Jumat, 12 Agustus 2016

Harapan atau Kasih

Ketika seorang anak kecil diajar untuk berbicara, besar harapan orang tua agar sang anak bisa mulai meminta melalui ucapannya.

Ketika sang anak berlanjut menjadi suka menuntut terutama maunya selalu menang atau mendapatkan apa yang ditututnya, besar harapan orang tua agar bisa berbagi.

Ternyata apa yang bisa dicapai sang anak dalam pertumbuhannya semua berawal dari keinginan sang orang tua atau wali anak. Apakah itu pasti yang dibutuhkan sang anak?

Yang tentunya bisa membatasi batasan tuntutan sang anak akhirnya ditemukan salah satunya saat bersekolah. Dimana saat rapor dibagikan menjadi kelihatan apa yang menjadi harapan dan kenyataan sebuah pelajaran tertentu bagi sang anak.

Demikian pula dalam kehidupan nyata seiring dengan semakin besarnya sang anak maka pelajaran yang bisa diterima semakin banyak demikian pula batasan-batasan yang menyertainya.

"Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan semua penyakit" demikian kata bijak yang sering kita dengar. Bahkan  "Obat yang manjur bisa juga menjadi racun yang fatal bagi orang lainnya" sehingga kita bisa lihat bagaimana keceriaan seorang anak bisa berubah menjadi kepahitan tatkala menjadi besar.

Sebuah lagu "Blowing in The Wind" dikatakan atas  jawaban berapa lama seorang lelaki menjadi dewasa. Menjadi besar adalah soal waktu, menjadi dewasa adalah soal keputusan. Demikian pula soal kepintaran adalah soal waktu, kebijaksanaan atau kejeniusan adalah soal keputusan yang terus dilatih.

Adalah suatu hal yang seharusnya bisa dipelajari  saat berbarengan anak2 mulai belajar soal ilmu dan pelajaran, menurut saya itu adalah pelajaran soal KASIH.
1. Harapan ternyata selalu penuh perhitungan, Kasih memberikan seluruh hitungan
2. Harapan berkaitan tuntutan, Kasih merelakan
3. Harapan berasal dari keinginan, Kasih berasal dari kesadaran atas kelimpahan
4. Harapan atas dasar dari yang tidak dimiliki, Kasih atas dasar memaksimalkan apa yang sudah dimiliki
5. Harapan selalu ada karena rasa kekurangan, Kasih selalu ada karena rasa kelebihan
6. Harapan dari apa yang bisa didapatkan, Kasih dari apa yang bisa diberikan
7. Harapan mencegah dari rasa kecewa, Kasih meneguhkan rasa bersyukur
8. Harapan bisa membakar ambisi, Kasih bisa mendamaikan

Sekarang apakah kita sudah bisa memahami anak secara seimbang atau bahkan sudah bisa prioritaskan mana yang diajarkan selagi kita bersama dengan sang anak, pasangan hidup, keluarga besar, teman kerja, teman main, dan akhirnya pada yang tidak kelihatan yaitu Tuhan sendiri.

Kembali kepada diri kita masing-masing, mana yang paling utama perlu dikuasai Harapan atau Kasih?
Harapan atas dasar Kasih ataukah
Kasih atas dasar Harapan yang sudah kita bangun?