Roma 12:17 "Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!"
Kita semua pernah terluka di waktu yang berbeda dalam hidup kita. Seseorang mungkin pernah menyakiti kita, memperlakukan kita dengan tidak adil, atau memfitnah kita. Karena kita tidak bersalah dan tak seharusnya mengalaminya, maka kita berpikir, saya tidak akan pernah memaafkan orang-orang itu.
Kita harus mengampuni mereka. Meski kita tak mau, tapi kita harus melakukannya. Mengapa? Sebab Alkitab memerintahkan kita untuk mengampuni. Efesus 4:32 mengatakan, "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu." Dan Kolose 3:13 mengatakan, "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian."
Dalam apa yang kita sebut sebagai Doa Bapa Kami, Yesus mengajarkan, "Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;"(Matius 6:9-12).
Mari pikirkan hal ini sejenak: kita harus mengampuni orang lain demi diri kita sendiri. Mengapa? Karena itu menghancurkan kita dari dalam. Itu juga mengubah kita menjadi orang yang kejam, orang yang pahit, orang yang tidak menyenangkan untuk berada di sekeliling orang lain. Kita cuma mau membicarakan tentang apa yang menimpa kita dan bagaimana orang-orang itu telah menyakiti kita. Ini hanya akan menjadikan kita orang yang lebih buruk. Oleh sebab itulah, kita harus mengampuni.
Ketika Anda memaafkan seseorang, Anda membebaskan seorang tawanan: diri Anda sendiri. Orang yang diampuni butuh orang yang mengampuni. Dan apabila Anda tidak bersedia memaafkan orang lain, maka saya harus bertanya apakah Anda sudah mengerti apa yang telah Allah lakukan untuk Anda?
Kita tidak layak menerima pengampunan. Namun Allah, dengan belas kasih-Nya, telah mengampuni segala dosa kita. Dan tak ada teladan yang lebih hebat tentang pengampunan, selain Kristus sendiri yang rela mati untuk kita di kayu salib.
Kita tidak layak menerima pengampunan, hanya oleh karena belas kasih-Nya pengampunan itu diberikan melalui anak-Nya Yesus Kristus di kayu salib.