Day 1 (Rabu, 16 Maret 2016)
"Bagaimana Memulainya"
Bacaan: Matius 7:7-12
Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (ayat 7)
Ketika kita berpikir tentang berdoa, halangan apa yang muncul dalam benak kita? Di dalam dunia yang bergerak terlalu cepat dan kehidupan yang terlalu sibuk, kita seringkali lupa untuk berdoa, atau mungkin merasa tidak punya waktu untuk berdoa. Kemajuan zaman seolah-olah mengalihkan pandangan kita dari Tuhan. Banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa tradisi Yahudi kuno sampai dengan ke zaman Yesus, memanggil umat Allah dalam 7 waktu doa yang berbeda setiap harinya.
Orang-orang Yahudi kuno tidak mungkin melewatkan satu hari tanpa mengucapkan salam, berkat, atau pujian kepada Tuhan. Sedangkan manusia modern hari ini bahkan dapat melewatkan seminggu tanpa mengingat kehadiran Tuhan kecuali ketika mereka sedang menghabiskan 2 jam dari keseluruhan waktunya di dalam Gereja.
Jadi adalah satu pertanyaan yang adil untuk dikemukakan: ”Bagaimana cara memulai berdoa?” Philip Yancey mengatakan bahwa Doa adalah suatu deklarasi akan ketergantungan pada Allah. Saya tidak dapat membayangkan definisi yang lebih baik dari itu.
Kita berdoa karena kita bergantung kepada Tuhan, sang tempat kebergantungan abadi yang sedari semula ada untuk digantungi. Dunia kita bergantung kepada Allah. Dan tanpa Allah, dunia tidak memiliki tempat bergantung sama sekali, dan itu artinya dunia tidak memiliki kesempatan sama sekali untuk bertahan. Jadi, langkah pertama dalam memulai doa adalah dengan mengakui bahwa kita memiliki kelemahan, dan oleh karena itulah kita mencari Allah yang kepadaNya kita butuh bergantung.
Doa bukanlah rangkaian formula kata-kata, doa juga bukan rangkaian tata liturgi, doa juga bukan masalah berapa waktu yang diperlukan untuk mengucapkannya, ataupun lagu apa yang tepat untuk dinyanyikan. Singkatnya, tidak ada satupun hal di dunia ini yang bisa kita jadikan resep doa, karena doa bukanlah mantera yang dirapal dengan hafalan untuk menghasilkan hasil yang instan seperti yang kita lihat dalam film-film tentang penyihir.
Doa membuat kita sadar bahwa kita adalah manusia yang memiliki kebutuhan; berdoa adalah suatu pengakuan bahwa IA adalah Tuhan dan kita adalah manusia yang membutuhkan Tuhan. Itulah sebabnya dengan hati yang tulus, kita berani mendekat kepada Tuhan yang memang ingin didekati oleh kita.
Siapkan hati Anda hari ini dan mendekatlah kepada Tuhan, maka IA-pun akan mendekat kepada Anda.
Pokok doa hari ini:
Minta kekuatan dari Roh Kudus untuk mau berkomitmen bersekutu dengan Tuhan mulai hari ini meluangkan waktu 2 jam 24 menit setiap harinya sampai selesainya puasa tanggal 27 Maret 2016.