Saudara yang dikasihi Tuhan...
Pernahkah Saudara berada di titik di mana Saudara tidak tahu lagi harus berkata apa?
Masalah terlalu berat...
hati terlalu lelah...
air mata sudah terlalu banyak...
dan kita hanya bisa berkata,
“Tuhan... tolong saya.”
Mazmur 130:1 berkata:
“Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN.”
Perhatikan... pemazmur tidak berkata, “Dari tempat yang nyaman aku berseru.”
Dia berkata, “Dari jurang yang dalam.”
Mungkin hari ini ada yang sedang berada di sana.
Ada yang sedang menghadapi masalah keluarga.
Ada yang sedang bergumul dengan kesehatan.
Ada yang memikirkan pekerjaan dan masa depan.
Ada yang sedang berjuang dengan keuangan.
Ada juga yang kelihatannya kuat di depan semua orang, tetapi ketika sendirian... hatinya menangis.
Dan hari ini Tuhan mau berkata:
“Aku mendengar seruanmu.”
Mazmur 130:2 berkata:
“Tuhan, dengarkanlah suaraku.”
Saudara, doa yang keluar dari hati yang hancur tidak pernah terlalu kecil bagi Tuhan.
Kemudian ayat 5 berkata:
“Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.”
Menunggu Tuhan memang tidak mudah.
Kita ingin Tuhan menjawab sekarang.
Kita ingin mujizat terjadi sekarang.
Kita ingin masalah selesai sekarang.
Tetapi ketika Tuhan membuat kita menunggu, bukan berarti Tuhan meninggalkan kita.
Kadang Tuhan tidak segera mengubah keadaan kita, tetapi Tuhan sedang mengubah kekuatan hati kita di tengah keadaan itu.
Dan akhirnya pemazmur berkata:
“Berharaplah kepada TUHAN... sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.”
— Mazmur 130:7
Saudaraku...
Kalau hari ini engkau sedang berada di jurang yang dalam, jangan menyerah.
Berserulah kepada Tuhan.
Tunggulah Tuhan.
Pegang Firman-Nya.
Dan tetaplah berharap.
Karena jurang bukanlah akhir perjalananmu.
Mungkin malam ini masih gelap...
tetapi Tuhan masih ada.
Mungkin jawaban belum datang...
tetapi Tuhan masih bekerja.
Dan orang yang berharap kepada Tuhan tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.
Hari ini, mari datang kepada Tuhan dan berkata:
“Tuhan, aku tidak kuat sendiri.
Aku tidak mengerti jalan-Mu.
Tetapi aku memilih untuk tetap percaya.
Dari kedalaman ini, aku tetap berseru kepada-Mu.”
Tuhan, angkat kami dari kedalaman kami dan tuntun kami masuk ke dalam pengharapan-Mu. Amin.