Senin, 26 Oktober 2026

Jangan Menunda Kebaikan, Hiduplah dalam Kerendahan Hati



Bacaan Alkitab: Amsal 3:27–35

Shalom, Saudara yang dikasihi Tuhan.

Amsal 3:27–35 mengajarkan kita bahwa iman yang sejati bukan hanya terlihat dari seberapa sering kita berdoa, membaca Alkitab, atau datang ke gereja, tetapi juga dari bagaimana kita memperlakukan orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Firman Tuhan berkata dalam Amsal 3:27, “Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.”

Saudara, terkadang kita sebenarnya mampu menolong, tetapi kita menunda. Kita mampu menguatkan seseorang, tetapi memilih diam. Kita bisa meminta maaf, tetapi membiarkan gengsi menguasai hati. Kita bisa memberi perhatian kepada keluarga, pasangan, atau saudara seiman, tetapi merasa masih ada hari esok.

Padahal, kita tidak pernah tahu seberapa besar arti sebuah kebaikan bagi seseorang yang sedang berjuang dalam diam. Mungkin satu pesan sederhana, satu doa, satu uluran tangan, atau satu kata pengampunan yang kita berikan dapat menjadi jawaban Tuhan bagi orang lain.

Firman Tuhan juga mengingatkan agar kita tidak merencanakan kejahatan, tidak iri terhadap orang yang melakukan kekerasan, dan tidak hidup dalam kesombongan. Sebab Tuhan berkenan kepada orang yang jujur dan rendah hati, tetapi menentang orang yang congkak.

Mari kita periksa hati kita hari ini. Jangan sampai kita terlihat rohani di hadapan manusia, tetapi melukai orang lain melalui perkataan dan sikap kita. Jangan sampai kita mengejar berkat Tuhan, tetapi lupa menjadi berkat bagi sesama.

Ingatlah, Saudara, hidup yang diberkati bukan hanya hidup yang menerima kebaikan Tuhan, tetapi hidup yang dipakai Tuhan untuk menyatakan kebaikan-Nya kepada orang lain.

Hari ini, jika ada orang yang perlu kita tolong, tolonglah. Jika ada yang perlu kita ampuni, belajarlah mengampuni. Jika ada kebaikan yang bisa kita lakukan, jangan menundanya.

Mari kita menjadi pribadi yang rendah hati, tulus, dan membawa damai, sebab hidup kita bukan hanya tentang apa yang kita miliki, tetapi tentang kasih Tuhan yang dapat dirasakan orang lain melalui diri kita.

Tuhan Yesus memberkati.

### Doa Penutup

Bapa di dalam nama Tuhan Yesus, lembutkan hati kami agar kami tidak menunda kebaikan, tidak dikuasai kesombongan, dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Ampuni kami ketika kami lebih mementingkan diri sendiri daripada memperhatikan orang lain. Ajarlah kami untuk mengasihi dengan tulus, mengampuni dengan sungguh-sungguh, dan menjadi saluran berkat bagi setiap orang yang Tuhan tempatkan dalam hidup kami. Biarlah melalui perkataan, sikap, dan perbuatan kami, nama-Mu dimuliakan. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.