"Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan." (Ams. 13:13)
Seorang anak dilarang makan permen oleh orangtuanya, karena sedang batuk. Namun ketika ia melihat satu stoples permen di meja makan yg warnanya begitu menarik, maka ia mulai tergoda. Ada keinginan untuk mengambil & menikmati permen itu.
Lalu ia teringat pada larangan orangtuanya. Hatinya bergumul. Ia tahu bahwa sebenarnya ia tidak boleh makan permen selama masih batuk, tetapi keinginannya untuk menikmati permen tersebut, ternyata jauh lebih besar dari larangan orangtuanya. Akhirnya, ia lebih memilih keinginan hatinya.
Demikian juga dengan Hawa. Ia tahu bahwa buah dari pohon pengetahuan tentang yg baik dan yg jahat itu, tidak boleh dimakan. Akan tetapi, godaan & keinginan hatinya mengalahkan larangan tersebut.
Ia melihat bahwa buah itu baik untuk dimakan & sedap kelihatannya, apalagi buah itu akan memberi pengertian. Sungguh buah yg menarik hati. Dan, dari keinginan tersebut, lahirlah perbuatan yg melanggar larangan Allah. Hingga jatuhlah Hawa ke dalam dosa karena ketidaktaatannya.
Saudaraku, sesungguhnya, ketaatan itu sederhana. Kita hanya diminta melakukan apa yg dikatakan Allah, tidak lebih dan tidak kurang. Namun, mengapa dalam kondisi tertentu kita sulit untuk taat?
Sebenarnya yg sulit bukan perintah atau larangannya, tetapi mengendalikan keinginan hati kita. Keinginan hati yg bertentangan dengan perintah atau larangan Allah, bisa membuat kita merasa keberatan untuk taat.
Mari terus kenali Tuhan & segala kehendak-Nya, agar setiap keinginan hati kita semakin selaras dengan kerinduan-Nya.