Shalom, saudara yang dikasihi Tuhan.
Mazmur 120 adalah nyanyian ziarah yang menggambarkan seseorang yang sedang berada dalam tekanan. Pemazmur berkata dalam ayat 1, “Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku.”
Perhatikan, ketika mengalami kesesakan, pemazmur tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Ia tidak mengandalkan kekuatan manusia, tetapi berseru kepada Tuhan. Ini mengajarkan bahwa ketika kita berada dalam masalah, Tuhan adalah tempat pertama untuk kita datang.
Kemudian pemazmur menghadapi “bibir dusta” dan “lidah penipu.” Artinya, ia hidup di tengah orang-orang yang perkataannya menyakitkan, memfitnah, memutarbalikkan kebenaran, dan membawa konflik.
Saudara, mungkin kita juga pernah mengalami hal yang sama. Kita sudah berusaha hidup benar, tetapi masih ada orang yang salah memahami, menuduh, atau membicarakan kita. Mazmur 120 mengajarkan: jangan biarkan perkataan orang lain menguasai hati kita. Bawalah semuanya kepada Tuhan.
Ayat 4 menggambarkan hukuman Tuhan terhadap lidah penipu. Ini mengingatkan kita bahwa Tuhan melihat setiap perkataan dan mengetahui setiap kebenaran yang tersembunyi. Kita tidak perlu membalas dengan kebencian, karena Tuhan adalah Hakim yang adil.
Yang menarik, pemazmur berkata bahwa ia hidup sebagai orang asing di Mesekh dan Kedar, yaitu lingkungan yang tidak memberikan kedamaian. Namun ia tetap memilih untuk mencintai damai.
Inilah tantangan bagi kita: ketika orang lain membenci, kita tetap mengasihi; ketika orang lain memfitnah, kita tetap menjaga perkataan; ketika orang lain mencari pertengkaran, kita memilih menjadi pembawa damai.
Saudara, Mazmur 120 mengingatkan kita bahwa pertolongan Tuhan tidak selalu berarti masalah langsung hilang, tetapi Tuhan memberikan kekuatan untuk melewati masalah dengan hati yang tetap benar.
Karena itu, ketika menghadapi tekanan hari ini, berserulah kepada Tuhan. Jangan membalas dusta dengan dusta. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Tetaplah hidup dalam kebenaran, sebab Tuhan mendengar doa kita dan Tuhan akan bertindak pada waktu-Nya.
Tuhan adalah pembela kita, dan damai sejahtera-Nya akan menjaga hati kita. Amin.