Rabu, 17 Agustus 2016

Penangkal Dosa Yang Paling Ampuh

Yohanes 14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku."

Sungguh mengerikan ketika orang percaya jatuh ke dalam dosa seksual.
Setelah Daud jatuh ke dalam dosa bersama Batsyeba, nabi Natan berkata kepadanya, "Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati" (2 Samuel 12:14).
Singkatnya, "Daud, kau baru saja memberikan senjata kepada musuh."

Saya berharap orang-orang Kristen akan berpikir panjang sebelum berbuat dosa.
Yusuf begitu.
Ketika istri Potifar merayunya, Yusuf mengerti bahwa ada konsekuensi atas dosa.
Ia berkata, "Bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?" (Kejadian 39:9)
Yusuf setia kepada Potifar, meski tentu saja, pada akhirnya Potifar menjebloskan Yusuf ke penjara karena lebih percaya pada omongan istrinya.
Namun Yusuf tidak pernah mengkhianati Potifar.

Yusuf bisa saja mencari-cari alasan.
"Hei, tapi masa kecilku kan sungguh menderita. Aku dijual sebagai budak oleh saudara-saudaraku. Aku di sini sendirian di tanah Mesir. Hidup sendiri itu sulit. Aku sekarang tinggal di Mesir, wajar kan, jika aku ingin jadi orang berkuasa di sini."

Yusuf bisa saja mengatakan banyak hal, namun ia mengerti bahwa standar Allah itu mutlak.
Tak akan pernah berubah.
Ia juga sadar bahwa dosa itu bertentangan dengan Allah.
Prinsip ini harus menjadi alat penangkal dosa yang paling ampuh - bukan sekedar mengandalkan rasa takut kita akan penghukuman.
Penangkal paling ampuh melawan dosa ialah dengan mengasihi Allah.
Bila Anda mengasihi Allah, tentunya Anda juga ingin melakukan hal-hal yang memuliakan Dia.

Saya senang dengan pernyataan Santo Agustinus ini: "Kasihi Tuhan dan lakukan sesukamu."
Artinya, jika Anda benar-benar mengasihi Allah seperti yang Ia mau, dengan segenap hati, segenap jiwa, dan dengan segenap akal budi Anda, maka Anda hanya akan mau melakukan apa yang menyenangkan hati-Nya.
Yesus berkata, "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku" (Yohanes 14:15).


Bila Anda mengasihi Allah, tentunya Anda juga ingin melakukan hal-hal yang memuliakan Dia.