Shalom dan selamat pagi, Saudaraku yang dikasihi Tuhan.
Saudaraku, pernahkah kita merasa sudah cukup dewasa, cukup berpengalaman, dan cukup mengerti kehidupan, sehingga kita sulit menerima nasihat atau teguran orang lain? Terkadang kita ingin didengarkan, tetapi kita sendiri tidak mau mendengarkan. Kita ingin dimengerti, tetapi sulit mengakui kesalahan kita.
Melalui Amsal 1:1–7, Tuhan mengajarkan bahwa hikmat dan didikan sangat penting agar kita dapat menjalani hidup dengan benar.
Amsal 1:7 berkata, “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.”
Saudaraku, takut akan Tuhan bukan berarti kita hidup dalam ketakutan terhadap hukuman-Nya, melainkan hidup dengan hati yang menghormati Tuhan, menaati firman-Nya, dan menyadari bahwa kita membutuhkan pimpinan-Nya setiap hari.
Kita mungkin pintar dalam pekerjaan, berhasil dalam usaha, dan memiliki banyak pengalaman. Namun, tanpa hikmat Tuhan, kita bisa salah mengambil keputusan, melukai orang yang kita kasihi, bahkan kehilangan damai sejahtera karena mengikuti keinginan sendiri.
Amsal 1:5 berkata bahwa orang bijak mau mendengar dan menambah ilmu. Artinya, semakin kita bertumbuh dalam Tuhan, semakin kita menyadari bahwa kita masih perlu belajar. Jangan malu untuk dikoreksi. Jangan mengeraskan hati ketika firman Tuhan menegur kita. Sebab teguran Tuhan bukan untuk menghancurkan kita, melainkan untuk membentuk karakter kita menjadi semakin serupa dengan Kristus.
Saudaraku, Tuhan tidak mencari orang yang merasa dirinya selalu benar, tetapi orang yang bersedia dibentuk dan diajar oleh-Nya.
Mari kita memulai setiap hari dengan hati yang rendah, membaca firman Tuhan, berdoa, dan meminta hikmat-Nya sebelum mengambil keputusan.
Kiranya hidup kita bukan hanya menjadi semakin sukses di mata manusia, tetapi juga semakin benar, bijaksana, dan berkenan di hadapan Tuhan.
Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua.