Jumat, 06 Mei 2016

APAKAH ALKITAB ?

Kita tahu, kata “Alkitab” berarti “buku”.  Namun Buku apakah Alkitab ?

ALKITAB ADALAH HEMBUSAN ALLAH

Alkitab sendiri mengatakan, “Seluruh kitab suci diilhamkan Allah” (2 Tim. 3:16). Kata "diilhamkan" lebih tepat jika diterjemahkan dengan "hembusan" (avp). Jadi "Seluruh kitab suci adalah HEMBUSAN Allah".

Alkitab bukan hanya perkataan Allah atau pikiran Allah, Alkitab adalah hembusan Allah sendiri.
Yang kita hembuskan ialah nafas kita, dan nafas ini dihembuskan oleh hakiki kita. Maka Alkitab adalah sebuah buku yang dihasilkan oleh hembusan Allah . Hembusan ini adalah sesuatu yang dihembuskan oleh hakiki Allah sendiri.

ALKITAB MENGANDUNG UNSUR-UNSUR ALLAH

Alkitab mengandung unsur Allah sendiri, Allah sendiri terkandung di dalam buku ilahi ini. Unsur-unsur Allah itu adalah :
- Terang
- Hayat (Zoe)
- Kasih
- Kuasa
- Hikmat
- Dan sebagainya.

Dan "Semuanya" ini telah dihembuskan-Nya ke dalam Alkitab. Kapan saja kita membaca buku ini dengan hati dan roh yang terbuka, niscayalah kita menyentuh Allah sendiri.

Alkitab bukan hanya mengandung pikiran-pikiran-Nya, pendapat-pendapat-Nya, pengetahuan-Nya, kata-kata-Nya, atau kalimat-kalimat-Nya. Alkitab mengandung diri Allah sendiri.

FIRMAN ALLAH ADALAH ROH DAN HAYAT (Zoe)

Jika kita menemukan "Rahasia" menjamah Alkitab, kita akan menyentuh dan diinfus oleh sesuatu yang lebih dalam dari pada semua yang disebutkan diatas, yakni kita menyentuh dan terinfus oleh Allah sendiri.

Tuhan Yesus pernah berkata bahwa perkataan-perkataan yang dikatakan-Nya adalah Roh dan Hidup (Yoh. 6:63). Dapatkah kita membayangkan bahwa Alkitab / Firman Allah itu adalah Roh?

Alkitab bukan hanya kata-kata hitam di atas putih saja, tetapi juga sesuatu yang lebih tinggi, lebih dalam, lebih limpah, dan lebih kaya, yaitu Roh.

Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Roh itu ialah Allah sendiri (Yoh. 4:24) dan Hidup (Zoe) itu adalah Kristus sendiri (Yoh. 14:6).

Di sini kita tidak sedang mengatakan bahwa Alkitab adalah Allah sendiri, tetapi menurut Tuhan Yesus, Firman dalam Alkitab itu adalah Roh dan Roh adalah Allah sendiri.

RAHASIA MENERIMA FIRMAN ALLAH DALAM ALKITAB

Jika kita membaca firman ini dalam posisi yang benar, tidak mengandalkan pikiran (namun pikiran tetap berfungsi), tetapi menggunakan roh yang terbuka, niscaya kita menjamah Allah sendiri dan menerima Hayat-Nya.

Pada saat kita datang ke hadapan firman ilahi ini , kita harus menghampiri-Nya dengan hati yang "Mencari" Allah, bukan mencari pengetahuan Alkitab. Pikiran perlu tenang, dan roh terbuka. Jika terhadap Tuhan dan firman-Nya, kita membuka roh kita, tentulah kita akan menyentuh Tuhan sendiri yang ada di balik huruf-huruf ini.

Jadi membaca Alkitab bukan hanya persoalan membaca, mengerti, atau mencari dengan hati kita, membaca Alkitab adalah persoalan menyentuh Allah dalam roh kita.

Jika kita membaca Alkitab sedemikian, kita tidak hanya akan mendapat wahyu, tetapi juga unsur-unsur ilahi akan terinfuskan ke dalam kita, tertransmisikan ke dalam roh kita.

DOA BACA FIRMAN ALLAH

Perhatikan tanda "koma" setelah kata "Terimalah Firman Allah" dalam Efesus 6:17-18 :

“...terimalah ... Firman Allah, dengan segala doa dan permohonan . . .”

Ayat ini memberitahu kita bagaimana caranya menerima Firman Allah. Menerima firman Allah bukan hanya dengan "Membaca" dan "Mempelajari" , tapi juga dengan "Doa dan Permohonan". Jadi kita membaca dan mempelajari Alkitab dengan doa; yaitu melatih roh kita menyentuh Tuhan dengan mendoa-bacakan firman kudus ini.