Shalom dan selamat pagi, Saudaraku yang dikasihi Tuhan.
Hari ini kita belajar tentang Mazmur 151, sebuah mazmur yang terdapat dalam tradisi Alkitab Septuaginta, tetapi tidak termasuk dalam kitab Mazmur pada Alkitab Protestan yang umum kita gunakan. Mazmur ini menceritakan tentang Daud, seorang yang kecil di mata manusia, tetapi dipilih dan dipakai oleh Tuhan.
Saudaraku, Daud bukanlah anak yang paling diperhitungkan dalam keluarganya. Ketika Samuel datang untuk mengurapi seorang raja, Daud bahkan sedang menggembalakan domba di padang. Namun, apa yang dianggap biasa oleh manusia ternyata tidak biasa di mata Tuhan.
Manusia melihat penampilan, tetapi Tuhan melihat hati.
Mungkin hari ini kita merasa diri kita biasa saja. Kita merasa tidak sehebat orang lain, tidak sepandai orang lain, atau pelayanan kita seolah-olah tidak terlihat dan tidak dihargai. Bahkan, mungkin ada saatnya kita bertanya, “Tuhan, apakah hidup saya masih berguna bagi-Mu?”
Saudaraku, jangan pernah mengukur nilai hidup kita berdasarkan penilaian manusia. Daud tidak menjadi besar karena kekuatannya sendiri, tetapi karena Tuhan menyertainya.
Ketika menghadapi Goliat, Daud tidak mengandalkan pedang atau tombak. Ia datang dengan iman kepada Allah yang hidup. Daud memahami bahwa kemenangan bukan ditentukan oleh besarnya musuh, melainkan oleh kebesaran Tuhan yang kita andalkan.
Demikian juga dalam kehidupan kita. Masalah keluarga, pekerjaan, kesehatan, dan pelayanan mungkin terasa begitu besar. Tetapi jangan biarkan besarnya masalah membuat kita melupakan betapa besarnya Tuhan kita.
Tuhan tidak mencari orang yang merasa dirinya hebat, melainkan orang yang mau merendahkan hati, percaya, dan taat kepada-Nya.
Karena itu, tetaplah setia. Sekalipun tidak dilihat manusia, tetaplah melayani. Sekalipun belum melihat jawaban doa, tetaplah percaya. Sebab hidup kita bukan tentang seberapa hebat kita di hadapan manusia, melainkan seberapa setia kita berjalan bersama Tuhan.
Kiranya seperti Daud, kita memiliki hati yang selalu bergantung kepada Tuhan, sebab Dialah sumber kekuatan, kemenangan, dan pengharapan kita.
Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua!