Selasa, 10 Mei 2016

"Melawan Kebahagiaan"

Eric Wilson, seorang dosen, ingin hidup lebih bahagia. Berbagai cara dicobanya. Ia membaca berbagai buku, mencoba banyak tersenyum, mengucapkan kata2 positif, & menonton film komedi. Semuanya tidak menolong.

Akhirnya, ia mengarang buku berjudul Against Happiness (Melawan Kebahagiaan). Menurutnya, kebahagiaan tidak bisa dikejar atau dibuat.

Ia akan muncul sendiri setelah kita berhasil menghadapi persoalan sulit, ketidakpuasan, bahkan penderitaan. Jadi, jalan untuk mencapai kebahagiaan ialah, harus melalui kesulitan!

Musa menghabiskan masa mudanya di istana Firaun. Hidupnya nyaman, tetapi tidak bahagia. Suatu saat, datanglah jalan yg sulit. Setelah membunuh seorang Mesir, Musa ketakutan lalu melarikan diri ke padang gurun. Hidupnya berubah drastis. Dulu serba ada, kini serba tidak punya.

Anak raja Mesir itu, kini hanyalah seorang pendatang di gurun Midian. Namun, di padang gurun itu justru Musa belajar banyak tentang kesendirian; tentang kerasnya kehidupan gurun; tentang susahnya menghadapi orang sulit.

Tanpa sadar, Tuhan menempatkan & menempanya di sekolah padang gurun itu, untuk mempersiapkannya menjadi pemimpin umat. Musa akhirnya berjumpa Tuhan, & menemukan kebahagiaan ketika menjalani panggilannya.

Saudaraku, kebahagiaan muncul ketika kita berjuang, lalu berhasil. Oleh sebab itu, jangan menggerutu jika Anda sedang ditempa oleh Tuhan, dengan melewati "sekolah padang gurun". Berjuanglah. Syukurilah tiap pengalaman hidup yg sulit. Belajarlah sesuatu dari sana, dengan terus meyakini bahwa setelah "lulus" nanti, kebahagiaan menanti! "Saudara2ku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai2 pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan." (Yak. 1:2,3)