktif memupuk hubungan-hubungan tersebut untuk membuatnya lebih erat?

Anda tak pernah diciptakan untuk menjalani hidup ini sendirian. Anda dicipta untuk saling membutuhkan.

APAKAH ALKITAB ?

Kita tahu, kata “Alkitab” berarti “buku”.  Namun Buku apakah Alkitab ?

ALKITAB ADALAH HEMBUSAN ALLAH

Alkitab sendiri mengatakan, “Seluruh kitab suci diilhamkan Allah” (2 Tim. 3:16). Kata "diilhamkan" lebih tepat jika diterjemahkan dengan "hembusan" (avp). Jadi "Seluruh kitab suci adalah HEMBUSAN Allah".

Alkitab bukan hanya perkataan Allah atau pikiran Allah, Alkitab adalah hembusan Allah sendiri.
Yang kita hembuskan ialah nafas kita, dan nafas ini dihembuskan oleh hakiki kita. Maka Alkitab adalah sebuah buku yang dihasilkan oleh hembusan Allah . Hembusan ini adalah sesuatu yang dihembuskan oleh hakiki Allah sendiri.

ALKITAB MENGANDUNG UNSUR-UNSUR ALLAH

Alkitab mengandung unsur Allah sendiri, Allah sendiri terkandung di dalam buku ilahi ini. Unsur-unsur Allah itu adalah :
- Terang
- Hayat (Zoe)
- Kasih
- Kuasa
- Hikmat
- Dan sebagainya.

Dan "Semuanya" ini telah dihembuskan-Nya ke dalam Alkitab. Kapan saja kita membaca buku ini dengan hati dan roh yang terbuka, niscayalah kita menyentuh Allah sendiri.

Alkitab bukan hanya mengandung pikiran-pikiran-Nya, pendapat-pendapat-Nya, pengetahuan-Nya, kata-kata-Nya, atau kalimat-kalimat-Nya. Alkitab mengandung diri Allah sendiri.

FIRMAN ALLAH ADALAH ROH DAN HAYAT (Zoe)

Jika kita menemukan "Rahasia" menjamah Alkitab, kita akan menyentuh dan diinfus oleh sesuatu yang lebih dalam dari pada semua yang disebutkan diatas, yakni kita menyentuh dan terinfus oleh Allah sendiri.

Tuhan Yesus pernah berkata bahwa perkataan-perkataan yang dikatakan-Nya adalah Roh dan Hidup (Yoh. 6:63). Dapatkah kita membayangkan bahwa Alkitab / Firman Allah itu adalah Roh?

Alkitab bukan hanya kata-kata hitam di atas putih saja, tetapi juga sesuatu yang lebih tinggi, lebih dalam, lebih limpah, dan lebih kaya, yaitu Roh.

Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Roh itu ialah Allah sendiri (Yoh. 4:24) dan Hidup (Zoe) itu adalah Kristus sendiri (Yoh. 14:6).

Di sini kita tidak sedang mengatakan bahwa Alkitab adalah Allah sendiri, tetapi menurut Tuhan Yesus, Firman dalam Alkitab itu adalah Roh dan Roh adalah Allah sendiri.

RAHASIA MENERIMA FIRMAN ALLAH DALAM ALKITAB

Jika kita membaca firman ini dalam posisi yang benar, tidak mengandalkan pikiran (namun pikiran tetap berfungsi), tetapi menggunakan roh yang terbuka, niscaya kita menjamah Allah sendiri dan menerima Hayat-Nya.

Pada saat kita datang ke hadapan firman ilahi ini , kita harus menghampiri-Nya dengan hati yang "Mencari" Allah, bukan mencari pengetahuan Alkitab. Pikiran perlu tenang, dan roh terbuka. Jika terhadap Tuhan dan firman-Nya, kita membuka roh kita, tentulah kita akan menyentuh Tuhan sendiri yang ada di balik huruf-huruf ini.

Jadi membaca Alkitab bukan hanya persoalan membaca, mengerti, atau mencari dengan hati kita, membaca Alkitab adalah persoalan menyentuh Allah dalam roh kita.

Jika kita membaca Alkitab sedemikian, kita tidak hanya akan mendapat wahyu, tetapi juga unsur-unsur ilahi akan terinfuskan ke dalam kita, tertransmisikan ke dalam roh kita.

DOA BACA FIRMAN ALLAH

Perhatikan tanda "koma" setelah kata "Terimalah Firman Allah" dalam Efesus 6:17-18 :

“...terimalah ... Firman Allah, dengan segala doa dan permohonan . . .”

Ayat ini memberitahu kita bagaimana caranya menerima Firman Allah. Menerima firman Allah bukan hanya dengan "Membaca" dan "Mempelajari" , tapi juga dengan "Doa dan Permohonan". Jadi kita membaca dan mempelajari Alkitab dengan doa; yaitu melatih roh kita menyentuh Tuhan dengan mendoa-bacakan firman kudus ini.