Sabtu, 19 Maret 2016

Renungan puasa G2M - day 5

Day 5 - Oh, Dia Memang Raja

Bacaan: Yohanes 12:12-18

"Jangan takut, hai puteri Sion, lihatlah, Rajamu datang, duduk di atas seekor anak keledai." (ayat 15)

Yesus yang disambut di Gerbang Yerusalem dengan umat yang bagai lautan (setiap tahun peziarah mempersiapkan diri untuk menyambut paskah dengan berkunjung ke Yerusalem untuk mempersembahkan korban) melambai-lambaikan daum palem di tangan mereka dan berseru: Hosanna! Terpujilah! Kristus Raja! Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa mereka yang sudah menyaksikan kebesaranNya dan keagunganNya sebagai Mesias, ataupun mereka yang hanya pernah mendengar tentang namaNya dari kata orang saja, menjadi tumpah ruah ke jalan seperti kampanye pilkada!

Pesta dan hingar bingar menjadi lengkap karena KRISTUS ada di tengah-tengah mereka. Setiap tahun mereka merayakan paskah, berharap bahwa akan datang pertolongan dari Tuhan, dan setiap tahun juga mereka harus kecewa. Bagaimana jika kekecewaan itu sudah berlangsung selama dua tahun? Bagaimana jika tiga tahun? Lima tahun? Sepuluh tahun? Bagaimana jika setelah bertahun-tahun menunggu dan jawabannya tidak pernah datang?

Namun hari ini, KRISTUS datang! Dia yang diurapi Allah mungkin akan mendengar doa! Oh tidak, tidak. IA yang datang dari Allah pasti mendengarkan doa! Dan karena IA ada di sini, maka pesta tahun ini akan menjadi pesta yang lebih meriah, suatu pesta kegembiraan dimana semua ketakutan dan harapan umat boleh berjumpa dengan DIA yang datang dari Allah. Selama ini, pesta ini tidak pernah lengkap tanpa KRISTUS, namun sekarang KRISTUS telah hadir! IA menjadi pusat perhatian dan memang seharusnya IA menjadi pusat perhatian, ‘toh IA adalah raja.

Dalam hidup ini, seringkali kita lupa bahwa KRISTUS adalah Raja. Seringkali kita terlalu sering menikmati pesta dan perayaan tanpa kehadiranNya. Seringkali kita tidak peduli ketika ketiadaan KRISTUS tidak lagi mengusik kita. Berdoa membuat kita menyadari bahwa KRISTUS-lah yang seharusnya menjadi fokus dan pusat doa kita. KRISTUS haruslah menjadi alasan mengapa kita berdoa.

Apapun doa Anda dalam susah maupun senang. Apapun yang Anda doakan dalam perayaan atau dalam kesendirian, pastikanlah bahwa KRISTUS menjadi fokus dan tujuan doa Anda. Dia adalah Raja yang mendengar setiap doa dan tanpa kehadiranNya semua doa hanyalah menjadi rentetan kalimat ulangan yang sia-sia belaka. Berdoalah hari ini dan sambutlah dia, SANG KRISTUS RAJA!

Pokok doa hari ini:
Biarlah kita semakin berserah kepada Tuhan dalam kehidupan kita sehingga kita boleh berkata terjadilah sesuai kehendakMu bukan kehendak kami. Di saat kita berserah kepada Tuhan maka itulah kekuatan kita.