Shalom, saudara yang dikasihi Tuhan.
Ada luka yang tidak terlihat oleh mata manusia.
Kita bisa tetap bekerja, melayani, tersenyum, bahkan menguatkan orang lain, sementara di dalam hati kita masih menyimpan kesedihan yang belum selesai.
Mungkin ada perkataan seseorang yang terus teringat. Mungkin ada kehilangan yang belum bisa kita terima. Mungkin ada kegagalan yang membuat kita merasa tidak berharga.
Orang lain mungkin sudah melupakan peristiwa itu, tetapi kita masih merasakan sakitnya.
Mazmur 147:3 berkata bahwa Tuhan menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka.
Perhatikan, saudara: Tuhan tidak hanya melihat apa yang tampak di luar. Dia juga melihat hati yang sedang berjuang untuk bertahan.
Kamu tidak harus berpura-pura kuat di hadapan Tuhan.
Jika ingin menangis, menangislah dalam hadirat-Nya. Jika belum mengerti mengapa semua itu terjadi, ceritakanlah pergumulanmu kepada-Nya.
Pemulihan tidak selalu terjadi dalam satu malam. Ada luka yang membutuhkan waktu, doa, dukungan orang-orang yang tepat, dan keberanian untuk menghadapi kenyataan.
Namun, jangan menganggap bahwa karena kamu masih terluka, Tuhan telah meninggalkanmu.
Tuhan dapat menolongmu menjalani proses pemulihan selangkah demi selangkah.
Mungkin kenangan itu belum hilang, tetapi kamu bisa belajar agar kenangan itu tidak lagi menguasai seluruh hidupmu.
Mungkin air matamu masih jatuh, tetapi kamu tidak harus menangis sendirian.
Saudaraku, masa lalu yang menyakitkan adalah bagian dari ceritamu, tetapi itu bukan seluruh identitasmu.
Tuhan mengetahui luka yang tidak dapat kamu jelaskan dengan kata-kata, dan kamu boleh datang kepada-Nya tanpa harus menyembunyikan apa pun.
Hari ini, izinkan dirimu datang kepada Tuhan apa adanya.
Tuhan Yesus memberkati.