Pernah melihat anak2, yg asyik berbicara sendiri saat bermain? Seolah2 ada seseorang di sampingnya yg mendengar & menanggapi, seorang teman imajinasi.
Menurut para ahli psikologi, fenomena ini wajar dalam pertumbuhan anak. Orangtua tak perlu khawatir, tetapi perlu memantau agar persahabatan imajiner itu, tidak mengalihkan anak dari kehidupan nyata.
Meski sama2 tak terlihat, Allah bukanlah pribadi hasil imajinasi. Alam semesta & isinya, adalah bukti nyata keberadaan-Nya Yer. 10:12,13). Dalam taraf tertentu, angin, hujan, & unsur alam lainnya dapat dikendalikan manusia, tetapi Siapa yg membuat semua itu & berkuasa menghadirkannya, dalam musim2 yg berbeda di berbagai belahan dunia?
Siapa gerangan yg meletakkan emas & perak di perut bumi untuk ditambang manusia, & menumbuhkan pepohonan kayu di hutan2 raya? Betapa gemasnya Tuhan karena semua bukti itu, tak membuat umat Israel mengakui & menghormati keberadaan-Nya.
Mereka justru datang memohon, pada patung2 dari emas & perak. Mereka berusaha menyenangkan dewa2 dari kayu, takut dimurkai, seolah2 benda2 mati itu hidup. Sementara, Allah yg hidup justru mereka abaikan. Betapa bodohnya!
Saudaraku, seberapa sering kita mendengarkan & berbicara kepada Allah, sebagai Pribadi yg hidup? Seberapa kita yakin bahwa Dia dapat mendengarkan & dapat berbicara?
Bagaimana seharusnya kita bersikap, bilamana kita yakin bahwa Dia nyata & sungguh hadir dalam hari2 kita? Berhati2lah agar imajinasi kita tentang dunia yg semu, tidak mengalihkan pandangan kita dari Allah yg hidup !!!
TUHAN YESUS KRISTUS MEMBERKATI