Jumat, 13 Mei 2016

KESUCIAN HATI

Setiap Minggu John beribadah, tetapi hatinya tetap terasa jauh dari Tuhan. "Saya tidak mendapat apa2," katanya. Semula hal itu ia kira terjadi karena khotbah & nyanyian ibadah yg tidak menyentuh. Ia pun berpindah2 gereja, menyimak khotbah para pengkhotbah ternama.

Namun, hasilnya sama saja. Akhirnya ia sadar, rasa jauh itu muncul karena hatinya yg tidak lurus. Sikap suka mencela, suka mengkritik, merasa "sudah tahu" & sombong rohani, membuatnya tidak puas saat beribadah di mana pun!

Menurut Yesus, hanya orang yg suci hatinya bisa melihat Allah. Kata "suci" berarti murni. Bersih. Tidak bercampur dengan apa pun. Hati yg suci mempunyai motivasi murni. Tidak mendua. Semata2 ingin memuliakan Tuhan.

Apabila orang beribadah dengan hati suci & murni, ia pasti akan mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi. Entah lewat firman, nyanyian, bahkan ketika berdiam diri sekalipun. Sebaliknya, tanpa kesucian hati, ibadah menjadi sia2.

Lihatlah Ananias & Safira. Keduanya memberi persembahan istimewa. Menjual tanah untuk Tuhan, tetapi tidak dengan hati suci. Mereka memberi sambil pamer diri. Para rasul bahkan dibohongi, soal jumlah yg dipersembahkan. Akibatnya, mereka tidak melihat Tuhan, malah dihukum Tuhan!

Saudaraku, apakah Anda sering merasa tidak puas ketika beribadah di gereja? Daripada menyalahkan apa & siapa, periksalah diri sendiri. Sudahkah Anda beribadah dengan kesucian hati?

Jika "ya", Anda tidak memerlukan khotbah hebat atau tata ibadah yg luar biasa, untuk bisa bertemu Tuhan. Baru saja masuk ke rumah Allah, Anda sudah akan disapa & berjumpa dengan-Nya! "Berbahagialah orang yg suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah." (Mat. 5:8)

JESUS LOVE U