Selasa, 20 Oktober 2026

AMSAL 1 — HIKMAT YANG MENJAGA LANGKAH HIDUP KITA



Shalom dan selamat pagi, Saudaraku yang dikasihi Tuhan.

Saudaraku, pernahkah kita merasa sudah cukup berpengalaman dalam menjalani hidup, sehingga kita merasa tidak perlu lagi dinasihati? Terkadang kita lebih mudah mendengarkan pendapat orang lain daripada mendengarkan teguran Tuhan. Padahal, satu keputusan yang salah dapat membawa kita pada penyesalan yang panjang.

Amsal 1:7 berkata, “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.”

Firman Tuhan mengajarkan bahwa hikmat sejati dimulai ketika kita menghormati Tuhan dan bersedia belajar dari-Nya. Hikmat bukan sekadar kepintaran, pendidikan tinggi, atau pengalaman hidup. Hikmat adalah kemampuan untuk memilih jalan yang benar, sekalipun jalan itu tidak mudah.

Dalam Amsal 1, kita juga diingatkan agar tidak mudah mengikuti ajakan orang fasik. Dunia mungkin menawarkan keuntungan yang cepat, kesenangan sesaat, dan jalan pintas yang terlihat menguntungkan. Namun, tidak semua yang terlihat baik akan membawa kita kepada kehidupan yang baik.

Saudaraku, mungkin hari ini Tuhan sedang menegur kita melalui firman-Nya, melalui pasangan, keluarga, atau seseorang yang mengasihi kita. Jangan langsung mengeraskan hati. Bisa jadi teguran itu adalah cara Tuhan menyelamatkan kita dari keputusan yang salah.

Ingatlah, orang berhikmat bukanlah orang yang tidak pernah salah, melainkan orang yang mau merendahkan hati untuk dikoreksi oleh Tuhan.

Karena itu, sebelum mengambil keputusan, berdoalah. Sebelum melangkah, carilah kehendak Tuhan. Jangan hanya bertanya, “Apakah ini menguntungkan saya?” tetapi tanyakan juga, “Apakah ini berkenan kepada Tuhan?”

Mari kita belajar memiliki hati yang lembut, telinga yang mau mendengar, dan hidup yang selalu dipimpin oleh hikmat Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.