Mazmur 133:1
“Sesungguhnya, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!”
Shalom dan selamat pagi, Saudaraku.
Ada satu hal yang sering kita lupakan: Tuhan tidak hanya melihat seberapa banyak kita melakukan sesuatu untuk-Nya, tetapi bagaimana hati kita terhadap satu sama lain.
Mazmur 133 tidak berkata, “Betapa baiknya kalau semua orang sama.” Tetapi dikatakan, “diam bersama dengan rukun.”
Artinya, kita boleh berbeda karakter, berbeda usia, berbeda latar belakang, bahkan berbeda cara berpikir. Tetapi jangan sampai perbedaan membuat kita kehilangan kasih.
Karena sering kali yang melukai kita bukan orang jauh… tetapi justru orang yang dekat dengan kita.
Mungkin ada keluarga yang sudah lama tidak berbicara.
Ada suami dan istri yang tinggal serumah, tetapi hatinya berjauhan.
Ada saudara sepelayanan yang pernah terluka karena perkataan.
Ada jemaat yang masih tersenyum di gereja, tetapi diam-diam menyimpan kepahitan.
Hari ini Tuhan mengingatkan kita: jangan biarkan luka menjadi lebih besar daripada kasih Kristus.
Mazmur 133:2 berkata bahwa kesatuan itu seperti minyak yang turun dari kepala sampai ke janggut dan pakaian Harun. Gambarnya adalah sesuatu yang mengalir dari atas ke bawah.
Ketika kasih dan kesatuan hadir, berkat Tuhan juga mengalir.
Dan ayat 3 berkata, “Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat.”
Saudaraku, mungkin hari ini kita perlu berhenti bertanya, “Siapa yang harus berubah?”
Tetapi mulai bertanya, “Tuhan, apa yang harus berubah dari hatiku?”
Mungkin kita perlu meminta maaf.
Mungkin kita perlu mengampuni.
Mungkin kita perlu berhenti membicarakan kelemahan orang lain.
Mungkin kita perlu kembali merangkul orang yang selama ini kita jauhi.
Karena kesatuan bukan berarti tidak pernah terluka. Kesatuan berarti memilih kasih meskipun pernah terluka.
Hari ini mari kita berkata:
“Tuhan, jadikan aku pembawa damai. Jangan biarkan aku menjadi sumber perpecahan. Pakai hidupku untuk menyatukan, bukan memisahkan.”
Sebab ketika kita hidup dalam kasih dan kesatuan, di sanalah Tuhan memerintahkan berkat-Nya.