Kisah Para Rasul 1:8b "Dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Cara paling efektif untuk memberitahu orang lain tentang hal-hal besar yang dapat Allah lakukan dalam hidup mereka ialah dengan menceritakan pada mereka tentang apa yang telah Ia lakukan dalam hidup Anda.
Itulah yang paling membuat perbedaan.
Yesus berkata dalam Kisah Para Rasul 1:8, "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Ketika saya mendengar kata "saksi," saya langsung terbayang ruang sidang.
Ini adalah sebuah gambaran yang sempurna atas apa yang Allah tugaskan pada kita untuk membuat perbedaan.
Dia tidak meminta kita untuk menjadi seorang pengacara, memperdebatkan suatu kasus.
Dia tidak meminta kita untuk menjadi hakim, mengadili orang lain.
Dia ingin kita menjadi saksi-Nya.
Apa yang seorang saksi lakukan?
Seorang saksi hanya berkata, "Inilah yang saya lihat. Inilah yang saya dengar. Sama seperti saksi Kristus, Anda hanya perlu memberitahu orang lain kisah tentang apa yang telah Allah lakukan dalam hidup Anda."
Seorang teman tidak merahasiakan kabar baik dari temannya.
Jadi, ceritakan apa Kabar Baik tentang apa yang telah Allah buat dalam hidup Anda sehingga itu dapat membuat perbedaan yang berkelanjutan dalam hidup mereka.
Apakah Anda ragu bagaimana cara memulainya?
Berikut adalah langkah sederhananya: Catat cerita Anda, lalu ceritakan kepada kelompok kecil Anda.
Mulailah berbagi kesaksian Anda dengan orang-orang yang terdekat supaya Anda bisa berlatih berbicara.
Setelah itu Allah akan memberi Anda kesempatan-kesempatan untuk berbagi cerita dengan seseorang yang perlu mendengar Kabar Baik dari-Nya.
"Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadap diriku" (Mazmur 66:16).
Siapa saja dalam hidup Anda yang perlu mendengar tentang apa yang telah Allah lakukan untuk Anda?
Renungkan hal ini:
Kebimbangan apa yang Anda punya dalam hal bersaksi kepada orang lain?
Bagaimana ketakutan Anda akan berubah atau lenyap ketika Anda membaca bahwa Anda hanya perlu menceritakan kisah Anda pada seseorang untuk memulai sebuah pembicaraan tentang Injil?
Menurut Anda mengapa penting untuk mencatat kisah Anda?
Dia tidak meminta kita untuk menjadi hakim, mengadili orang lain. Dia ingin kita menjadi saksi-Nya.