Day 9 - Getsemani
Bacaan: Lukas 22:39-46
Setelah tiba di tempat itu, Ia berkata kepada mereka: “Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.” (ayat 40)
Getsemani telah menjadi suatu istilah untuk menggambarkan kengerian, pergulatan, pergumulan, dan masalah tanpa jalan keluar. Getsemani telah berubah dari sekedar sebuah taman, menjadi suatu ruang doa dimana Kristus bergumul di dalamnya.
DI Getsemani itu, Yesus berdoa dan berharap agar penderitaan itu boleh berlalu daripadaNya. Suatu doa yang menonjolkan perasaan dan sisi kemanusiawian-Nya, suatu doa yang mengingini kebaikan untuk diri sendiri. Namun Ia melanjutkanNya dengan mengatakan: … “tapi jangan kehendakKu, melainkan kehendakMU-lah yang jadi.”
Setiap kita memiliki Getsemani kita sendiri dimana ketakutan menjadi sahabat kita, kekecewaan dan keputusasaan menjadi makanan kita. Namun di tempat seperti itu justru kita mencari Tuhan dan rencanaNya agar boleh terlaksana dalam hidup kita, tidak peduli betapapun mirisnya hati kita ketika kita mendoakannya.
Getsemani mengajak kita untuk berdoa, untuk menangis, untuk menjerit, kalau perlu untuk merasa marah kepada Tuhan. Getsemani mengajak kita untuk memeriksa dan berkaca kepada batin kita dan berhenti sesaat dari seluruh kesibukan kita untuk membawa seluruh ketakutan dan kerusakan kita kepada Tuhan. Dan itu artinya membawa seluruh diri kita untuk meraung dengan ketakutan kita di hadapan Tuhan. Itu artinya Getsemani membawa kita untuk jujur di hadapan Tuhan.
Getsemani juga menolong kita untuk sepakat dengan Tuhan. Untuk tidak memaksakan kehendak kita, namun sebaliknya mengizinkan kehendak Tuhan untuk boleh jadi nyata dalam kehidupan kita. Untuk melatih karakter kita untuk mengatakan: YA! kepada rancangan Tuhan. serta untuk membiarkan Tuhan menjadi Tuhan yang mengatur kehidupan kita, para hamba-hambaNya.
Ambillah waktu di Getsemani dan bawalah kehidupan Anda kepada Tuhan, karena Ia belum selesai memperbaiki Anda.
Pokok doa hari ini:
Mohon penyertaan dari Tuhan selalu dalam setiap aspek kehidupan kita. Berdoa supaya melalui hal-hal yang terjadi makin membuat iman kita makin berakar kuat dan bertumbuh dalam Dia.