Day 10 - Mereka menyebutnya “BAIK”
Bacaan: Lukas 23:44-49
Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: "Sungguh, orang ini adalah orang benar!" (ayat 47)
Apa yang “BAIK” dari suatu peristiwa mengerikan seperti penyaliban? Suatu cara mati yang paling brutal yang diciptakan oleh kaum Barbar dan disempurnakan oleh orang-orang Roma. Hukuman mati dikhususkan untuk penjahat yang benar-benar jahat; seperti halnya seorang pengkhianat yang berusaha untuk menggulingkan Kaisar. Catatlah bahwa kejahatan terhadap Kaisar adalah bentuk kejahatan terhadap para dewa! Itulah sebabnya, penjahat yang disalib adalah mereka yang terkena hukuman para dewa, sehingga harus dilenyapkan dengan cara yang paling mengerikan dan paling terkutuk yang dapat terpikirkan oleh manusia.
Apa yang “BAIK” ketika SANG JALAN harus melewati suatu jalanan panjang berangin dengan memikul kayu besar di punggungnya? Apa yang “BAIK” ketika SANG KEBENARAN kalah dalam suatu sidang peradilan yang tidak benar dan menemukan nasibnya dipersalahkan bersama dengan orang-orang yang tidak benar? Apa yang “BAIK” ketika SANG HIDUP harus mati?
Dari perspektif para penonton yang berkumpul di Kalvari pada hari itu, tidak ada yang BAIK, tidak satupun yang BAIK! Mereka yang mengasihiNya, memandang dengan horor pada peristiwa mengerikan itu, sedangkan mereka yang membenciNya, memandang peristiwa horor tersebut sebagai hukuman yang pantas.
Hanya Allah saja yang melihat peristiwa itu dengan cara yang berbeda; Anak Tunggal-Nya mati di atas kayu salib sebagai tebusan. Di atas salib itu keadilan Allah bertemu dengan kasih karuniaNya. Kasih karunia yang menolak untuk membiarkan manusia untuk binasa, kasih karunia yang tidak manusiawi. Kasih karunia yang nampaknya … ilahi.
Itulah mengapa Gereja sepanjang sejarah mengingatnya sebagai suatu peristiwa yang “BAIK”. Peristiwa yang sangat “BAIK” dalam pemandangan ALLAH. Gereja mengingat bahwa rancangan yang “BAIK” itu datangnya dari ALLAH; apa yang IA nyatakan “BAIK” pasti “BAIK” adanya. Dan itulah sebabnya kita menyebut hari itu sebagai Jumat yang “BAIK”.
Pokok doa hari ini:
Bersyukur atas pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib yang menjadikan kita layak di hadapan Allah Bapa. Minta kepada Roh Kudus supaya kasih karuniaNya makin bertambah dalam hidup kita.