Kamis, 10 September 2026

MAZMUR 125 — TETAP TEGUH KARENA TUHAN MENJAGA


Mazmur 125 adalah nyanyian ziarah yang berbicara tentang keteguhan iman di tengah ketidakpastian hidup. Pemazmur membuka dengan sebuah gambaran yang sangat kuat dalam ayat 1:

"Orang-orang yang percaya kepada TUHAN adalah seperti gunung Sion yang tidak dapat goyang, yang tetap untuk selama-lamanya."

Perhatikan, pemazmur tidak mengatakan bahwa orang percaya tidak pernah menghadapi masalah. Ia mengatakan bahwa orang yang percaya kepada Tuhan tidak mudah digoyahkan oleh masalah.

Mengapa? Ayat 2 memberikan jawabannya: “Yerusalem dikelilingi gunung-gunung, demikianlah TUHAN mengelilingi umat-Nya.”

Gunung-gunung menjadi gambaran perlindungan. Yerusalem berada dalam lingkaran pegunungan, dan pemazmur memakai gambaran itu untuk mengatakan bahwa Tuhan sendiri menjadi pagar dan perlindungan bagi umat-Nya.

Mungkin hari ini kita sedang menghadapi tekanan. Ada persoalan keluarga, pekerjaan, pelayanan, keuangan, masa depan, atau pergumulan yang tidak kita ceritakan kepada siapa pun. Keadaan bisa berubah dengan cepat, tetapi karakter Tuhan tidak pernah berubah.

Karena itu, iman kita jangan dibangun di atas keadaan. Kalau keadaan baik, kita percaya. Kalau keadaan buruk, kita tetap percaya.

Ayat 3 juga memberikan penghiburan: tongkat kekuasaan orang fasik tidak akan selamanya tinggal atas milik pusaka orang benar. Artinya, Tuhan tidak membiarkan kejahatan berkuasa tanpa batas. Ada waktu Tuhan bertindak dan ada batas yang Tuhan tetapkan.

Lalu ayat 4 menjadi sebuah doa: “Lakukanlah kebaikan, ya TUHAN, kepada orang-orang yang baik dan kepada orang-orang yang tulus hati.”

Jadi respons kita bukan membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi tetap hidup dalam kebaikan dan ketulusan.

Hari ini, jangan biarkan tekanan membuat hati kita goyah. Kita boleh menangis, tetapi jangan menyerah. Kita boleh lemah, tetapi jangan meninggalkan Tuhan.

Sebab seperti gunung Sion yang tidak tergoyahkan, demikianlah orang yang menaruh percaya kepada Tuhan.

Tuhan bukan hanya berada di depan kita sebagai tujuan; Dia mengelilingi kita sebagai perlindungan.

Mari kita deklarasikan:
“Apa pun yang terjadi, aku tetap percaya. Apa pun yang berubah, Tuhan tidak berubah. Hidupku aman dalam penjagaan Tuhan.”

Dan ayat 5 menutup dengan pengharapan bahwa damai sejahtera akan menyertai Israel.

Ketika kita tetap berjalan dalam jalan Tuhan, damai sejahtera-Nya menjadi kekuatan kita.

Tetap teguh. Tetap percaya. Tuhan mengelilingi dan menjaga umat-Nya.