Minggu, 27 September 2026

BE GRATEFUL — BELAJAR BERSYUKUR DALAM SEGALA KEADAAN



Shalom dan selamat pagi, Saudaraku yang dikasihi Tuhan.

Firman Tuhan berkata dalam 1 Tesalonika 5:18, “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

Perhatikan baik-baik: Firman Tuhan tidak berkata, “Bersyukurlah untuk segala hal,” tetapi “dalam segala hal.”

Artinya, ketika keadaan baik, kita bersyukur. Tetapi ketika keadaan tidak seperti yang kita harapkan, kita juga tetap memilih untuk bersyukur.

Mengapa?

Karena ucapan syukur kita tidak boleh bergantung kepada keadaan. Ucapan syukur kita bergantung kepada siapa Tuhan yang kita sembah.

Mungkin hari ini ada yang datang dengan hati penuh sukacita. Tetapi mungkin ada juga yang datang dengan pergumulan—masalah keluarga, pekerjaan, ekonomi, kesehatan, atau doa yang sampai hari ini belum dijawab.

Namun hari ini Tuhan mengingatkan kita: jangan biarkan keadaan mengambil ucapan syukur dari hati kita.

1 Tawarikh 16:34 berkata, “Berterimakasihlah kepada TUHAN karena Ia baik. Kasih setia-Nya tetap untuk selamanya.”

Saudaraku, kita bersyukur bukan karena semua masalah sudah selesai. Kita bersyukur karena Tuhan tetap baik di tengah masalah.

Kita bersyukur bukan karena perjalanan hidup selalu mudah. Kita bersyukur karena Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dalam perjalanan itu.

Kalau hari ini kita masih bisa bangun, masih bisa bernapas, masih bisa berdoa, masih memiliki kesempatan untuk datang kepada Tuhan—itu semua adalah anugerah.

Mungkin belum semua doa kita dijawab, tetapi satu hal kita tahu: Tuhan tetap setia.

Jadi hari ini, mari kita berkata dari lubuk hati kita:

“Tuhan, sekalipun keadaanku belum berubah, hatiku mau tetap bersyukur. Karena Engkau baik, Engkau setia, dan kasih-Mu tetap untuk selamanya.”

Be grateful. Tetap bersyukur, dalam suka maupun duka, karena Tuhan kita selalu baik.