Minggu, 20 September 2026

HIKMAT HARI TUA


Shalom dan selamat pagi, Saudaraku.

Firman Tuhan dalam Amsal 16:31 berkata:

“Rambut putih adalah mahkota yang indah, yang didapat pada jalan kebenaran.”

Dan Mazmur 92:14 berkata:

“Mereka masih berbuah di masa tua, menjadi gemuk dan segar.”

Saudaraku, semakin bertambah usia, kita mungkin mulai sadar bahwa “kuota” hidup ini semakin sedikit. Waktu yang tersisa tidak sebanyak dulu. Karena itu, seharusnya kita bukan semakin takut menghadapi usia, tetapi semakin bijaksana menjalani kehidupan.

Rambut putih bukan sekadar tanda bahwa kita bertambah tua. Itu adalah pengingat bahwa ada perjalanan panjang, pengalaman, air mata, doa, perjuangan, kegagalan, dan pertolongan Tuhan yang sudah kita lewati.

Mungkin tubuh tidak sekuat dulu. Langkah tidak secepat dulu. Tetapi Tuhan tidak pernah berkata bahwa ketika usia bertambah, hidup kita menjadi tidak berguna.

Justru Alkitab berkata: “Mereka masih berbuah di masa tua.”

Artinya, selama Tuhan masih memberikan kita kehidupan, masih ada buah yang bisa kita hasilkan.

Mungkin sekarang buah kita bukan lagi tentang mengejar banyak hal untuk diri sendiri. Tetapi tentang menjadi berkat bagi anak-anak, keluarga, cucu, pasangan, gereja, dan orang-orang di sekitar kita.

Karena itu, mari kita gunakan sisa waktu yang Tuhan berikan untuk hidup benar, menjaga hati, tetap berkarya, menikmati hasil perjuangan dengan ucapan syukur, dan meninggalkan teladan yang baik.

Jangan berkata, “Saya sudah tua, sudah tidak bisa apa-apa.”

Katakan: “Selama Tuhan masih memberi napas, saya masih bisa berbuah.”

Kiranya ketika orang melihat kehidupan kita, mereka bukan hanya melihat rambut putih, tetapi melihat hikmat, iman, kasih, keteladanan, dan kehidupan yang menjadi berkat.

Usia boleh bertambah, tenaga boleh berkurang, tetapi buah kehidupan jangan berhenti.

Sebab hidup yang indah bukan hanya tentang berapa lama kita hidup, tetapi berapa banyak kehidupan yang diberkati melalui hidup kita.

Tuhan memberkati.