Senin, 21 Maret 2016

Renungan doa puasa G2M ~ day 7

Day 7- Tidak akan Lama Lagi

Bacaan: Mikha 5:1-8

Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. (ayat 1)

“Kapan kita akan terbebas dari penderitaan memalukan ini?”

Israel selalu memiliki harga diri baik sebagai bangsa yang bebas atau sebagai bangsa yang tertaklukkan. Namun jika dihitung-hitung, bangsa yang mengaku dipilih Tuhan tersebut, lebih sering berada di bawah kekuasaan bangsa lain dibandingkan berdiri sendiri sebagai bangsa yang berdaulat.

Babel, Persia, Yunani, dan sekarang Romawi. Ratusan tahun dijalani sebagai bangsa yang kalah. Namun harga diri mereka mendatangkan suatu determinasi untuk keluar dari kehidupan seperti itu.

“Dimanakah Tuhan dan pekerjaanNya yang besar seperti dahulu kala?”

Tuhan tetaplah Tuhan, Ia yang membelah laut merah dan memberikan roti manna pada umatNya di padang gurun, Ia jugalah yang akan mengakhiri dan menghapus hina dan malu yang ditimbulkan oleh orang-orang asing di tanah terjanji ini.

Semua orang di hari itu berharap bahwa peristiwa minggu palem akan menjadi titik tolak kebangkitan bangsa tersebut. Semua orang di hari itu berharap bahwa akan ada dinasti Yesus yang akan mendirikan kerajaan yang lebih kuat daripada Daud dan lebih megah daripada Salomo. Semua orang di hari itu berbisik-bisik untuk merencanakan suatu gerakan untuk menentang pemerintah Romawi yang telah menyusahkan mereka selama ini.

Namun tampaknya, SANG KRISTUS memiliki pemikiran yang berbeda; suatu rencana yang berbeda. Bukan pedang, melainkan kasih. Bukan kekerasan, melainkan pengampunan. Hal yang mereka pikir ideal, namun ternyata tidak ideal dalam pemandangan SANG KRISTUS.

“Tidak akan lama lagi, kami akan menjadi bangsa yang berdaulat”, pikir mereka.
“Tidak akan lama lagi, Aku akan memberikan hidupKu untuk keselamatan jiwa mereka”, pikir Yesus.

“Tidak akan lama lagi, kami akan kuat”, pikir mereka.
“Tidak akan lama lagi, kemuliaan Allah akan dinyatakan”, pikir Yesus.

Tidak akan lama lagi… Bersabarlah sedikit waktu lagi.

Pokok doa hari ini:
Minta pengampunan dari Tuhan karena kita seringkali memaksa apa yang menjadi kehendak kita. Dan minta hikmat dari Roh Kudus memimpin setiap jalan hidup kita.