Shalom, saudara yang dikasihi Tuhan.
Sering kali kita datang kepada Tuhan dengan satu permintaan: “Tuhan, ubahlah keadaan ini.”
Kita meminta Tuhan mengubah pasangan kita, mengubah rekan kerja kita, mengubah orang yang menyakiti kita, atau membuka kembali pintu yang sudah tertutup.
Tidak salah berdoa untuk semua itu.
Namun, pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya, “Tuhan, apakah ada sesuatu dalam hatiku yang juga perlu Engkau ubah?”
Roma 12:2 mengajarkan agar kita mengalami pembaruan budi sehingga dapat membedakan kehendak Allah.
Artinya, Tuhan tidak hanya bekerja di sekitar kita. Dia juga ingin bekerja di dalam diri kita.
Mungkin kita berdoa agar orang lain berubah, tetapi Tuhan sedang mengajar kita untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
Mungkin kita meminta agar semua masalah segera selesai, tetapi Tuhan sedang membentuk kesabaran dan ketekunan dalam diri kita.
Mungkin kita meminta agar kesempatan yang hilang kembali, tetapi Tuhan sedang mengajar kita menjadi lebih bijaksana dalam menggunakan kesempatan yang masih ada.
Saudara, doa yang sungguh-sungguh bukan hanya membawa daftar keinginan kepada Tuhan. Doa juga membuka hati kita untuk ditegur, dibentuk, dan dipimpin oleh Firman-Nya.
Kita mulai belajar berkata, “Tuhan, aku ingin keadaan ini berubah, tetapi jangan biarkan hatiku dikuasai kemarahan.”
“Tuhan, aku ingin mendapatkan jawaban, tetapi ajarlah aku tetap setia ketika harus menunggu.”
“Tuhan, aku tidak mengerti jalan-Mu, tetapi perbaruilah pikiranku agar aku dapat berjalan dalam kebenaran.”
Inilah pertumbuhan rohani: bukan hanya mengharapkan Tuhan melakukan sesuatu bagi kita, tetapi juga bersedia membiarkan Dia membentuk siapa kita.
Terkadang perubahan paling penting yang terjadi setelah kita berdoa bukanlah perubahan di sekitar kita, melainkan perubahan di dalam hati kita.
Hari ini, berdoalah dengan jujur. Mintalah pertolongan Tuhan, dan berikan ruang bagi-Nya untuk membentuk hidupmu.
Tuhan Yesus memberkati.